Internasional

Thailand Tangguhkan Peluncuran Vaksin AstraZeneca

Saturday, 13 Maret 2021 | View : 62
Tags : Thailand

BANGKOK-SBN.

Thailand memutuskan untuk menunda program vaksinasi massal menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca setelah muncul kabar adanya kasus penggumpalan darah, meskipun tidak ada bukti keterkaitan kasus itu dengan vaksin yang digunakan.

Jumat (12/3/2021) ini seharusnya Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha menjadi orang pertama di Thailand yang disuntik vaksin AstraZeneca. Rencana tersebut akhirnya ditunda.

Sejumlah negara lain termasuk Denmark dan Norwegia juga menunda penggunaan vaksin AstraZeneca, yang sudah disuntikkan ke sekitar 5 juta warga Eropa.

Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan keputusan penundaan dilakukan karena negara itu belum “terdampak parah” oleh virus corona dan punya laternatif vaksin lain saat ini.

"Meskipun kualitas AstraZeneca bagus, sejumlah negara telah meminta penundaan. Kami juga melakukannya," kata Piyasakol Sakolsatayadorn, penasihat komite nasional vaksin Covid-19.

Pada 24 Februari lalu, Thailand menerima 117.300 dosis vaksin AstraZeneca bersamaan dengan 200.000 dosis vaksin Coronavac buatan Sinovac Biotech, Tiongkok.

Sejauh ini sudah lebih dari 30.000 warga Thailand yang disuntik vaksin Coronavac sejak vaksinasi massal dimulai 28 Februari.

Pemerintah mengatakan tidak ada masalah dengan vaksin Sinovac ini dan akan terus dilanjutkan.

Di Eropa, terdapat sekitar 30 kasus penggumpalan darah setelah vaksin disuntikkan.

Bulgaria juga menunda penggunaan vaksin ini Jumat.

Badan Obat Eropa atau EMA (European Medicines Agency) mengatakan tidak ada indikasi bahwa penggumpalan darah itu diakibatkan oleh suntikan vaksin dan menambahkan bahwa vaksin ini “lebih besar keuntungannya daripada risiko yang diakibatkan".

AstraZeneca mengatakan keamanan vaksin ini telah dipelajari secara meluas pada tahap uji klinis.

Negara lain seperti Portugal, Australia, Meksiko dan Filipina mengatakan akan terus melanjutkan program vaksinasi dengan AstraZeneca. (bbc)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.370.360 Since: 05.03.13 | 0.1696 sec