Internasional

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS

Tuesday, 18 Februari 2020 | View : 347

MOSKOW-SBN.

Pengadilan di Rusia memerintahkan seorang perempuan yang kabur dari karantina virus corona untuk kembali ke Rumah Sakit (RS). Perempuan ini diwajibkan untuk dikarantina lebih lanjut, setidaknya selama dua hari.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (18/2/2020), wanita bernama Alla Ilyina ini dibawa ke sebuah rumah sakit di kota St Petersburg, Rusia, pada Kamis (6/2/2020) lalu karena menderita radang tenggorokan dan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena dia baru saja pulang dari China sekitar lima hari sebelumnya.

Namun keesokan harinya, Ilyina nekat kabur dari rumah sakit dengan merusak kunci elektronik yang ada di kamar perawatannya. Dia kabur setelah diberitahu bahwa dia harus dikarantina selama 14 hari, bukannya 24 jam seperti yang dijanjikan dokter kepadanya.

Dalam postingan via Instagram, Ilyina menyatakan bahwa para dokter rumah sakit itu memberitahu dirinya bahwa hasil pemeriksaannya negatif virus corona, namun dia tetap harus dikarantina selama dua minggu.

"Parah," tulis Ilyina dalam postingannya. "Tiga hasil tes menunjukkan saya sungguh sehat, jadi kenapa harus dikarantina?" imbuhnya.

Kepada surat kabar lokal, Fontanka, Ilyina menuturkan bahwa kamar karantina yang ditempatinya memiliki suasana mengerikan, tidak ada buku, tidak ada sampo, tidak ada Wi-Fi, hanya ada keranjang sampah yang tidak pernah dibuang isinya. Pintu kamar karantina itu juga dipasangi kunci elektronik. Karena merasa frustrasi, Ilyina mencari cara untuk merusak kunci elektronik tersebut.

Kaburnya Ilyina dari karantina ini membuat malu otoritas Rusia. Beberapa hari kemudian, kelompok pengawas kesehatan publik Rusia, Rospotrebnadzor, mengajukan gugatan hukum terhadap Ilyina dan meminta pengadilan untuk memerintahkan rawat inap wajib bagi Ilyina.

Dalam sidang, otoritas kesehatan Rusia berargumen bahwa karantina terhadap Ilyina diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Bahkan otoritas kesehatan Rusia mengklaim bahwa virus ini bisa tersembunyi di dalam tubuh manusia hingga 24 hari.

"Ini satu-satunya langkah perlindungan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus baru di wilayah kota ini," ucap Kepala Urusan Legal pada Rospotrednadzor di wilayah St Petersburg, Lena Gubareva.

Pada Senin (17/2/2020) waktu setempat, pengadilan Rusia memutuskan agar Ilyina kembali ke rumah sakit dan dikarantina hingga setidaknya Rabu (19/2/2020) besok.

Dalam sidang, pengacara yang mewakili Ilyina berargumen bahwa kliennya tidak memberikan ancaman bagi orang-orang di sekitarnya dan menekankan bahwa Ilyina diizinkan masuk ke dalam ruang sidang yang dipenuhi belasan orang. Tidak ada satupun orang, termasuk pejabat otoritas kesehatan Rusia, yang memakai masker.

Otoritas kesehatan di St Petersburg enggan menjawab pertanyaan soal efektivitas putusan pengadilan itu, mengingat Ilyina sempat bebas berkeliaran selama 10 hari setelah dia kabur dari karantina.

Pekan lalu, sedikitnya tiga orang yang dikarantina terkait virus corona kabur dari rumah sakit yang sama di St Petersburg. Dua orang telah kembali ke rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya yang bernama Anna Rybakova masih diburu. Rospotrednadzor juga menggugat Rybakova dan sidangnya akan digelar Rabu (19/2/2020) besok.

Sejauh ini, otoritas Rusia telah mengonfirmasi dua kasus virus corona di wilayahnya. Kedua pasien yang sama-sama warga China itu telah menjalani perawatan dan dipulangkan dari rumah sakit. (fontanka/ap)

See Also

Partai Buruh Ungguli Partai Liberal Di Pemilu Australia
Penembakan Di Gereja Los Angeles
Geger Penembakan Tragis Di Buffalo
Komitmen Amerika Serikat Meningkatkan Peluang Beasiswa Bagi Warga ASEAN
Polisi Buffalo Ungkap Motif Kekerasan Penembakan
Motif Di Balik Penembakan Di Buffalo New York
Penembakan Di Buffalo New York Tewaskan 10 Korban
Penembakan Di Supermarket New York
KTT Khusus ASEAN-AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pemulihan Virus Corona
Presiden Amerika Serikat Umumkan Era Baru Hubungan Amerika Serikat-ASEAN
Presiden Joko Widodo Sebut Penguatan Kemitraan ASEAN-AS Untuk Antisipasi Pandemi Di Masa Depan
Presiden Joko Widodo Dorong Kemitraan ASEAN-AS Dalam Penanganan Perubahan Iklim
Presiden Joko Widodo Menyerukan Hentikan Perang Sekarang Juga
Presiden Joko Widodo Akan Hadiri KTT Khusus ASEAN-AS Hingga Bertemu Wapres AS
Presiden Joko Widodo Hadiri Jamuan Santap Malam Presiden Amerika Serikat
Presiden Joko Widodo Akan Hadiri Pertemuan Dengan Kongres AS Hingga Presiden AS
Presiden Joko Widodo Dan Ibu Iriana Tiba Di Washington DC
Karine Jean-Pierre Resmi Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Jumlah Kasus Harian Virus Corona Di Korea Selatan Tercatat Di Kisaran 20.000 Kasus
Putaran Kedua Pemilihan Presiden Di Timor Leste
Kasus Virus Corona Di Korea Selatan Turun Ke Level Terendah
764.900 Dosis Vaksin Moderna Ditarik Dari Eropa
Kasus Virus Corona Muncul Di Kediaman Presiden Taiwan
Jumlah Kasus Harian Virus Corona Di Korea Selatan Tercatat 265.995 Kasus
Saat Ibu Iriana Ajak Istri PM PNG Keliling Kebun Raya Bogor
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.247.261 Since: 05.03.13 | 0.177 sec