Internasional

Presiden Rusia Tolak Usulan Wajib Vaksinasi Virus Corona

Thursday, 01 Juli 2021 | View : 120

MOSKOW-SBN.

Presiden Rusia Vladimir Putin menolak usulan wajib vaksinasi Covid-19 kepada warga Rusia. Seperti dilaporkan AFP, Rabu (30/6/2021), pernyataan itu dilontarkan Putin meskipun ada lonjakan infeksi virus corona di negara itu dan tingkat inokulasi yang lamban.

“Saya tidak mendukung vaksinasi wajib,” kata Putin kepada Rusia selama siaran telepon tahunannya di televisi.

Mengenai soal dukungan atas karantina nasional yang baru, Putin mengatakan otoritas regional malah mempromosikan vaksinasi wajib lokal dan langkah-langkah lain untuk menghindari pengenalan karantina baru.

Rusia pada Rabu (30/6/2021) pagi melaporkan 669 kematian akibat virus corona selama 24 jam terakhir. Menurut penghitungan pemerintah, jumlah itu merupakan rekor jumlah kematian untuk hari kedua berturut-turut.

Rusia bergulat dengan lonjakan infeksi yang didorong oleh varian Delta yang sangat menular. Sementara pihak berwenang berjuang untuk meyakinkan orang Rusia untuk divaksinasi.

Salah satu hotspot pandemi adalah kota Saint Petersburg, yang menjadi tuan rumah perempat final Euro 2021 pada hari Jumat di depan ribuan penggemar, banyak dari mereka terbang dari luar negeri untuk pertandingan tersebut.

Pada Rabu, Putin mengatakan bahwa sekitar 23 juta orang Rusia telah menerima vaksin. Dia mengatakan vaksin buatan negara itu lebih baik daripada alternatif asing, yaitu Astrazeneca dan Pfizer.

"Kami baik-baik saja," katanya.

Pemimpin berusia 68 tahun itu juga membahas skeptisisme vaksin yang meluas di negara itu dan mendesak Rusia untuk mendengarkan "spesialis."

“Penting untuk mendengarkan, bukan kepada orang-orang yang sedikit memahami tentang hal ini dan menyebarkan desas-desus, tetapi kepada para spesialis,” katanya kepada orang-orang Rusia, yang sebagian besar jajak pendapatnya menentang menerima suntikan virus corona.

Dalam beberapa bulan terakhir, Putin mendesak Rusia untuk divaksinasi dan mengumumkan awal tahun ini bahwa dia telah mendapatkan suntikan, tanpa menyebutkan nama satu dari empat vaksin resmi negara yang telah dia terima. (afp)

See Also

Partai Buruh Ungguli Partai Liberal Di Pemilu Australia
Penembakan Di Gereja Los Angeles
Geger Penembakan Tragis Di Buffalo
Komitmen Amerika Serikat Meningkatkan Peluang Beasiswa Bagi Warga ASEAN
Polisi Buffalo Ungkap Motif Kekerasan Penembakan
Motif Di Balik Penembakan Di Buffalo New York
Penembakan Di Buffalo New York Tewaskan 10 Korban
Penembakan Di Supermarket New York
KTT Khusus ASEAN-AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pemulihan Virus Corona
Presiden Amerika Serikat Umumkan Era Baru Hubungan Amerika Serikat-ASEAN
Presiden Joko Widodo Sebut Penguatan Kemitraan ASEAN-AS Untuk Antisipasi Pandemi Di Masa Depan
Presiden Joko Widodo Dorong Kemitraan ASEAN-AS Dalam Penanganan Perubahan Iklim
Presiden Joko Widodo Menyerukan Hentikan Perang Sekarang Juga
Presiden Joko Widodo Akan Hadiri KTT Khusus ASEAN-AS Hingga Bertemu Wapres AS
Presiden Joko Widodo Hadiri Jamuan Santap Malam Presiden Amerika Serikat
Presiden Joko Widodo Akan Hadiri Pertemuan Dengan Kongres AS Hingga Presiden AS
Presiden Joko Widodo Dan Ibu Iriana Tiba Di Washington DC
Karine Jean-Pierre Resmi Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Jumlah Kasus Harian Virus Corona Di Korea Selatan Tercatat Di Kisaran 20.000 Kasus
Putaran Kedua Pemilihan Presiden Di Timor Leste
Kasus Virus Corona Di Korea Selatan Turun Ke Level Terendah
764.900 Dosis Vaksin Moderna Ditarik Dari Eropa
Kasus Virus Corona Muncul Di Kediaman Presiden Taiwan
Jumlah Kasus Harian Virus Corona Di Korea Selatan Tercatat 265.995 Kasus
Saat Ibu Iriana Ajak Istri PM PNG Keliling Kebun Raya Bogor
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.247.336 Since: 05.03.13 | 0.1703 sec