Internasional

Otoritas Turki Larang Dokumentasikan Kekerasan Aparat Keamanan

Sunday, 02 Mei 2021 | View : 7
Tags : Turki

ANKARA-SBN.

Otoritas Turki melarang warga mendokumentasikan kekerasan aparat saat unjuk rasa May Day atau Hari Buruh Sedunia, Sabtu (1/5/2021). Lebih dari 200 demonstran ditahan saat mereka menentang larangan karantina wilayah.

Seperti dilaporkan Arabnews, Direktorat Jenderal Keamanan Turki di bawah kementerian dalam negeri telah mengeluarkan surat edaran yang melarang warga merekam atau merekam petugas polisi selama demonstrasi.

Surat edaran tersebut, yang diungkapkan oleh Progressive Lawyers Association, datang tepat sebelum perayaan Hari Buruh dan Solidaritas 1 Mei di seluruh negeri.

Tahun ini, karena pandemi karantina wilayah, hanya pimpinan dari beberapa serikat pekerja yang diizinkan mengadakan tugu peringatan untuk menandai hari raya tahunan, sementara pekerja tidak diikutsertakan.

"Surat edaran ini ditujukan untuk melindungi privasi pejabat keamanan. Pelanggaran privasi terkadang menyebabkan gambar dan suara personel keamanan beredar daring sedemikian rupa sehingga keamanan mereka dan keselamatan warga negara terganggu," bunyi surat edaran tersebut.

Dikatakan, surat ini mencegah pemenuhan tugas mereka dan mengarah pada kesalahan penilaian populer tentang departemen keamanan.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa larangan tersebut melanggar hukum dan akan mengancam hak-hak warga negara dengan melemahkan akuntabilitas polisi dan mencegah pengumpulan bukti, terutama dalam kasus tempat polisi melakukan kekerasan terhadap para demonstran.

“Tidak ada dasar hukum dari surat edaran seperti itu. Konstitusi memberikan hak privasi hanya kepada individu, dan lembaga publik serta pejabat publik dibebaskan dari perlindungan tersebut,” ujar Gokhan Ahi, seorang pengacara yang berspesialisasi dalam hukum teknologi dan Teknologi Informasi, kepada Arabnews.

See Also

Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.957.965 Since: 05.03.13 | 0.1649 sec