Ekonomi

Penambang Bitcoin Lari Ke Kazakhstan Hingga Amerika Serikat

Wednesday, 16 Juni 2021 | View : 57

BEIJING-SBN.

China mendepak para penambang bitcoin karena memboroskan energi. Lebih dari setengah penambang aset kripto di dunia bermarkas di China.

Pada Mei 2021 lalu, Pemerintah China mengeluarkan surat yang melarang penambangan dan perdagangan bitcoin. Hal ini menimbulkan eksodus para penambang ke negara-negara lain, mulai dari Kazakhstan hingga Texas, Amerika Serikat (AS).

Proses menambang bitcoin membutuhkan superkomputer yang boros energi. Texas, AS menjadi salah satu lokasi strategis karena harga energi yang murah dan ketersediaan listrik dari sumber energi baru dan terbarukan. Sistem kelistrikan juga memperbolehkan pelanggan memilih operator listrik dan pemerintahan setempat mendukung kripto.

Kepada CNBC.com, Brandon Arvanaghi, mantan security engineer dari perusahaan penukaran kripto Gemini, mengatakan dalam beberapa bulan akan terjadi migrasi besar-besaran. "Gubernur Greg Abbott di Texas mendukung penambangan bitcoin. Bitcoin akan menjadi industri nyata di AS, ini luar biasa," kata dia.

Diperkirakan sekitar 65%-75% aktivitas penambangan bitcoin terjadi di China, pada khususnya di Xinjiang, Mongolia Dalam, Sichuan dan Yunnan. Sichuan dan Yunnan kaya akan pembangkit listrik hidro, sedangan Xinjiang dan Mongolia dalam kaya akan pembangkit listrik batu bara.

Pada April lalu, wilayah Utara Mongolia berupaya menutup semua tambang cryptocurrency. Mereka mengklaim, gagal memenuhi target konsumsi energi tahunan.

Alejandro De La Torre dari perusahaan tambang kripto Poolin mengatakan akan merelokasi markas operasinya dari China ke AS dan Kanada.

Nic Carter dari Castle Island Ventures mengatakan penambang di China melirik beberapa negara untuk relokasi, seperti di Asia Tengah, Eropa Timur, AS, dan Eropa Utara.

Salah satu lokasi strategis adalah Kazakhstan yang berbatasan dengan China. Kazakhstan memiliki tambang batu bara yang menjadi sumber bahan bakar pembangkit listrik. Didar Bekbauov, CEO Xive, perusahaan jasa hosting untuk penambang dan penyedia peralatan menambang bitcoin, mengatakan pihaknya sudah banyak mendapatkan telepon dari China menanyakan cara relokasi tambang. (cnbc)

See Also

Memilih Domain And Hosting
Mau Belanja Gadget Komputer Murah?
Meraup Uang Via Media Sosial
Start Making Money With Click Wealth System
Piano For All-Click Bank
Pembongkaran Bangunan Dan Pedagang Kaki Lima Di Perumahan Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Presiden Joko Widodo Sebut Gunakan Uang Rakyat Sebaik-baiknya
Bursa Asia Pasifik Melonjak
Bursa Eropa Turun
Saat Ketua DPR RI Keliling Solo Ditemani Gibran
Minister Suharso Monoarfa Elaborate Bappenas Work Plan In 2022
Menteri PPN Paparkan Rencana Kerja Bappenas Tahun 2022
Bertemu Ketua DPR RI, Warga Pulau Talise Sulut Berharap Aliran Listrik 24 Jam
Berkunjung Ke Pulau Talise, Ketua DPR RI Minta Pemda Genjot Pembangunan
Menteri PPN Pimpin Multilateral Meeting, Bahas Reformasi Sistem Kesehatan Nasional
Ketua DPR RI Minta APBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian Akibat Virus Corona
Luncurkan Buku Cegah Negara Tanpa Arah, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Ajak UMJ Mencegah Negara Tanpa Arah Dengan Menghadirkan Kembali PPHN Pasca 2024
Perdana Menteri Polandia Tolak Tutup Pertambangan Batu Bara
Bursa Eropa Dibuka Menguat
Elon Musk Menghentikan Penggunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Mobil Listrik Tesla
Nilai Tukar Cryptocurrency Anjlok
Microsoft Corporation Bangun Pusat Data Di Malaysia
Perum Bulog Akan Serap 50.000 Ton Beras Petani Sumatera Selatan
Facebook Inc. Bersedia Bayar Konten Berita News Corp Australia
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.371.073 Since: 05.03.13 | 0.1584 sec