Keluarga

Ketua Presidium IPW Neta S. Pane Wafat

Thursday, 17 Juni 2021 | View : 57
Tags : Kapolri, Kpk

JAKARTA-SBN.

Kabar duka datang dari Indonesia Police Watch (IPW). Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane dikabarkan meninggal dunia hari ini.

Pria 56 tahun ini dikabarkan meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Jl. Jenderal Ahmad Yani, RT002/RW011, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Rabu (16/6/2021) pukul 10.40 WIB.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Bekasi Barat, pada Rabu (16/6/2021) pukul 10.40 WIB.

Informasi ini dibenarkan oleh salah satu kerabatnya Netta S Pane, Yon Moeis.

“Benar (Neta S Pane meninggal dunia),” kata Yon saat dikonfirmasi awak media, Rabu (16/6/2021).

"Betul, tadi sekitar pukul 10.40 WIB di RS Mitra Bekasi Barat," katanya saat dihubungi.

Sebelum meninggal dunia, Neta juga sempat dikabarkan dirawat di rumah sakit karena positif Covid-19. Neta disebut meninggal karena covid-19. 

Menurutnya, Neta telah dirawat di rumah sakit sejak 5 Juni lalu karena positif covid-19. 

Informasi ini juga dibenarkan Edi Hasibuan, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia. 

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia Edi Hasibuan juga menyampaikan ucapan dukacita atas berpulangnya Neta.

"Iya benar, kita sampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kita kehilangan pengamat kepolisian yang kritis dan banyak memberi masukan dalam memajukan Polri yang semakin baik," tuturnya. 

Edi mengenang Neta sebagai sosok pengamat yang kritis dalam rangka memajukan Polri. “Kita kehilangan seorang pengamat kepolisian yang kritis dan banyak memberikan masukan dalam memajukan Polri yang semakin baik,” ujar Edi.

Seperti diketahui, Neta merupakan Ketua Presidium IPW sejak tahun 2004 hingga sekarang.

Aktivis kelahiran Medan, 18 Agustus 1964 ini memulai kariernya di bidang jurnalistik dengan menjadi reporter di SKH Merdeka di Jakarta.

Ia merupakan seorang aktivis dan mantan jurnalis di sejumlah surat kabar, seperti SKH Merdeka, Harian Terbit Jakarta, Koran Aksi Jakarta.

Ia kemudian menjabat menjadi Wakil Pimpinan Redaksi Surat Kabar Jakarta pada tahun 2002-2004.

Neta kemudian aktif sebagai aktivis hingga menjabat Ketua Presidium IPW.  Ia kemudian menjadi Ketua Presidium IPW sejak 2004 hingga meninggal pada hari ini.

IPW sendiri adalah lembaga swadaya masyarakat yang mengawasi kinerja kepolisian. Anggota lembaga ini terdiri dari pengamat, wartawan, pakar, hingga akademisi yang peduli masalah kepolisian. 

Selama menjadi Ketua Presidium IPW, Neta merupakan sosok yang kritis memberikan saran dan masukan terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Semasa hidupnya, Neta dikenal sebagai seorang pengamat kepolisian. Ia kerap mengkritisi berbagai kasus kepolisian sejak dulu hingga sekarang.

Pada Mei 2019, Neta merupakan orang pertama yang mempopulerkan istilah “Polisi Taliban”. Istilah itu muncul di saat Ketua KPK Firli Bahuri yang ketika itu menjabat Deputi Penindakan sedang diperiksa atas dugaan pelanggaran etik.

Dalam siaran persnya pada Mei 2019 lalu, Neta mengomentari surat terbuka dari 50-an penyidik Kepolisian RI yang bertugas di KPK yang mempersoalkan pengangkatan 21 penyelidik menjadi penyidik independen di lembaga tersebut.

Dalam suratnya, Neta menulis terdapat perpecahan di KPK menjadi dua kubu, yakni Polisi India dan Grup Taliban. Polisi India merujuk pada penyidik KPK yang berasal dari institusi Polri. Sedangkan Grup Taliban merujuk pada penyidik Novel Baswedan yang disokong Wadah Pegawai KPK. Kelompok ini, disebut dalam surat itu, juga dianggap militan karena kerap mempersoalkan kebijakan pemimpin.

Setelah itu, terutama di media sosial, muncul pandangan yang mengaitkan Novel dengan kelompok Islam konservatif-hanya karena  berjanggut dan kerap bergamis.

Terbaru, Neta memberikan pernyataan soal penyerangan terduga teroris ke Mabes Polri pada April lalu. Ia saat itu menyebut kelompok teroris ingin menunjukkan lemahnya sistem keamanan Mabes Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi (Jend. Pol.) Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. (tem/kom/jos)

See Also

How To Draw Realistic Mouths
Bos Samator Group Arief Harsono Meninggal Dunia
Hari Bidan Nasional, Puan Maharani Sebut Bidan Ujung Tombak Kesehatan Ibu Dan Bayi
Pemerintah China Mengumumkan Kebijakan 3 Anak
Tokoh Konghucu Bingky Irawan Tutup Usia
Lapan Sebut Gerhana Bulan Total Terjadi Bertepatan Hari Raya Waisak
CEO Radio Suara Surabaya, Errol Jonathans Wafat
Wimar Witoelar Wafat Di Rumah Sakit Pondok Indah
Pemakaman Anton Medan Di Masjid Tan Kok Liong
Anton Medan Wafat
UMK Buka Prodi Teknik Industri
Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket
Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby
Perlu Ada Pelatihan Membuat Manisan Belimbing Dan Jambu
Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual Di Media Sosial
Mahasiswa UMK Amati Produksi Kretek
Friend Peace Team Asia West Pacific-USA Berbagai Pengalaman Dengan Mahasiswa UMK
Manfaat Besar Bawang Putih Bagi Kesehatan
Konsumsi 7 Makanan Hadapi Kanker
Lagu Iwan Fals Menggema Di Arena Musywil Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-47
Segera Ada Sosis Anti-kanker Usus
Kudapan Indonesia Laris Di Farmers Market Praha
Deteksi Dini Mencegah Diabetes Melitus
Tiga Kuliner Jadi Andalan Indonesia Di MEA
Turunkan Kolesterol Dengan Cuka Apel
jQuery Slider
Arsip :2021202020182016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.388.497 Since: 05.03.13 | 0.1721 sec