Internasional

Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis

Friday, 16 April 2021 | View : 77

INDIANAPOLIS-SBN.

Penembakan massal lagi-lagi terjadi di Amerika Serikat. Sedikitnya delapan orang tewas dalam penembakan massal yang terjadi di Indianapolis, Ibu Kota Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat (AS).

Pelaku penembakan diyakini menghabisi nyawanya sendiri usai beraksi.

Seperti dilansir New York Times, Jumat (16/4/2021), penembakan ini terjadi di sebuah gudang jasa ekspedisi FedEx pada Kamis (15/4) tengah malam. Genae Cook dari Departemen Kepolisian Indianapolis menuturkan kepada wartawan bahwa 'banyak orang mengalami luka-luka yang konsisten dengan luka tembak'.

Cook dalam pernyataannya pada Jumat (16/4/2021) pagi waktu setempat menuturkan delapan orang tewas dalam penembakan ini.

Lebih lanjut, dituturkan Cook bahwa polisi tiba di lokasi pada Kamis (15/4/2021) malam, setelah pukul 23.00 waktu setempat setelah mendapat laporan soal adanya tembakan yang dilepaskan di area tersebut. Di lokasi, polisi menghadapi apa yang disebut sebagai 'insiden penembak aktif'.

Namun, Cook menegaskan bahwa pelaku tewas setelah menembak dirinya sendiri. Ditambahkan Cook bahwa pihak kepolisian masih berupaya mengidentifikasi pelaku.

Cook tidak menyebut lebih lanjut jumlah korban luka, hanya menyebut para korban luka dibawa ke berbagai rumah sakit di sekitar lokasi penembakan.

Secara terpisah, laporan Associated Press menyebut sedikitnya empat orang dirawat di rumah sakit, dengan salah satunya dalam kondisi kritis. Dua korban luka lainnya menjalani perawatan medis di lokasi dan diperbolehkan pulang.

Motif penembakan ini belum diketahui pasti.

Gudang FedEx tempat penembakan massal ini terjadi berada di sisi barat daya kota tersebut, dekat bandara Indianapolis.

"Kami mengetahui penembakan tragis di fasilitas FedEx Ground kami di dekat bandara Indianapolis," kata Jim Masilak, juru bicara FedEx, dalam sebuah pernyataan.

"Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan pikiran kami tertuju pada semua yang terdampak. Kami sedang bekerja untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dan bekerja sama dengan otoritas investigasi," imbuhnya. (newyorktimes/ap)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.389.141 Since: 05.03.13 | 0.1673 sec