Hukum

KPK Panggil Kepala BPKD DKI Jakarta

Tuesday, 25 Mei 2021 | View : 166

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan di Jakarta Timur. Edi dipanggil sebagai saksi.

"Hari ini (Selasa, 25/5/2021) pemeriksaan saksi TPK terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, tahun 2019," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).

KPK juga memanggil Senior Manager Divisi Pertanahan dan Hukum Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yadi Robby. Dia juga dipanggil sebagai saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada kesepakatan khusus di balik pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur oleh Perumda Sarana Jaya. Kesepakatan khusus itu ditelisik KPK dari salah satu tersangka yang juga mantan Direktur Utama Sarana Jaya yaitu Yoory Corneles Pinontoan.

"Dikonfirmasi terkait adanya dugaan kesepakatan khusus dalam proses negosiasi dengan pihak-pihak yang terkait perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

Pemeriksaan terhadap Yoory berlangsung Kamis (8/4/2021). KPK juga telah sudah melakukan pemeriksaan terhadap Yoory pada Kamis (8/4/2021). Yoory dicecar soal proses pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Ali Fikri mengatakan Yoory turut didalami pengetahuannya soal proses pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

"Didalami pengetahuan yang bersangkutan antara lain terkait dengan proses pengadaan tanah di wilayah Munjul, Cipayung," ujar Ali Fikri.

Yoory Corneles Pinontoan sudah tercatat dua kali menjalani pemeriksaan di KPK berkaitan dengan perkara dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta yang menjeratnya. Namun, mantan Direktur Utama PD Sarana Jaya yang telah berstatus tersangka itu belum ditahan KPK.

"Seputar keterangan yang dibutuhkan berikut dengan datanya semuanya, gitu aja ya, terima kasih," ucap Yoory selepas menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

Setelah diperiksa, Yoory enggan berbicara banyak. Yoory tercatat telah 2 kali diperiksa di KPK, di mana pemeriksaan pertama dilakukan pada Kamis, 25 Maret 2021.

"Tanya ke penyidik, saya cuma menyampaikan keterangan saja. (Juga menyampaikan) semua data yang berkaitan," ujar Yoory sembari melenggang meninggalkan KPK.

Sebelumnya, tim penyidik KPK memanggil ulang Direktur Utama Nonaktif Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan, lantaran kemarin tidak bisa hadir. Yoory akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta.

"Hari ini pemeriksaan saksi di TPK terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019. Pemeriksaan dilakukan di kantor KPK, Jakarta Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (25/3/2021).

Selain Yoory, Ali mengatakan pihaknya memanggil tiga saksi lainnya. Saksi tersebut ialah pemilik KJPP Wisnu Junaidi dan Rekan, Wisnu Jaidi; Direktur PT. Adonara Propertindo Tommy Adrian dan suami dari Anja Runtuwene, Rudi.

Sebelumnya, tim penyidik KPK memanggil Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Bima Priya Santosa, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta yang menjerat Direktur Utama PD Sarana Jaya nonaktif, Yoory Corneles Pinontoan. Bima dijadwalkan diperiksa sebagai saksi.

"Pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Tahun 2019, pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (23/3/2021).

Ali menerangkan, selain memanggil petinggi Sarana Jaya, penyidik KPK memanggil saksi dari kalangan pengusaha. Pengusaha yang dipanggil untuk saksi hari ini ialah Rudy Hartono Iskandar.

"Iya (pengusaha) Rudy Hartono Iskandar," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Direktur PT. Adonara Propertindo Anja Runtuwene absen dari panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta yang menjerat Direktur Utama PD Sarana Jaya nonaktif, Yoory Corneles Pinontoan. KPK pun meminta Anja Runtuwene agar kooperatif.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Anja tidak bisa memenuhi panggilan KPK hari ini. Menurut Ali, yang bersangkutan meminta dijadwalkan ulang besok.

"Sebagaimana Informasi yang kami terima, Anja Runtuwene (Wakil Direktur PT. Adonara Propertindo) mengirimkan surat tertulis kepada tim penyidik KPK untuk diagendakan pemeriksaan ulang pada hari Selasa (23/03/2021)," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/3/2021).

Dengan penjadwalan ulang besok, KPK meminta Anja untuk kooperatif memenuhi panggilan. "KPK menghimbau dan mengingatkan pada yang bersangkutan untuk kooperatif hadir sebagaimana jadwal yang telah ditentukan tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, tim penyidik KPK memanggil Wakil Direktur PT. Adonara Propertindo Anja Runtuwene terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta yang menjerat Direktur Utama PD Sarana Jaya nonaktif, Yoory Corneles Pinontoan. Anja dijadwalkan diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

"Senin (22/3/2021), bertempat di gedung KPK Merah Putih, tim penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan TPK (Tindak Pidana Korupsi) terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (22/3/2022).

Dalam kasus ini, KPK telah melakukan penggeledahan di tiga lokasi yakni Kantor PT. Adonara Propertindo di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Gedung Sarana Jaya, Jakarta Pusat, dan rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara. KPK menyita sejumlah dokumen terkait perkara ini.

"Dari beberapa lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini," kata Ali kepada wartawan Selasa (9/3/2021).

Ali mengatakan bukti-bukti yang diamankan tersebut akan dilakukan validasi dan verifikasi. KPK menyita dokumen tersebut untuk menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan dimaksud.

"Tim penyidik KPK saat ini masih terus mengumpulkan dan melengkapi bukti-bukti terkait penyidikan dugaan TPK pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019," ucap Ali.

Seperti diketahui, perkara dugaan korupsi pengadaan lahan di DKI itu muncul ke permukaan setelah diketahui adanya dokumen resmi KPK yang mencantumkan sejumlah nama tersangka. Tampak terulis para tersangka, Yoory Corneles, Anja Runtuwene, dan Tommy Adrian. Ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT. Adonara Propertindo.

Identitas tersangka yang disebutkan jelas ialah Yoory Corneles sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya. Diketahui nama Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya adalah Yoory Corneles Pinontoan. Namun, belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonaktifkan Yoory dari jabatannya itu.

Dalam dokumen itu, disebutkan pula perkara dugaan korupsi itu terkait pembelian lahan di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 2019, oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

See Also

Ketua MPR RI Dorong Menteri ATR/Kepala BTN Tegas Berantas Mafia Tanah
Anak TKI Yang Ditinggal Ibunya Resmi Mendapat Kewarganegaraan Malaysia
Kabareskrim Minta Polda NTB Hentikan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka
Kapolri Jamin Korban Begal Jadi Tersangka Dapat Keadilan
Kapolda NTB Menyatakan Penyidikan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka Dihentikan
Kronologi Ade Armando Dikeroyok Massa Demo Di Depan Gedung DPR RI
Terawan Diberhentikan Dari IDI, Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia Protes Keras
Ketua MPR RI Dukung Polri Terapkan Restorative Justice Dalam Berbagai Perkara Yang Relatif Ringan
Bamsoet Sebut KADIN Indonesia Dan Polri Siapkan MOU Pendampingan Dan Pencegahan Pelanggaran Hukum
Rapat Pimpinan TNI-Polri, Bamsoet Tekankan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Sebut KADIN Dan Kejakgung Akan Berikan Edukasi Hukum Kepada Para Pengusaha
Bamsoet Apresiasi Capaian Kinerja Mahkamah Agung Di Tahun 2021
Bamsoet Dukung Polri Perkuat Sosialisasi Dan Pemberian Efek Jera Investasi Bodong
Kejahatan Seksual Kian Marak, Puan Pastikan DPR RI Gas Selesaikan RUU TPKS
Dampak Pembongkaran Bangunan Pedagang Pinggir Sungai Duta Indah, Bekasi.
Pembongkaran Bangunan Pinggir Sungai Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Festival Cegah Korupsi
Ketua MPR RI Minta Pemerintah Investigasi Kebocoran Data 297 Juta Penduduk
Bamsoet Apresiasi Capaian 100 Hari Kinerja Kapolri
Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
jQuery Slider

Comments

Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.247.082 Since: 05.03.13 | 0.1716 sec