Internasional

Sejumlah Ledakan Bom Guncang Myanmar

Sunday, 02 Mei 2021 | View : 7
Tags : Myanmar, Yangon

YANGON-SBN.

Sejumlah bom meledak di Yangon, kota terbesar Myanmar ketika para pengunjuk rasa menggelar aksi demo singkat pada Sabtu (1/5/2021), untuk menentang junta militer yang telah memegang kekuasaan selama tiga bulan.

Negara itu telah berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu, mengakhiri secara tiba-tiba eksperimen Myanmar yang berumur pendek dengan demokrasi.

Kudeta militer tersebut memicu perlawanan rakyat besar-besaran, yang coba ditumpas oleh pihak berwenang dengan mengerahkan kekuatan mematikan dan peluru tajam.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/5/2021), ketika Myanmar memasuki bulan keempat di bawah kekuasaan militer pada hari Sabtu (1/5/2021), para pengunjuk rasa di pusat komersial Yangon, pusat kerusuhan dengan banyak personel keamanan melakukan aksi demonstrasi kilat, berbaris cepat di jalan-jalan untuk menghindari konfrontasi dengan polisi dan tentara.

"Kita memiliki kebenaran. Hanya kebenaran yang akan menang," demikian bunyi spanduk yang dikibarkan para pengunjuk rasa saat mereka berbaris dengan cepat melintasi kawasan, menunjukkan salam hormat tiga jari untuk menantang junta.

Di kota Insein, Yangon, ledakan bom meledak sekitar pukul 10 pagi di dekat sekolah setempat, kata seorang penduduk yang tinggal di dekatnya.

"Beberapa pasukan keamanan datang untuk memeriksa daerah ledakan, tetapi saya hanya mengawasi dari jauh dari rumah saya karena saya khawatir mereka akan menangkap saya," katanya kepada AFP, seraya menambahkan bahwa dia melihat asap membubung.

Pada sore hari, dua ledakan bom lagi terjadi di Yankin, lebih jauh ke selatan, menurut penduduk setempat yang tinggal di kota pemukiman yang rindang.

"Saya mendengarnya dari tempat saya, saya kira itu guntur," kata seorang warga kepada AFP, seraya menambahkan bahwa ledakan itu membuat pasukan keamanan gelisah.

Masih belum jelas apakah ada yang terluka akibat ledakan itu.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas bom yang meledak dengan frekuensi yang meningkat di Yangon tersebut.

"Mereka (junta) telah membuat orang hidup dalam ketakutan dan itu bagus untuk membuat mereka gelisah juga," kata warga Yankin itu.

Menurut kelompok pemantau setempat, hampir 760 warga sipil telah tewas dalam kerusuhan antikudeta, meskipun junta mencatat jumlah kematian yang jauh lebih rendah. (afp)

See Also

Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.957.941 Since: 05.03.13 | 0.2241 sec