Keluarga

Pemerintah China Mengumumkan Kebijakan 3 Anak

Tuesday, 01 Juni 2021 | View : 199
Tags : China

BEIJING-SBN.

Pemerintah China mengumumkan pada Senin (31/5/2021) bahwa setiap pasangan suami istri akan diizinkan memiliki hingga tiga anak. Seperti dilaporkan Reuters, perubahan kebijakan besar dari batas dua anak ini terjadi setelah data terbaru menunjukkan penurunan dramatis dalam kelahiran di negara terpadat di dunia itu.

Kantor berita resmi Xinhua melaporkan perubahan kebijakan itu disetujui saat pertemuan politbiro yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping.

Pada tahun 2016, China membatalkan kebijakan satu anak yang telah berumur puluhan tahun. Awalnya kebijakan satu anak diberlakukan untuk menghentikan ledakan populasi.

Namun, pelonggaran dengan batasan dua anak, China ternyata gagal menghasilkan lonjakan kelahiran yang berkelanjutan. Hal itu disebabkan tingginya biaya membesarkan anak di kota-kota China bagi banyak pasangan keluarga muda.

Awal bulan ini, sensus sekali dalam satu dekade di China menunjukkan bahwa populasi tumbuh pada tingkat paling lambat selama dekade terakhir sejak 1950-an. Data menunjukkan tingkat kesuburan 1,3 anak per wanita untuk tahun 2020 saja, setara dengan masyarakat yang menua seperti negara Jepang dan Italia.

Seperti dikabarkan sebelumnya, China memutuskan untuk menghentikan kebijakan satu anak yang telah diterapkan selama beberapa dekade ini.

Seperti dilansir BBC, mengutip pernyataan dari Partai Komunis, kantor berita Xinhua melaporkan, sekarang ini pasangan diizinkan untuk memiliki dua anak.

Kebijakan kontroversial itu diperkenalkan secara nasional pada 1979 untuk memperlambat laju pertumbuhan penduduk. Pasangan yang melanggar kebijakan satu anak menghadapi berbagai hukuman, dari denda, kehilangan pekerjaan hingga aborsi paksa.

Kebijakan itu diperkirakan telah mencegah 400 juta kelahiran. Namun kekhawatiran pada populasi yang menua di China mendesak untuk mengubah kebijakan itu.

Seiring waktu, kebijakan itu telah dilonggarkan di beberapa provinsi. Hal itu karena demograf dan sosiolog memunculkan kekhawatiran tentang biaya sosial yang meningkat dan menurunnya jumlah pekerja.

Menurut pernyataan Community Party's Central Committee yang dimuat kantor berita Xinhua, Kamis (29/10/2015), kebijakan yang mengizinkan keluarga untuk memiliki dua anak dirancang "untuk meningkatkan keseimbangan perkembangan penduduk" dan menghadapi populasi yang menua.

Saat ini, sekitar 30 persen dari penduduk China berusia di atas 50 tahun. Total jumlah penduduk negara itu sekitar 1,36 miliar orang.

Sebelumnya, Pemerintah China, diketahui telah menyetujui keputusan untuk memberikan kesempatan kepada pasangan di negara tersebut, guna memiliki anak kedua, dengan catatan salah satu dari orang tua adalah anak tunggal.

Keputusan ini merupakan pelonggaran kebijakan besar pertama yang terjadi dalam kurun waktu tiga dekade, setelah penerapan aturan menekan angka kelahiran yang cukup ketat di negeri Tirai Bambu itu.

Sejak diimplementasikan sekitar tahun 1980, pemerintah China membatasi sebagian besar pasangan dengan aturan hanya boleh memiliki satu anak.

Berdasar aturan terbaru ini, setiap pasangan dimungkinkan untuk memiliki anak kedua, jika orang tuanya tidak memiliki saudara kandung atau jika anak yang pertama lahir merupakan perempuan.

Laman Xinhua News Agency mengatakan, pihak komite Partai Komunis China sendiri telah memberikan dukungan dan menyetujui resolusi tersebut, serta meresmikannya sebagai keputusan partai. (news/xinhua/reuters)

See Also

Jenazah Putra Sulung Gubernur Jawa Barat Tiba Di Tanah Air
Ketua MPR RI Ajak Selami Kedamaian Melalui Seni Dan Budaya
Presiden Joko Widodo Sebut Buya Syafii Maarif Seorang Guru Bangsa
Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK RI Dengan Adik Presiden Joko Widodo
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Kenang Fahmi Idris Sebagai Sosok Inspiratif
Fahmi Idris Meninggal Dunia
BTS Borong 3 Piala Billboard Music Awards 2022
Presiden RI Dan Ketua MPR RI Jadi Saksi Pernikahan Putri Hary Tanoesoedibyo
Ketua MPR RI Dorong Komika Sampaikan Pesan Kebangsaan Melalui Stand Up Comedy
Bamsoet Resmikan Soft Opening Lounge In The Sky Indonesia, Tempat Baru Hangout Yang Menantang
Buka Lomba Free Fly Piala Ketua MPR RI, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Melindungi Satwa Langka
Piala Juara Free Fly Piala Ketua MPR RI Sama Dengan Piala MotoGP Mandalika Dari Tuksedo Studio Bali
How To Draw Realistic Mouths
Bos Samator Group Arief Harsono Meninggal Dunia
Hari Bidan Nasional, Puan Maharani Sebut Bidan Ujung Tombak Kesehatan Ibu Dan Bayi
Ketua Presidium IPW Neta S. Pane Wafat
Tokoh Konghucu Bingky Irawan Tutup Usia
Lapan Sebut Gerhana Bulan Total Terjadi Bertepatan Hari Raya Waisak
CEO Radio Suara Surabaya, Errol Jonathans Wafat
Wimar Witoelar Wafat Di Rumah Sakit Pondok Indah
Pemakaman Anton Medan Di Masjid Tan Kok Liong
Anton Medan Wafat
UMK Buka Prodi Teknik Industri
Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket
Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby
jQuery Slider
Arsip :20222021202020182016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.474.320 Since: 05.03.13 | 0.2124 sec