Ekonomi

Nilai Tukar Cryptocurrency Anjlok

Monday, 17 Mei 2021 | View : 72

NEW YORK-SBN.

Pendiri dan CEO Tesla Motors, Elon Reeve Musk FRS menghentikan transaksi dengan bitcoin sebagai alat pembayaran di perusahaannya karena masalah lingkungan. Demikian disampaikan CEO SpaceX dan founder The Boring Company tersebut, Musk melalui Twitternya, Rabu lalu (12/5/2021) waktu setempat.

Akibat pernyataan tersebut, nilai tukar cryptocurrency itu langsung anjlok 5% dalam hitungan menit dan dalam hitungan jam, sekitar US$ 365,85 miliar (Rp 5.200 triliun) kapitalisasi pasar bitcoin lenyap.

Pada Kamis (13/5/2021) waktu AS atau Jumat pagi di Indonesia, semua aset kripto masih mengalami koreksi yang dalam. Bitcoin anjlok 7,9%, ethereum turun 7,49%, XRP turun 1,71%, litecoin turun 9,75%, dan bitcoin cash turun 11,41%.

Pada Februari lalu, Tesla membeli bitcoin yang pada saat itu nilainya ekuivalen US$ 1,5 miliar dan mengatakan akan menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Sejak saat itu, valuasi bitcoin meningkat dan kini Tesla memiliki bitcoin senilai US$ 2,5 miliar. Musk mengatakan transaksi menggunakan bitcoin akan kembali jika proses "menambang (mining)" bitcoin menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable).

Proses menambang bitcoin menggunakan komputer yang sangat boros energi. Menurut data Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index, konsumsi energi penambangan cryptocurrency diperkirakan menghabiskan energi sekitar 121.36 terawatt-hours (TWh) per tahun, lebih banyak dari negara-negara seperti Swedia dan Malaysia.

Blockchain, teknologi yang mendasari lahirnya aset kripto, membutuhkan jaringan komputer yang terdesentralisasi di seluruh dunia. Pada prinsipnya, komputer-komputer ini berusaha memecahkan algoritma dari program blockchain dan jika berhasil, akan mendapatkan proof of work (berupa bitcoin atau aset kripto lainnya tergantung pada blockchain yang digunakan). Untuk memecahkan algoritma ini dibutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi, dan semakin tinggi spesifikasinya, maka energi yang digunakan semakin boros.

Carol Alexander, profesor di University of Sussex Business School, mengatakan tingkat kesulitan memecahkan algoritma bitcoin terus naik selama tiga tahun terakhir karena semakin banyak penambang kripto.

Harga bitcoin naik 70% tahun ini saja dan ini semakin mendorong penambang untuk terjun.

Tidak hanya Musk, Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga memperingatkan akan pemborosan energi dari penambangan kripto.

Di sisi lain, pendukung aset kripto berusaha membantah kritik pemborosan energi. Alexander juga mengatakan bahwa sebagian besar transaksi bitcoin dilakukan di pasar sekunder, alias di jual beli cryptocurrency, sehingga tidak merusak lingkungan.

Namun, kesadaran perusahaan-perusahaan dunia akan isu ESG -lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola (corporate governance)- semakin berkembang. Investor-investor Tesla misalnya melihat ironi pada klaim perusahaan sebagai perusahaan "hijau" tetapi di sisi lain memiliki investasi bitcoin yang boros energi.

Laith Khalaf, analis dari AJ Bell, mengatakan kepada CNBC.com, bahwa isu lingkungan adalah subyek yang sensitif saat ini. "Langkah Tesla (menghentikan pembayaran dengan bitcoin) adalah panggilan kepada pebisnis dan konsumen bitcoin yang belum menyadari dampaknya terhadap emisi karbon." kata Khalaf. (cnbc)

See Also

Memilih Domain And Hosting
Mau Belanja Gadget Komputer Murah?
Meraup Uang Via Media Sosial
Start Making Money With Click Wealth System
Piano For All-Click Bank
Pembongkaran Bangunan Dan Pedagang Kaki Lima Di Perumahan Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Presiden Joko Widodo Sebut Gunakan Uang Rakyat Sebaik-baiknya
Bursa Asia Pasifik Melonjak
Bursa Eropa Turun
Penambang Bitcoin Lari Ke Kazakhstan Hingga Amerika Serikat
Saat Ketua DPR RI Keliling Solo Ditemani Gibran
Minister Suharso Monoarfa Elaborate Bappenas Work Plan In 2022
Menteri PPN Paparkan Rencana Kerja Bappenas Tahun 2022
Bertemu Ketua DPR RI, Warga Pulau Talise Sulut Berharap Aliran Listrik 24 Jam
Berkunjung Ke Pulau Talise, Ketua DPR RI Minta Pemda Genjot Pembangunan
Menteri PPN Pimpin Multilateral Meeting, Bahas Reformasi Sistem Kesehatan Nasional
Ketua DPR RI Minta APBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian Akibat Virus Corona
Luncurkan Buku Cegah Negara Tanpa Arah, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Ajak UMJ Mencegah Negara Tanpa Arah Dengan Menghadirkan Kembali PPHN Pasca 2024
Perdana Menteri Polandia Tolak Tutup Pertambangan Batu Bara
Bursa Eropa Dibuka Menguat
Elon Musk Menghentikan Penggunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Mobil Listrik Tesla
Microsoft Corporation Bangun Pusat Data Di Malaysia
Perum Bulog Akan Serap 50.000 Ton Beras Petani Sumatera Selatan
Facebook Inc. Bersedia Bayar Konten Berita News Corp Australia
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.370.937 Since: 05.03.13 | 0.1464 sec