Internasional

Harga Obat Virus Corona Di Pasar Gelap India Mencekik Leher

Sunday, 02 Mei 2021 | View : 8

NEW DELHI-SBN.

Tak hanya oksigen medis yang membuat krisis Covid-19 di India memburuk. Kasus kematian juga melonjak karena India mengalami kelangkaan obat-obatan. Sekalipun ditemukan di pasar gelap, harga obat itu mencekik leher.

Seperti dilaporkan AP, Kamis (29/4/2021), ada saja orang yang berusaha mengambil keuntungan dalam kemalangan orang lain. Di tengah kepanikan dan keputusaan, banyak orang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan uang.

 

Pedoman pengobatan terbaru India mencerminkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Amerika Serikat dengan pengecualian utama: India mengizinkan pasien yang sakit ringan diberi hidroksikloroquine atau ivermectin, obat yang digunakan untuk penyakit tropis tertentu.

Meskipun dikenal sebagai produsen utama obat secara global, regulasi obat-obatan India tergolong buruk bahkan sebelum pandemi. Keputusasaan yang memuncak akhirnya mendorong orang untuk mencoba apa saja.

Dr Amar Jesani, seorang ahli etika medis, mengatakan banyak obat resep dapat dibeli bebas, termasuk obat darurat yang diterangi oleh otoritas India untuk Covid-19.

“Rumah sakit dan dokter sudah terbiasa memiliki 'peluru ajaib' yang akan menyembuhkan Anda,” katanya, seraya menjelaskan penggunaan obat-obatan yang tidak terbukti saat kasus Covid-19 meroket.

Beruntung, ada kelompok aktivis pemuda yang membantu pasien menemukan obat-obatan dan tempat tidur rumah sakit. Meskipun demikian, upaya mereka tidak dapat meredam harga.

“Harga pasar gelap untuk remdesivir, yang diproduksi oleh beberapa perusahaan India, telah meningkat hingga 20 kali lipat menjadi sekitar US$ 1.000 (Rp 14,4 juta) untuk satu botol,” kata Siddhant Sarang, seorang sukarelawan Yuva Halla Bol.

Pada September, data federal menunjukkan bahwa pembuat obat India telah membuat lebih dari 2,4 juta botol obat. Tetapi ketika kasus-kasus merosot pada bulan September, perusahaan menghancurkan sebagian besar stok kedaluwarsa dan produksi menurun.

“Dengan permintaan yang tinggi, dealer pasar gelap menuntut uang tunai dimuka. Orang pergi ke dealer dengan 200.000 sampai 300.000 rupee (US$ 2.700 atau Rp 39 juta sampai US$ 4.000 atau Rp 57,7 juta) dalam koper,” kata Sarang.

Pihak berwenang sudah mulai menindak dealer. Di New Delhi, misalnya, penggerebekan dilakukan di toko-toko atau orang-orang yang dicurigai menimbun tabung oksigen dan obat-obatan.

Terlepas dari semua upaya putus asa, obat-obatan yang berhasil tetap tidak tersedia bagi banyak orang.

Obat antibodi pemblokir virus, banyak digunakan di tempat lain, belum diizinkan di India. Roche, yang bekerja dengan Regeneron Pharmaceuticals dalam memasarkan salah satu pengobatan tersebut, menyatakan pada Rabu bahwa pihaknya sedang bernegosiasi dengan India untuk mempercepat penggunaan darurat. Pembuat obat Amerika Eli Lilly, yang membuat pengobatan serupa, menyatakan sedang berdiskusi dengan pemerintah India. (ap)

See Also

Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.958.178 Since: 05.03.13 | 0.2078 sec