Internasional

Presiden Amerika Serikat Melarang Sebagian Penerbangan Dari India

Sunday, 02 Mei 2021 | View : 6

WASHINGTON D.C.-SBN.

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46, Joseph Robinette Biden Jr. atau lebih dikenal Joe Biden memberlakukan pembatasan perjalanan dari India sehubungan dengan melonjaknya rekor kasus di negara tersebut beberapa waktu belakangan. Aturan tersebut akan melarang sebagian besar warga negara non-AS memasuki Amerika Serikat.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (2/5/2021) pembatasan baru yang berlaku 4 Mei mendatang dilakukan atas saran dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan diberlakukan karena melonjaknya kasus Virus Corona (Covid-19) di India.

Penandatangan aturan tersebut dilakukan pada Jumat (30/4/2021) lalu. Dalam aturan tersebut, India disebut menyumbang lebih dari sepertiga kasus global baru dan tindakan proaktif diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari para pendatang yang memasuki Amerika Serikat dari India.

Pada bulan Januari lalu, Biden mengeluarkan larangan serupa pada warga negara non-AS dari Afrika Selatan. Saat itu, larangan masuk juga berlaku dari pengunjung non-AS yang pernah berada di Brasil, Inggris, Irlandia, dan 26 negara di Eropa lainnya.

Menurut kebijakan tersebut, warga negara non-AS yang telah berada di salah satu negara yang disebutkan dalam 14 hari terakhir tidak memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Pengecualian diberikan bagi warga AS, anggota keluarganya dan para pelajar.

"Keputusan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan terbaru muncul dengan cepat dan hanya dicapai dalam 24 jam terakhir," kata seorang sumber.

Diketahui India telah melaporkan lebih dari 300.000 kasus baru setiap hari selama sembilan hari berturut-turut, dan mencapai rekor global sebesar 401,993 kasus pada Sabtu (1/5/2021).

Total kematian telah melampaui 200.000 usai terjadinya kampanye politik dan festival keagamaan yang memicu kerumunan.

Negara lain telah memberlakukan pembatasan perjalanan serupa ke India, termasuk Inggris, Jerman, Italia, dan Singapura, Kanada, Hong Kong, dan Selandia Baru.

Amerika Serikat juga mengirim pasokan bantuan senilai lebih dari US $ 100 juta ke India untuk melawan lonjakan COVID-19.

Persediaan termasuk tabung oksigen, masker N95 dan tes diagnostik cepat juga diberikan. Amerika Serikat juga telah mengalihkan pesanan pasokan manufaktur AstraZeneca ke India, yang akan memungkinkannya membuat lebih dari 20 juta dosis vaksin COVID-19. (reuters)

See Also

Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.958.207 Since: 05.03.13 | 0.2082 sec