Ekonomi

Perum Bulog Akan Serap 50.000 Ton Beras Petani Sumatera Selatan

Sunday, 18 April 2021 | View : 172

PALEMBANG-SBN.

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) berjanji menyerap sebanyak 50.000 ton beras petani di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Mei 2021.

Pemimpin Wilayah Bulog Divre Sumsel-Babel Ali Ahmad Najih Amsari di Palembang, Minggu (18/4/2021), mengatakan, target itu sesuai dengan permintaan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) karena saat ini sedang puncak panen di sejumlah sentra produksi.

“Kami optimis tercapai karena sekarang terus membeli beras petani. Setidaknya 700 ton setiap hari,” kata dia.

Ia mengatakan Bulog diminta Pemprov Sumsel dapat menyerap 80.000 ton beras petani untuk dua musim tanam tahun ini.

Lantaran melonjaknya produksi petani, Bulog pun diminta hingga Mei 2021 merealisasikan sebanyak 50.000 ton beras atau sesuai kapasitas maksimal gudang.

Untuk mencapai target tersebut, Bulog mengaktifkan gudangnya di sejumlah wilayah walau di hari libur Sabtu dan Minggu. Hingga Maret 2021, Bulog sudah menyerap 16.334 ton beras petani Sumsel.

Menurutnya, penyerapan dilakukan hingga ke tingkat penggilingan kecil.

Namun, ia tak menyangkal ada sejumlah daerah yang tidak dapat dijangkau lantaran kendala infrastruktur.

“Persoalan tata niaga beras ini ada di sisi output dan input, yang perlu diperbaiki. Mulai dari transfortasi hingga kualitas beras yang dihasilkan petani,” kata dia.

Jika saja infrastruktur sudah memadai, maka Bulog memastikan akan menjangkau seluruh daerah sentra produksi beras Sumsel.
Tapi, faktanya terdapat wilayah remote area, yang mana petaninya sulit untuk mengases gudang Bulog, kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tananam Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel R Bambang Pramono, meminta para petani di wilayahnya untuk menunda menjual Gabah Kering Giling (GKG) yang melebihi kebutuhan hidup. Ini menyusul lantaran anjloknya harga gabah saat ini.

Selain itu, banyak petani yang menjual gabah dan beras jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Perum Bulog sebesar Rp 5.300 untuk gabah per kilogram (Kg) dan Rp 8.300 untuk beras per Kg, di mana petani hanya bisa menjual gabah berkisar Rp 3.500 sampai Rp 4.000 per Kg.

“Karena itu, saat ini jual dulu saja (gabah dan beras) sesuai kebutuhan. Sisanya itu tunda dulu sampai HPP kembali naik,” ujarnya. (antara)

See Also

Memilih Domain And Hosting
Mau Belanja Gadget Komputer Murah?
Meraup Uang Via Media Sosial
Start Making Money With Click Wealth System
Piano For All-Click Bank
Pembongkaran Bangunan Dan Pedagang Kaki Lima Di Perumahan Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Presiden Joko Widodo Sebut Gunakan Uang Rakyat Sebaik-baiknya
Bursa Asia Pasifik Melonjak
Bursa Eropa Turun
Penambang Bitcoin Lari Ke Kazakhstan Hingga Amerika Serikat
Saat Ketua DPR RI Keliling Solo Ditemani Gibran
Minister Suharso Monoarfa Elaborate Bappenas Work Plan In 2022
Menteri PPN Paparkan Rencana Kerja Bappenas Tahun 2022
Bertemu Ketua DPR RI, Warga Pulau Talise Sulut Berharap Aliran Listrik 24 Jam
Berkunjung Ke Pulau Talise, Ketua DPR RI Minta Pemda Genjot Pembangunan
Menteri PPN Pimpin Multilateral Meeting, Bahas Reformasi Sistem Kesehatan Nasional
Ketua DPR RI Minta APBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian Akibat Virus Corona
Luncurkan Buku Cegah Negara Tanpa Arah, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Ajak UMJ Mencegah Negara Tanpa Arah Dengan Menghadirkan Kembali PPHN Pasca 2024
Perdana Menteri Polandia Tolak Tutup Pertambangan Batu Bara
Bursa Eropa Dibuka Menguat
Elon Musk Menghentikan Penggunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Mobil Listrik Tesla
Nilai Tukar Cryptocurrency Anjlok
Microsoft Corporation Bangun Pusat Data Di Malaysia
Facebook Inc. Bersedia Bayar Konten Berita News Corp Australia
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.343.914 Since: 05.03.13 | 0.1722 sec