Agama & Masyarakat

Bamsoet Tekankan Menjaga Kebhinekaan Dalam Pluralitas Adalah Fitrah Bangsa Indonesia

Friday, 21 Mei 2021 | View : 109

DENPASAR-SBN.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ke-15, H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A. atau yang akrab disapa Bamsoet bersama Tokoh Ulama Nasional Gus Miftah, menekankan bahwa menjaga kebhinekaan dalam pluralitas adalah fitrah bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia terwujud tidak lain karena bangkitnya semangat nasionalisme. Para pendiri dan seluruh elemen bangsa yang terdiri dari berbagai latar belakang Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) bersatu padu berjuang melawan penjajah. Tugas semua elemen bangsa memastikan cita-cita proklamasi kemerdekaan mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur bisa terwujud. 

"Bukan justru malah menghancurkan ikatan kebangsaan melalui polusi ujaran kebencian berlandaskan SARA. Khususnya dengan menyalahgunakan ajaran agama untuk merendahkan ataupun memusuhi saudara sebangsa. Maupun mendeskriditkan salah satu suku tertentu. Ingat, mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudara dalam kemanusiaan. Dan puncak ajaran agama adalah cinta," ujar Bamsoet dalam 'Silaturahmi Kebangsaan Demi Merawat Kebhinekaan dan Keutuhan NKRI' yang diselenggarakan Polda Bali di MaPolda Bali, Jl. W.R. Supratman No.7, Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Kamis (20/5/2021). 

Turut hadir antara lain Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, Anggota Komisi IV DPR RI A. A. Bagus Adhi Mahendra Putra. Hadir pula para Ketua dan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama Bali, para rektor dan perwakilan dari berbagai universitas Bali, serta para perwakilan mahasiswa Papua dan elemen mahasiswa lainnya. Hadir secara virtual para Kapolres dan Kapolsek se-Bali. 

Mantan Ketua DPR RI ke-18 masa jabatan 15 Januari 2018-30 September 2019 ini menegaskan, sebagaimana diungkapkan Bung Karno dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945, bahwa Negara Republik Indonesia bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua. 

"Presiden Abdurrahmah Wahid (Gus Dur) juga menegaskan, tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik buat semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu," tegas Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menerangkan, daripada sibuk mempolitisasi SARA, lebih baik energi bangsa dihabiskan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang adil dan makmur. Mengingat menurut Bank Dunia, PDB Indonesia tahun 2018 menembus 1,04 triliun US dollar, menempatkan Indonesia pada ranking 16 dunia. Bahkan jika diukur dari paritas daya beli, Indonesia menduduki rangking 7 dunia. 

"Namun ketika angka tersebut dibandingkan dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia, maka pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia ada di angka 3.840 US dollar. Menempatkan Indonesia di ranking 120 dunia. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa pemerataan kesejahteraan masih harus kita perjuangkan bersama," pungkas Bamsoet.

Gus Miftah menambahkan, Indonesia merupakan Rumah Besar, yang di dalamnya terdapat berbagai kamar yang terdiri dari bagi berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan. Jika para pemilik kamar kembali ke kamarnya masing-masing, tidak salah masuk apalagi merusak kamar pemilik lain, niscaya kerukunan, persatuan, dan juga perdamaian akan tetap terwujud. 

"Mereka yang gagal paham dalam kebhinekaan, menjadi mudah menistakan agama yang lain, menyemarakan intoleransi, serta berujung pada sikap radikal. Agar tidak gagal paham, ikutlah pendapat ahli. Jangan ikut orang yang ahli berpendapat. Tentang hati, ibadah, dan keyakinan beragama merupakan wilayah privat yang tidak bisa dicampuradukan oleh orang lain. Tapi dalam muamalah, kita bisa berjalan bersama," papar Gus Miftah.

See Also

Merawat Hubungan Antaragama
Mewujudkan Panggilan Gereja Di Tengah Covid 19
Sidang Istimewa Gereja Presbyterian Indonesia
Sewindu Wafatnya Taufiq Kiemas, Said Aqil Siradj Sebut Beliau Tokoh Nasionalis Dan Religius
Ketua DPR RI Sebut Masjid At-Taufiq Dibangun Untuk Kenang Jasa Almarhum Taufiq Kiemas
Haul Sewindu Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Sebut Sudah Sewindu Bapak Wafat Tapi Masih Terasa Jasanya
Sewindu Wafatnya Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Katakan Saya Bersyukur Pernah Digembleng Pak Taufiq
Indonesia Resmi Tak Berangkatkan Ibadah Haji 2021
Menteri Agama Akan Umumkan Kepastian Ibadah Haji 2021 Kamis Besok Siang
Bamsoet Sebut Pesan Gus Dur Soal Agama & Suku
Teliti Bisnis Sufistik Al-Ghazali Kiai Pesantren Raih Gelar Doktor
Gereja Katolik Tolak Memberkati Pernikahan Pasangan Sejenis
Agenda Pemimpin Tertinggi Katolik Di Irak
Wakil Ketua MPR RI Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Rasisme Tumbuh Di Indonesia
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.389.075 Since: 05.03.13 | 0.1651 sec