Hukum

Uang Suap Tercatat Sebagai Retribusi Daging

Tuesday, 23 Juli 2013 | View : 1171

JAKARTA-SBN.

Uang suap untuk mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), L.H.I. yang diberikan PT. Indoguna Utama lewat orang dekatnya Ahmad Fathanah terkait kepengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun 2013 tercatat sebagai pengeluaran untuk retribusi daging. Hal itu diungkapkan saksi Pudji Rahayu Aminingrum alias Yuni yang merupakan kasir PT. Indoguna Utama dalam persidangan lanjutan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun 2013, terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (22/7/2013).

Dalam kesaksiannya, Pudji Rahayu Aminingrum alias Yuni mengaku uang tersebut dikeluarkan atas perintah Direktur PT. Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi melalui Komisaris Utama PT. Indoguna Utama, Soraya Kusuma Effendi. “Siapkan Rp 1 miliar, ambil di BCA,” ujar Yuni, menirukan perintah Soraya Kusuma Effendi.

Kemudian, Yuni mengambil uang Rp 1 miliar di bank dan menyimpan ke dalam brankas perusahaannya. Sore harinya sekitar pukul 15.00 WIB, pada 29 Januari 2013, Yuni menerima telepon dari Arya Abdi Effendi. “Pak Dio (panggilan akrab Arya Abdi Effendi) telepon minta disiapkan uang Rp 500 juta,” ucap dia.

Yuni langsung menyerahkan uang yang diminta ke Dio dengan bungkusan tas. Dalam catatan pengeluaran, uang Rp 500 juta disebut sebagai retribusi daging. “Saya ke ruang Soraya, dia bilang untuk daging, jadi saya tulis retribusi (daging),” kata dia. Yuni menjelaskan sebelum uang Rp 500 juta tersebut diberikan ke Arya Abdi Effendi, Yuni juga mengaku pernah mengeluarkan uang kas perusahaan sebesar Rp 300 juta. Uang itu dikasbon Arya Abdi Effendi untuk pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun 2013.

Hal senada diungkapkan Soraya Kusuma Effendi yang juga dihadirkan sebagai saksi. Soraya Kusuma Effendi mengaku dilaporkan terkait adanya permintaan uang dari Arya Abdi Effendi sebesar Rp 1 miliar untuk keperluan retribusi daging. “Di otak saya itu untuk daging, dan itu sudah biasa,” tutur Soraya Kusuma Effendi.

Perihal adanya retribusi daging, Soraya Kusuma Effendi mengaku perusahaan sudah sering mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk kebutuhan retribusi. Entah untuk siapa uang retribusi diberikan, namun retribusi itu secara reguler dikucurkan. 

“Ada Rp 6 miliar retribusi tahun 2012 yang ditulis Yuni untuk beef (daging),” papar Soraya Kusuma Effendi. Meski demikian, Soraya Kusuma Effendi mengaku tidak mengetahui ternyata uang tersebut merupakan uang suap untuk L.H.I. melalui Ahmad Fathanah. Soraya Kusuma Effendi mengaku mengetahui uang itu diberikan ke Ahmad Fathanah ketika media massa memberitakan penangkapan yang dilakukan pada 29 Januari 2013. “Tahu dari orang-orang kantor (Pak Arya Abdi Effendi) ditangkap karena ngasih uang ke orang yang namanya Ahmad Fathanah,”jelas dia.

Keterangan saksi tersebut menguatkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus mematahkan alibi jika uang tersebut dimaksudkan untuk bantuan kemanusiaan dan atau bantuan untuk Safari Dakwah PKS.

Dalam dakwaan disebutkan L.H.I. didakwa bersama-sama Ahmad Fathanah menerima hadiah atau janji berupa uang Rp 1,3 miliar. Uang ini bagian dari total imbalan Rp 40 miliar yang dijanjikan Direktur Utama PT. Indoguna Utama terkait pengurusan persetujuan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tahun 2013.

“Uang itu diberikan agar L.H.I. dapat mempengaruhi pejabat Kementan supaya menerbitkan surat rekomendasi persetujuan pemasukan atas permohonan penambahan kuota impor daging sapi 8.000 ton yang diajukan PT. Indoguna Utama dan anak perusahaannya untuk tahun 2013. (id/sp/jp) 

See Also

Kejahatan Seksual Kian Marak, Puan Pastikan DPR RI Gas Selesaikan RUU TPKS
Dampak Pembongkaran Bangunan Pedagang Pinggir Sungai Duta Indah, Bekasi.
Pembongkaran Bangunan Pinggir Sungai Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Festival Cegah Korupsi
Ketua KPK Melantik 1.271 Pegawai KPK Sebagai ASN
Ketua MPR RI Minta Pemerintah Investigasi Kebocoran Data 297 Juta Penduduk
Bamsoet Minta Pemerintah Investigasi Dugaan Kebocoran Data 279 Juta Penduduk Indonesia
Bamsoet Apresiasi Capaian 100 Hari Kinerja Kapolri
KPK Sita 13 Sepeda Lapierre Terkait Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster
Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.517.557 Since: 05.03.13 | 0.1678 sec