Internasional

Uni Emirat Arab Prihatin Atas Meningkatnya Kekerasan Di Israel Dan Palestina

Monday, 17 Mei 2021 | View : 35

ABU DHABI-SBN.

Dunia Arab bersatu dalam mengutuk serangan udara Israel di Gaza. Negara-negara yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel di antaranya Uni Emirat Arab/United Arab Emirates, Bahrain, Sudan, dan Maroko juga turut mengkritik negeri Yahudi itu.

Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan mengungkapkan keprihatinan besar UEA akan meningkatnya kekerasan di Israel dan Palestina.

Menlu UEA itu juga menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada semua korban yang terbunuh karena pertempuran sengit antara Israel dan kelompok Hamas tersebut.

Seperti dilansir media Al-Arabiya, Senin (17/5/2021), dalam pernyataan Al Nahyan yang dirilis kantor berita resmi UEA, WAM, disebutkan bahwa UEA juga ikut menyerukan penghentian segera kekerasan dan permusuhan, dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan mengambil langkah segera untuk mematuhi gencatan senjata dan memulai dialog politik.

"Peristiwa menyakitkan yang kita saksikan minggu lalu adalah pengingat penting tentang perlunya memulai dialog damai dan rekonsiliasi, dan dalam hal ini kami mengandalkan janji Kesepakatan Abraham untuk generasi sekarang dan masa depan untuk hidup dengan tetangga mereka dalam damai, bermartabat, dan kemakmuran," demikian pernyataan Al Nahyan.

Al Nahyan menambahkan, kepemimpinan nyata pada saat krisis ini membutuhkan penghentian semua tindakan dan praktik provokatif, dan balas dendam yang akan meningkatkan ketegangan antara kedua belah pihak, dan bekerja untuk menenangkan situasi dan mengurangi ketegangan.

Sedikitnya 190 warga Palestina tewas akibat ratusan gempuran Israel di Gaza, termasuk 55 anak dan 33 wanita, dengan 1.230 orang lainnya luka-luka.

Di pihak Israel, delapan orang tewas, termasuk seorang bocah 5 tahun, akibat sekitar 3.100 serangan roket yang ditembakkan kelompok Hamas dari Gaza.

Hamas yang menguasai Gaza dilaporkan mulai menembakkan rentetan roket ke Israel dan Yerusalem pada Senin (10/5/2021) pekan lalu, yang memicu gempuran udara balasan dari Israel ke Gaza. (al-Arabiya/wam)

See Also

Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.342.892 Since: 05.03.13 | 0.949 sec