Keluarga

Tokoh Konghucu Bingky Irawan Tutup Usia

Monday, 31 Mei 2021 | View : 132

SURABAYA-SBN.

Bingky Irawan alias Poo Sun Bing, tokoh Konghucu meninggal dunia, Senin (31/5/2021).

Sahabat Presiden RI ke-4 K. H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang juga tokoh kerukunan umat beragama asal Jawa Timur, Bingky Irawan, meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit (RS) Delta Surya Sidoarjo, Jl. Pahlawan No.9, Kelurahan Jati, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Senin (31/05/2021) pada pukul 03.00 WIB dini hari. “Benar ada informasi demikian. Putrinya juga rekan saya,” kata Lany salah satu anggota Permabudhi di Surabaya saat dikonfirmasi, Senin, (31/5/2021).

Kabar duka meninggalnya anggota Presidium Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) itu juga menyebar di jejaring aplikasi grup WhatsApp. Ketua Ormas Jogoboyo Surabaya, Ahmad Badrut Tamam membenarkan kabar meninggalnya Bingky itu. "Nggih (benar)," tutur Tamam.

Tamam menjelaskan, pada masa Orde Baru di bawah kekuasaan Soeharto, Bingky kerap menginap di rumah Gus Dur di Ciganjur, Jakarta. Dia sering bersembunyi di sana dari kejaran intel pemerintahan Soeharto.

Konghucu baru diakui kembali oleh negara sebagai agama resmi di Indonesia di masa Presiden Gus Dur dan Bingky salah satu tokoh pejuangnya. Di masa Gus Dur pula perayaan Imlek dijadikan hari libur nasional. “Jasa Bingky Irawan sangat besar bagi umat Konghucu Indonesia," tandas Tamam.

Bingky, lanjut dia, juga menjadi pengelola TITD Boen Bio di Kapasan Surabaya. Gus Dur pernah berkunjung ke tempat ibadah umat Konghucu itu semasa menjadi Presiden. Di situ pula foto Gus Dur dipajang. Karena itu, Bingky selalu tersenyum dan bersemangat ketika berkisah semasa bersama Gus Dur dulu. Mendiang Bingky merupakan sosok yang santun dan murah senyum.

Bingky Irawan adalah salah satu tokoh pejuang agama Konghucu di Indonesia. Ia sahabat sekaligus pengagum Gus Dur. Bingky Irawan dikenal dekat dengan tokoh Nahdlatul Ulama yang juga mantan Presiden RI, Dr. K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Rohaniawan agama Khonghucu tersebut, Bingky tutup usia pada umur 71 tahun. Dari kabar yang didapat, rencananya, mendiang Bingky akan disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa, Jl. Demak No. 90-92, Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

Almarhum Bingky akan dimakamkan pada hari Jumat (4/6/2021) di Sentong, Malang.

Bingky Irawan lahir di Surabaya, Jawa Timur, 7 Februari 1952. 

Ketua Umum Perkumpulan Rohaniawan Khonghucu Indonesia (Parakhin) ini dikenal sebagai tokoh pejuang emansipasi penganut ajaran Konghucu di Indonesia.

Bingky saat ini adalah anggota presidium Matakin. Matakin singkatan dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia.

Mendiang Bingky juga adalah mantan ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Jawa Timur dan mantan pengurus Kelenteng Boen Bio di Jl Kapasan Surabaya.

Bingky dikenal sangat dekat dengan K. H. Abdurrahman Wahid, mantan presiden Republik Indonesia sekaligus kiai senior Nahdlatul Ulama.

Rohaniawan agama Khonghucu ini memperjuangkan hak-hak sipil umat Konghucu dan warga China umumnya.

Pada era Orde Baru, warga keturunan China di Indonesia mengalami diskriminasi hampir di segala bidang. Ekspresi budaya China dilarang keras.

Rezim Orde Baru hanya membakukan lima agama (Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha) sebagai agama resmi. Di luar lima agama itu dianggap bukan agama, termasuk Konghucu.

Para penganut ajaran Konghucu ini juga diawasi secara ketat, termasuk ketika beribadah di Kelenteng masing-masing.

Saat menjadi Presiden Indonesia, Gus Dur mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000.

Keppres ini mengatur antara lain penyelengaraan kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat China.

Ekspresi budaya, agama, seni, bahasa, dan segala sesuatu yang berbau China pun bisa dinikmati di tanah air.

Pada tahun 2001 Gus Dur kembali membuat gebrakan dengan menjadikan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional fakultatif. 

Gus Dur sendiri hadir dalam perayaan Imlek tingkat nasional di Jakarta.

Kebijakan Presiden Abdurrahman Wahid kemudian diteruskan oleh Megawati Soekarnoputri, penggantinya.

Presiden Megawati menetapkan Tahun Baru Imlek alias Sin Cia sebagai hari libur nasional. (tri/js)

See Also

Ketua Presidium IPW Neta S. Pane Wafat
Pemerintah China Mengumumkan Kebijakan 3 Anak
Lapan Sebut Gerhana Bulan Total Terjadi Bertepatan Hari Raya Waisak
CEO Radio Suara Surabaya, Errol Jonathans Wafat
Wimar Witoelar Wafat Di Rumah Sakit Pondok Indah
Pemakaman Anton Medan Di Masjid Tan Kok Liong
Anton Medan Wafat
UMK Buka Prodi Teknik Industri
Penularan HIV/AIDS Melalui Hubungan Seksual Di Iran Meroket
Tekan Angka Kematian Bayi Akibat Hipotermia, Mahasiswa UMK Rancang Pup Baby
Perlu Ada Pelatihan Membuat Manisan Belimbing Dan Jambu
Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual Di Media Sosial
Mahasiswa UMK Amati Produksi Kretek
Friend Peace Team Asia West Pacific-USA Berbagai Pengalaman Dengan Mahasiswa UMK
Manfaat Besar Bawang Putih Bagi Kesehatan
Konsumsi 7 Makanan Hadapi Kanker
Lagu Iwan Fals Menggema Di Arena Musywil Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-47
Segera Ada Sosis Anti-kanker Usus
Kudapan Indonesia Laris Di Farmers Market Praha
Deteksi Dini Mencegah Diabetes Melitus
Tiga Kuliner Jadi Andalan Indonesia Di MEA
Turunkan Kolesterol Dengan Cuka Apel
Diam-diam 7 Penyakit Ini Tanpa Disadari Mengakibatkan Kematian
Makanan Sehat Bunuh Sel Kanker
Hoax, Facebook Kenakan Tarif Bagi Penggunanya
jQuery Slider
Arsip :2021202020182016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.086.590 Since: 05.03.13 | 0.154 sec