Nasional

Megawati Bingung Dicap Komunis

Friday, 11 Juni 2021 | View : 63

BOGOR-SBN.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Ketum PDIP) Megawati Soekarnoputri bingung dicap komunis oleh segelintir pihak. Padahal Megawati lolos penelitian khusus atau listsus yang terkenal saat era Orde Baru.

Megawati menceritakan dirinya dicap komunis saat memberikan orasi ilmiah dalam pengukuhan gelar profesor kehormatan dari Unhan, Jumat (11/6/2021). Megawati cerita awalnya diundang oleh Presiden RRC Xi Jinping dalam acara HUT Partai Komunis China dan kemudian dicap komunis.

"Saya diundang ini, sama Presiden Xi Jinping, ulang tahun partai komunisnya untuk memberikan sambutan. Itu partai komunis RRC, kalau nanti saya bilang gini, 'nah betul ndak Bu Mega tuh kan komunis'. Saya kan selalu dibilang gitu kan. Sampai saya waktu menjadi anggota DPR saja sudah distempel itu," kata Megawati di kampus Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Megawati menolak mentah-mentah cap komunis yang disematkan kepada dirinya. Sebab, Megawati mengatakan dirinya lolos litsus pada era Orde Baru. Litsus merupakan tes yang dilakukan pada era Orde Baru yang identik dengan wawasan kebangsaan.

"Jadi saya bilang yang komunis itu yang waktu ini, apa, hmm... saya dilitsus. Jadi saya bilang yang komunis ya yang orang litsus itu loh, tentara. Ada saya kolonel sama 3 mayor kalau dulu saya ndak salah. Iya kok saya lolos, kan membingungkan kan kalau mengatakan saya komunis," ujar Mega.

Megawati kemudian bercerita bagaimana Presiden RI ke-1 Soekarno meminta pemimpin RRC ke dunia internasional. Megawati justru ingin Indonesia membuka diri kepada dunia internasional tapi tetap dalam posisi yang setara.

"Padahal maksud saya, saya mengatakan ini bagaimana ya RRC itu kan keluar dari persembunyiannya waktu ini, Asia-Afrika, Bung Karno juga yang menyuruh, bilang sama Mao Zedong ayo keluar jangan kamu berada di tirai bambu. Akhirnya keluar," ucap Mega.

"Berarti kan kalau dibanding kita yang '45 sudah merdeka, go international-nya RRC itu berapa tahun itu bedanya. Kita kenapa sih nggak membuka diri untuk melihat, apa yang terjadi pada negara-negara di dunia ini," imbuhnya.

See Also

Selamat Hari Guru Nasional
Indonesia International Book Fair
Pengurus Baru Sinode Gereja Presbyterian Indonesia: Berubahlah Oleh Pembaharuan Budimu
Festival Cegah Korupsi
63 Titik Penyekatan Di Jakarta Saat PPKM Darurat
Titik Penyekatan Di Jalan Tol Jasa Marga Group Dalam Rangka Mendukung PPKM Darurat
Daftar Exit Tol Yang Tutup Saat PPKM Darurat
Puan Menyatakan Berduka Atas Tenggelamnya KMP Yunicee Dan Meminta Pencarian Korban Terus Dilakukan
Di Sesko AU, Puan Sampaikan Pentingnya Kekuatan Pertahanan Dan Ancaman Serangan Cyber
Presiden Joko Widodo Tinjau Langsung Pelaksanaan PPKM Mikro Di Kelurahan Rawasari
Presiden Joko Widodo Sebut PPKM Mikro Kebijakan Paling Tepat Untuk Saat Ini
Puan Sebut Perempuan Berperan Penting Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Ketua DPR RI Minta Pemda Jangan Sembunyikan Kondisi Kasus Virus Corona
Dorong Percepatan Vaksinasi, Ketua DPR RI Bawa Tambahan Vaksin Untuk Warga Jateng
Megawati Sebut Ayah Saya Dilengserkan Namun Roda Kehidupan Berputar
Megawati Soekarnoputri Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Di Universitas Pertahanan
Megawati Soekarnoputri Tegaskan Perlu Amandemen Sekali Lagi Untuk Hadirkan Kembali PPHN
Megawati Cerita Soekarno Dilengserkan
Megawati Minta Presiden Tambah Personel TNI-Polri
Bamsoet: Ibu Megawati Tegaskan Dukung MPR RI Miliki Kewenangan Menyusun Dan Menetapkan Haluan Negara
Ketua MPR RI Sebut Hari Lahir Pancasila Momentum Bangun Kembali Kebersamaan
Ketua DPR RI Minta Negara Hadir Lebih Nyata, Kebijakan Harus Tepat Dan Bermanfaat Untuk Rakyat
Presiden Joko Widodo Dorong Kerja Sama Daerah Untuk Bersama Tangani Pandemi Virus Corona
Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Di Bintan
Presiden Joko Widodo Kunjungan Kerja Bertolak Menuju Provinsi Riau Dan Kepulauan Riau
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.344.081 Since: 05.03.13 | 0.199 sec