Agama & Masyarakat

Wakil Ketua MPR RI Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Rasisme Tumbuh Di Indonesia

Monday, 08 Juni 2020 | View : 277

JAKARTA-SBN.

Wakil Ketua MPR RI yang menjabat sejak 3 Oktober 2019 untuk periode 2019-2024, Lestari Moerdijat yang akrab dipanggil Mbak Rerie menegaskan bahwa tidak ada ruang sedikitpun bagi rasisme di Indonesia. Hal itu dia tegaskan untuk menyikapi sejumlah pernyataan di media sosial yang menyamakan isu rasisme di Amerika Serikat (AS) yang dipicu oleh kematian George Floyd oleh kepolisian dengan masalah yang dialami sejumlah warga Papua di Indonesia.

"Saya tidak sependapat bila masalah-masalah yang terjadi di Papua dikaitkan dengan rasisme. Saya menilai pendapat itu tidak proporsional," ujar Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Jumat (7/6/2020).

Hal tersebut karena Indonesia terbangun atas landasan 4 konsensus kebangsaan, yakni Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai nilai yang harus dipertahankan, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

 

Mbak Rerie mengamanatkan kepada semuanya untuk bersatu demi kepentingan bangsa tanpa memandang suku, agama, apalagi ras. Menurutnya, kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak pernah dipandang dari sisi ras, suku, maupun agama.

Ia memahami bahwa saat ini masih terjadi berbagai permasalahan di Papua, namun menurutnya hal tersebut lebih karena belum terlaksananya tata kelola secara baik, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bila terjadi perbedaan pandangan terkait pembangunan di Papua, hal itu harus dicarikan solusi lewat dialog konstruktif dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, Papua, provinsi paling Timur di Indonesia itu bahkan mendapat keistimewaan seperti penerapan otonomi khusus berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Dengan status itu, provinsi Papua setiap tahunnya mendapat alokasi dana yang terus meningkat Rp 12,3 triliun (2018), Rp 12,66 triliun (2019) dan Rp 13,54 triliun (2020), sama seperti Aceh, provinsi paling Barat di Indonesia.

Selain itu, ada pula Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang memberi kesempatan kepada putra-putri Papua untuk menuntut ilmu seluas-luasnya melalui sejumlah program beasiswa. Misalnya beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang juga dinikmati oleh putra-putri asli Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bahkan menurut Rerie, di masa pemerintahan Presiden RI  Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi, Papua mendapat tambahan pembangunan infrastruktur berupa jalan tol dan pemberlakuan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga, sama seperti di Jawa, Sumatera, dan bagian Indonesia lainnya.

"Jadi tidak ada ruang bagi rasisme untuk menjadi dasar munculnya sebuah kebijakan di tanah air," pungkas Mbak Rerie. (det/jos)

See Also

Merawat Hubungan Antaragama
Mewujudkan Panggilan Gereja Di Tengah Covid 19
Sidang Istimewa Gereja Presbyterian Indonesia
Sewindu Wafatnya Taufiq Kiemas, Said Aqil Siradj Sebut Beliau Tokoh Nasionalis Dan Religius
Ketua DPR RI Sebut Masjid At-Taufiq Dibangun Untuk Kenang Jasa Almarhum Taufiq Kiemas
Haul Sewindu Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Sebut Sudah Sewindu Bapak Wafat Tapi Masih Terasa Jasanya
Sewindu Wafatnya Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Katakan Saya Bersyukur Pernah Digembleng Pak Taufiq
Indonesia Resmi Tak Berangkatkan Ibadah Haji 2021
Menteri Agama Akan Umumkan Kepastian Ibadah Haji 2021 Kamis Besok Siang
Bamsoet Sebut Pesan Gus Dur Soal Agama & Suku
Bamsoet Tekankan Menjaga Kebhinekaan Dalam Pluralitas Adalah Fitrah Bangsa Indonesia
Teliti Bisnis Sufistik Al-Ghazali Kiai Pesantren Raih Gelar Doktor
Gereja Katolik Tolak Memberkati Pernikahan Pasangan Sejenis
Agenda Pemimpin Tertinggi Katolik Di Irak
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.370.824 Since: 05.03.13 | 0.1581 sec