Internasional

Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar

Sunday, 07 Maret 2021 | View : 41

BANGKOK-SBN.

Pemerintah Thailand akan membawa pulang warganya yang berada di Myanmar menyusul meningkatnya kekerasan pasukan keamanan terhadap para demonstran antikudeta.

Seperti dilansir dari kantor berita Bernama dan The Star, Sabtu (6/3/2021), Pemerintah Thailand telah mengatur dua penerbangan charter pada 12 dan 16 Maret mendatang untuk membawa pulang warganya. Demikian pengumuman Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Yangon, Myanmar di halaman Facebook resminya hari ini.

Di saat situasi memburuk karena kerusuhan politik yang sedang berlangsung sejak kudeta militer 1 Februari 2021 lalu di Myanmar, negara-negara lain juga mempersiapkan penerbangan repatriasi untuk membawa pulang warganya dari negara yang dilanda protes tersebut.

Vietnam juga telah mengatur dua penerbangan charter pada 11 Maret mendatang untuk membawa pulang 390 warganya dari Myanmar.

Sementara itu, Pemerintah Singapura pada Kamis (4/3/2021) menyarankan warganya di Myanmar untuk meninggalkan negara itu dengan penerbangan komersial selagi masih memungkinkan untuk melakukannya.

Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Iza Fadri juga mengatakan WNI (Warga Negara Indonesia) yang tidak punya kepentingan dan kegiatan agar pergi dari Myanmar, menyusul memburuknya situasi keamanan pasca kudeta militer.

"Kita sampaikan agar WNI yang tidak punya kepentingan dan kegiatan agar meninggalkan Myanmar," kata Iza seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Sebelumnya, Iza juga telah menjelaskan bahwa pihak kedutaan akan mengupayakan fasilitas pesawat bagi WNI yang berencana pulang ke Indonesia.

Menurut dia, WNI yang hendak pulang bisa menumpang dengan pesawat yang berangkat dari Myanmar via Kuala Lumpur dan Singapura. "Kita infokan," tuturnya.

Militer Myanmar melancarkan kudeta pada 1 Februari 2021 lalu, dan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, dan anggota senior partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya.

Junta militer Myanmar juga telah mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun dan berjanji untuk "mengambil tindakan" terhadap dugaan kecurangan selama pemilihan umum 8 November 2020, yang dimenangkan oleh partai NLD pimpinan Suu Kyi.

Kudeta militer tersebut telah memicu aksi-aksi protes besar-besaran dan aksi mogok kerja yang telah mencekik bisnis dan melumpuhkan pemerintahan.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa lebih dari 50 pengunjuk rasa antikudeta telah tewas sejak kudeta militer. Dari jumlah itu, sebanyak 38 orang tewas pada aksi-aksi demo yang terjadi pada hari Rabu (3/3/2021) lalu.

Junta militer Myanmar telah mengatakan pihaknya telah menahan diri dalam menghentikan aksi protes. Namun, militer menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan para demonstran mengancam stabilitas. (bernama/cnnindo/thestar)

See Also

Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.958.213 Since: 05.03.13 | 0.1756 sec