Internasional

Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru

Monday, 14 Juni 2021 | View : 81

TEL AVIV-SBN.

Parlemen Israel membuka sesi khusus untuk melakukan pemungutan suara terkait koalisi pemerintahan baru.

Sejumlah partai oposisi Israel sepakat untuk membentuk pemerintahan baru yang menempatkan Naftali Bennet, sebagai perdana menteri.

Benjamin Netanyahu dilengserkan dan parlemen Israel memilih Naftali Bennett sebagai perdana menteri yang baru.

Naftali Bennett, pemimpin partai sayap kanan Yamina (Persatuan Kanan), dilantik sebagai perdana menteri baru Israel pada Minggu (13/6/2021) malam. Pelantikan Naftali ini mengirim Benjamin Netanyahu ke oposisi setelah rekor 12 tahun berkuasa.

Seperti dilansir AFP, Senin (14/3/2021), setelah rekor 12 tahun di bawah Benjamin Netanyahu, Israel memasuki era baru, parlemen Isarela memberikan suara dalam koalisi beraneka ragam dan mengangkat Naftali Bennett sebagai perdana menteri.

Seperti dilaporkan Xinhua, suksesi terjadi setelah pemerintah koalisi baru disetujui oleh parlemen, atau Knesset, dalam mosi percaya. Koalisi dipimpin oleh Bennett dan Yair Lapid, pemimpin partai berhaluan tengah Yesh Atid (Masa Depan).

Dalam mosi percaya yang diadakan di parlemen sebelumnya, 60 anggota parlemen dari 120 anggota majelis memberikan suara mendukung pemerintah baru, sedangkan 59 memilih menentangnya. 60 anggota parlemen Israel atau Knesset memilih mendukung pemerintahan baru, 59 menolak, dan 1 suara abstain.

Tayangan TV dari sesi parlemen menunjukkan Bennett dan Lapid mengambil kursi baru mereka di kursi koalisi di parlemen. Sementara itu, Netanyahu, pemimpin terlama Israel, pindah ke kursi belakang untuk oposisi.

Pada saat yang sama, 27 menteri baru dari koalisi pemerintahan baru juga dilantik.

Mantan Menteri Pertahanan Israel periode 2019-2020 ini, Naftali Bennett memang telah lama memendam ambisi menjadi perdana menteri Israel. Namun tak disangka kesempatan itu akhirnya datang walau partai bentukannya, Yamina, hanya memenangi tujuh kursi dalam pemilihan umum lalu.

Naftali Bennet muncul sebagai calon kuat perdana menteri setelah menerima tawaran berkoalisi dengan tokoh oposisi, Yair Lapid, sekaligus mendepak Benjamin Netanyahu dari kekuasaan selama 12 tahun.

Pada akhir Mei, dua bulan setelah pemilu keempat Israel, Bennett mencapai kesepakatan dengan Yair Lapid dan akhirnya membuka jalan bagi koalisi delapan partai di Knesset.

Naftali Bennett dan Yair Lapid akan dirotasi sebagai perdana menteri dengan masa jabatan dua tahun, dengan Bennett menjadi yang pertama. Lapid akan menjabat sebagai perdana menteri dan menteri luar negeri Israel.

Naftali Bennett akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun, setelah itu arsitek koalisi, Yair Lapid, akan mengambil alih.

Parlemen Israel pada Minggu (13/6/2021) malam juga memilih Mickey Levy, seorang anggota parlemen dengan Yesh Atid, sebagai pembicara barunya.

Koalisi baru mencakup delapan partai, termasuk partai Islam Ra'am, faksi Arab pertama yang dimasukkan dalam koalisi pemerintahan di Israel.

Ribuan orang Israel berkumpul di Rabin Square di Tel Aviv tengah pada Minggu (13/6/2021) malam untuk merayakan berakhirnya pemerintahan Netanyahu.

Pembentukan pemerintahan koalisi baru telah mengakhiri krisis politik di Israel, yang telah berlangsung empat kali dalam dua tahun.

Melansir AFP, Bennett merupakan seorang nasionalis sayap kanan Yahudi, jutawan teknologi, dan mantan komandan pasukan khusus Israel.

Lahir dari kedua orang tua yang berasal dari AS, Bennett sangat liberal dalam ekonomi dan sangat keras dalam melawan musuh bebuyutan Israel, Iran.

Karier politik Bennet dimulai setelah namanya terangkat melalui dinas kemiliteran dan dunia usaha. Pensiun sebagai anggota pasukan khusus Angkatan Darat Israel, Bennet berbisnis dengan menciptakan dan menjual perusahaan hi-tech. Dia terjun ke dunia politik setelah menjual perusahaan start-up teknologinya seharga 145 juta dollar AS pada 2005. Usaha ini membuat dirinya berstatus miliarder.

Di dunia politik, Bennett kerap dicap ultra-nasionalis. Bahkan, dia menyebut dirinya lebih berhaluan kanan ketimbang Netanyahu.

Dia merupakan mantan “anak didik” Netanyahu dan sempat mendapat sejumlah jabatan tinggi di bawah pemimpin Partai Likud tersebut. Namun dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Bennett dan Netanyahu retak dan ketegangan antara keduanya meningkat.

Padahal, pria berusia 49 tahun itu dulu sempat digadang-gadang sebagai murid didikan Netanyahu. Bahkan, Bennett pernah menjadi kepala staf Netanyahu pada 2006 sampai 2008 sampai hubungan mereka retak.

Selain sempat menjadi komandan pasukan khsusus, Bennett sempat menjabat sebagai Menteri Ekonomi dan Menteri Pendidikan era Netanyahu.

Tahun berikutnya, 2006, Bennett menjadi kepala staf untuk Netanyahu yang saat itu masih menjadi oposisi.

Bennet lantas menjabat sebagai Menteri Ekonomi dan Menteri Pendidikan dalam setiap pemerintahan koalisi sampai 2019, ketika aliansi Kanan Baru bentukannya gagal meraih kursi dalam pemilihan tahun itu.

Setelah meninggalkan kantor Netanyahu, Bennett pada 2010 menjadi kepala Dewan Yesha yang melobi pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Pada 2012, dia mengambil alih partai sayap kanan Jewish Home/Rumah Yahudi yang menghadapi keruntuhan. Bennett meninggalkan Partai Likud pimpinan Netanyahu dan bergabung dengan partai sayap kanan Rumah Yahudi. Bersama partai keagamaan itu, dia menjadi anggota parlemen setelah sukses dalam pemilu 2013.

Bennett juga merombak partai Jewish Home sebagai partai berhaluan kanan baru sebelum akhirnya membentuk Yamina pada 2018.

Namun, selang 11 bulan kemudian, Bennett mampu kembali ke parlemen sebagai ketua Partai Yamina. Berusia 49 tahun, Bennett memimpin partai sayap kanan Yamina. Dalam bahasa Ibrani, Yamina berarti 'arah kanan'.

Yamina merupakan bagian dari koalisi Netanyahu namun runtuh pada tahun yang sama.

Pandangan Bennet tercermin pada suaranya yang gencar membela Israel sebagai negara bangsa Yahudi serta klaim sejarah dan keagamaan Yahudi terhadap Tepi Barat, Jerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan Suriah, wilayah-wilayah yang diduduki Israel sejak Perang Timur Tengah 1967.

Pada Mei 2020, dia tidak diminta untuk bergabung dengan pemerintah, sebuah langkah yang dianggap sebagai ekspresi penghinaan Netanyahu terhadap Bennett.

Dengan melandanya pandemi virus corona (Covid-19), Naftali Bennett mengesampingkan retorika sayap kanannya untuk fokus pada krisis kesehatan. Dia bergerak untuk memperluas daya tariknya dengan merilis rencana untuk menahan Covid-19 dan membantu perekonomian.

Mantan pendukung dan pengkritik menuduh Bennett mengkhianati pemilih sayap kanan karena bergabung dengan koalisi yang mencakup partai sayap kiri Meretz dan mendapat dukungan dari partai Islam konservatif Raam.

Naftali Bennett menangkis kritik tersebut dengan menyatakan bahwa dia berencana memulihkan pemerintahan Israel dan menghindari pemilu kelima dalam waktu kurang dari dua tahun.

Dalam sebuah wawancara dengan Channel 12, dia membenarkan keputusannya untuk bergabung dengan koalisi "perubahan". "Janji inti dari pemilu ini adalah untuk mengeluarkan Israel dari kekacauan. Saya memilih apa yang baik untuk Israel,” jelas Naftali Bennett.

Orang-orang bersuka ria membanjiri pusat kota Tel Aviv pada Minggu (14/6/2021) waktu setempat untuk merayakan berakhirnya 12 tahun kekuasaan Benjamin Netanyahu.

Saat parlemen bersumpah dalam koalisi pemerintahan baru, kerumunan orang berkumpul bertepuk tangan, bersorak dan mengibarkan bendera. (afp/xinhua)

See Also

Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.344.020 Since: 05.03.13 | 0.2082 sec