Opini

Mengasihi Allah Dan Sesama Pada Masa Covid-19

Author : Binsar Antoni Hutabarat | Tuesday, 16 Nopember 2021 | View : 117

 

MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA
PADA MASA COVID-19


Mengetahui kebenaran Allah menjadi tak banyak gunanya tanpa menerapkan kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari. Umat Kristen bukan hanya diminta menjadi pendengar yang baik untuk mengerti apa yang dikatakan Allah. Tapi, melalui mendengar Firman Tuhan, umat Kristen diperintahkan Allah untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan itu dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan.  

Padi sisi yang lain, manusia tidak mampu melakukan kebenaran dengan kemampuan dirinya. Hanya karena anugerah dan kekuatan Allah manusia dapat melakukan kebenaran Allah itu. Manusia perlu memahami pengetahuan yang benar dan secara bersamaan berjuang untuk menaati Firman Tuhan dengan pertolongan Kuasa Roh Kudus.

Sebelum membahas bagaimana Implementasi Mengasihi Allah dan Sesama pada Masa Covid-19 terlebih dulu perlu dipahami apa yang dimaksud dengang mengasihi Allah dan sesama. Setelah itu baru akan diuraikan mengenai Implementasi Mengasihi Allah dan Sesama pada masa covid-19.

Mengasihi Allah dan Sesama

Matius 22: 37 menjelaskan, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akalbudimu.” Kemudian Ayat 39 mengatakan, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Apa yang dikatakan Yesus itu telah dituliskan dalam Ulangan 6: 4-5, “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Pengakuan iman mulai dari mendengar (shema, to hear). Dan pengakuan iman yang terbesar mulai dari mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, pikiran, kekuatan. Artinya, mengasihi Allah melibatkan kehendak serta hati. Dimana ada kasih kepada Allah disana ada ketaatan kepada Allah.

Selanjutnya, Kasih kepada Allah tidak dapat dipisahkan dengan kasih kepada sesama manusia. Yesus mengutip Imamat 19:18, “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusai seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.”

Mengenai siapakah sesama manusia pernah ditanyakan oleh Ahli Taurat  yang setuju bahwa mengasihi Allah dan sesama merupakan pengakuan iman terbesar, Lukas 10: 27, Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusai seperti dirimu sendiri.” Ayat 29. Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?” 

Yesus menjawab pertanyaan Ahli Taurat itu dengan cerita Orang Samaria yang murah hati (Lukas 10:30-37). Cerita itu menjelaskan bahwa kasih kepada sesama manusia adalah kasih kepada semua manusai ciptaan Tuhan yang tidak dibatasi suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Mereka yang memusuhi kita pun adalah sesama manusia yang harus kita kasihi. 

Umat Kristen sejatinya mengasihi sesama manusai tidak didorong oleh kebutuhan apapun, tapi oleh karena kasih Allah yang mengalir dalam kehidupan umat Kristen. Karena Allah yang maha kasih itu menuntut kita untuk mengasihi sesama manusia, maka umat Kristen yang telah mengalami kasih Allah melakukannya dalam ketaatan kepada Allah karena dorongan kasih kepada allah, tanpa bergantung pada respon yang akan diterimanya.

Implementasi Mengasihi Allah dan sesama pada masa covid-19

Mengasihi Allah lebih dulu diperintahkan Allah kepada manusia, setelah itu baru perintah mengasihi sesama manusia. Mengasihi Allah tidak dapat dipisahkan dengan mengasihi sesama manusia. Tapi, pada praktiknya kita perlu lebih dulu mengasihi sesama manusia barulah kita akan tahu bahwa melalui tindakan mengasihi sesama manusia itu kita tahu itu karena adanya kasih kepada Allah.

Kemampuan kita mengasihi sesama tidak datang dari diri kita sendiri. Umat Kristen bisa mengasihi sesamanya karena Allah lebih dulu mengasihinya. Dan kasih Allah itu memampukan kita mengasihi sesama manusia. Hanya karena nugerah dan kekuatan Allah umat Kristen dapat mengasihi sesamanya.

Berkarya, jangan hanya puas berdebat

Kita kerap bergairah untuk berdebat, melakukan diskusi-diskusi mengenai konsep-komsep kemiskinan, demikian juga terkait makin meningkatnya jumlah orang miskin karena dampak covid-19, tetapi , kita sering kali gagal untuk bertindak, menolong dan memecahkan problem konkret. 

Kita tidak boleh terjebak tindakan Ahli Taurat yang lebih gemar mendebatkan apa sesungguhnya arti mengasihi sesama manusia, karena memang Ahli Taurat itu menyadari kegagalannya untuk mengasihi sesamanya. Sebaliknya, kita harus bertindak, kita harus bekerja, melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk sesama. Disiplin untuk menjaga diri untuk terhindar dari penyebaran virus corona dan menjaga diri agar tidak menjadi media penyebaran virus corona adalah bentuk implementasi mengasihi Allah dan sesama.

Boleh saja kita memperdebatkan konsep-konsep jitu untuk membebaskan negeri ini dari ancaman virus corona. Tapi, kita tidak boleh berhenti hanya berkutat dalam perdebatan, tanpa tindakan nyata. Pikirkanlah dalam keluarga, komunitas, apa yang perlu kita kerjakan untuk menolong mereka yang terdampak virus corona.  Dan pikirkan juga pekerjaan misi Allah yang kita perlu kerjakan pada masa kini, seperti yang kita kerap doakan dalam DOA BAPA KAMI.

Webinar ini tidak boleh berhenti hanya membicarakan konsep-konsep jitu menghadapi corona, tapi kita mesti bersatu bertindak memerangi corona. Dan webinar ini mestinya adalah cara untuk tetap mendorong mahasiswa program teologi untuk bertumbuh dalam pengetahuan tentang Allah dan sesama, serta mengetahui kondisi saat ini, untuk kemudian bertindak bersama melawan pandemi yang diijinkan Tuhan untuk kita lalui.

Kasih sebagai landasan pekerjaan kita
Imam dan orang Lewi pada cerita orang samaria yang murah hati enggan untuk menolong korban perampokan dengan alasan banyak tugas yang perlu dikerjakan. Menolong orang lain kerap bisa menunda atau menghalangi penyelesaian tugas-tugas kita. Padahal. Semua yang kita kerjakan sejatinya untuk kemuliaan Tuhan dan sesama? 

Agama adalah untuk kemanusiaan, mereka yang beragama perlu menyadari, apakah sikap memanusiakan manusia menjadi gaya hidup kita. Gambaran manusi sejati yang perlu kita ikuti adalah Yesus. Karena Yesus hadir di dunia untuk menunjukkan kepda manusia, bagaimana hidup sebagai manusia sejati, atau manusia seutuhnya.

Penundaan tugas, untuk tujuan utama yang lebih mulia yakni, mengasihi Allah dan sesama manusia tentu tidak ada salahnya. Karena pusat pekerjaan dan tugas kita adalah mengasihi Allah dan sesama. Tugas atau pekerjaan itu bukan tujuan utama. Sebliknya, pekerjaan kita haruslah dilandasi oleh semangat mengasihi Allah dan sesama.

Penutup.
Seminar yang kita lakukan hari ini bukan sekadar pelaksanaan tugas sebagai dosen, tetapi perlu didorong oleh kasih untuk terciptanya kehidupan bersama yang lebih baik.

Kiranya melalui webinar ini kita terus berkarya untuk memberikan yang terbaik untuk hadirnya kehidupan bersama yang lebih baik, untuk memelihara dunia milik Tuhan bagi kemuliaan Tuhan, dalam kasih dan pertolongan Tuhan.

Dr. Binsar Antoni Hutabarat
Pendiri Binsar Hutabarat Institute, https://www.binsarhutabarat.com 

See Also

4 Alasan Mengapa Kita Perlu Berdoa Pada Waktu Menderita
Pemimpin Politik Berkarakter
Hidup Bersama Dalam Harmoni
Berdiri Di Dua Kaki
Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
jQuery Slider
Arsip :2021201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.388.600 Since: 05.03.13 | 0.1797 sec