Hukum

Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles

Friday, 07 Februari 2020 | View : 398

SURABAYA-SBN.

Dalam pekan ini, Polda Jawa Timur (Jatim) akan menyerahkan berkas kasus investasi bodong MeMiles yang masuk tindak pidana penipuan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim). Setelah ini, Polda Jatim akan mendalami Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus ini.

Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan mengatakan pihaknya mengendus adanya pencucian uang. Hal ini didapatkan saat pihaknya berfokus pada pengembalian aset.

Uang aset MeMiles ini pun mengalir ke sejumlah pihak yang berada di lingkaran para tersangka. Untuk tindakan awalnya, Gidion akan memeriksa para member yang sudah menjadi agen, yang mereka enggan mengembalikan reward.

"Yang jelas yang pertama kami ke tingkat pertama yaitu kelompok mereka yang tidak mengembalikan aset," kata Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan di MaPolda Jatim, Jalan Ahmad Yani No.116, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Rabu (5/2/2020).

Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan mencontohkan, beberapa tersangka memiliki rumah mewah ditengarai dari TPPU. Namun, pihaknya sedang meminta pembuktian jika rumah tersebut murni dibeli dari uang sendiri.

"Ini masuk karena konstruksi pidana pokoknya yang TPPU yang hartanya tidak bergerak seperti rumah. (Tersangka) Suhanda kan punya rumah, dari situ kemudian dia menerangkan itu tidak dibeli dari uang itu (MeMiles) tapi kalau TPPU kan pakai akses pembuktian terbalik. Silakan Buktikan kalau itu bukan dari uang PT. Kam and Kam," tegas Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan.

Selain itu, Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan mengatakan pihaknya juga menemukan uang Rp 15 miliar pada istri Direktur PT. Kam and Kam Kamal Tarachan. Kini, pihaknya tengah menelusuri kemana saja aliran uang Sanjay ini.

"Dia sudah mengembalikan uang senilai Rp 15 miliar. Apakah Sanjay punya simpanan yang lain itu persoalan juga," imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan mengatakan pihaknya tengah menyelidiki adanya TPPU dalam kasus ini. Luki menyebut telah menemukan beberapa aset seperti rumah.

"Kami masih proses itu nanti dalam proses TPPU, berupa rumah berupa aset-aset selain itu kita lagi telusuri. Ada petunjuk ke sana (TPPU)," kata Irjen Pol. Luki Hermawan, Selasa (4/2/2020).

Sebelumnya, pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus investasi bodong MeMiles telah rampung. Rencananya, polisi akan mengirim berkas kasus ini ke Kejaksaan dalam pekan ini.

"Sudah (selesai), rencananya diserahkan minggu ini gitu. Saksi untuk sementara ini maksimal sudah, cukuplah untuk saksi yang menguatkan kepada tersangka. Cuma yang kami terus kembangkan adalah penyelamatan aset," papar Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan di MaPolda Jatim Jalan Ahmad Yani No.116, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Selasa (4/2/2020).

Kapolda Jatim, Irjen Pol. Luki Hermawan menambahkan berkas untuk kasus pokok MeMiles telah rampung. Namun, untuk penelusuran TPPU diakuinya tak mudah karena harus dilakukan penelusuran aset.

Irjen Pol. Luki Hermawan menambahkan pihaknya Kini tengah berfokus dalam hal penyitaan aset. Menurutnya, aset ratusan miliar dari MeMiles ini penting untuk diselamatkan dan dikembalikan lagi ke masyarakat.

"Penyitaan aset ini kan ndak gampang. Kami penelusuran ini kan karena aset itu sudah ke mana-mana, tersebar. Sudah ada yang disembunyikan tapi alhamdulillah kemarin kami sudah sita lagi. Sekarang (BB) totalnya sudah Rp 147 miliar dari Rp 122 miliar awalnya," papar Irjen Pol. Luki Hermawan.

"Kami semaksimal mungkin menyelamatkan aset. Memang ada beberapa aset yang sudah pindah tangan, sudah dibawa ke luar Indonesia, itu agak sulit kami. Ada yang dibawa ke Vietnam, jadi kami mau ndak mau menyelamatkan aset yang masih ada di Indonesia," imbuhnya.

Sementara saat disinggung korban yang khawatir uangnya tak kembali, Irjen Pol. Luki Hermawan menambahkan hal tersebut memang wewenang pengadilan. Namun, Irjen Pol. Luki Hermawan optimis aset masyarakat akan kembali.

"Nah ini nanti pengadilan yang atur. Saya rasa nanti masing-masing pengacara, dan kami berusaha ini menyelamatkan aset ini. Tujuan penyidik bahwa aset ini nanti sesuai dengan keputusan pengadilan. Nanti ada yang mengatur, ini masing-masing para pengacara kelompok member ini ada tim yang harusnya nanti kan mengatur, aset ini harus didukung bukti-bukti yang valid. Misalnya dia jadi member, buktinya apa. Atau pernah transfer berapa, top up berapa. Itu nanti saya rasa asetnya bisa dikembalikan," jelas Irjen Pol. Luki Hermawan.

Irjen Pol. Luki Hermawan menegaskan apa yang dilakukan pihaknya karena ingin masyarakat yang menjadi korban bisa mendapatkan kembali haknya.

"Karena menyelamatkan aset tujuannya untuk mengembalikan kepada member, bukan untuk nanti asetnya dikembalikan kepada yang nggak jelas atau yang lainnya makanya saya fokus yang menyelamatkan aset supaya member ini bisa digunakan untuk kepentingan pribadi," papar Irjen Pol. Luki Hermawan.

"Potensi tersangka baru saat ini masih belum, untuk kasus pokok saya rasa sudah fixed, tapi untuk yang lain nanti dalam proses karena ini kan kasus TPPU ini tidak gampang. Dalam artian harus ada proses penelusuran aset-aset, ini kan harus betul-betul kita hati-hati dalam menangani kasus ini," pungkas Irjen Pol. Luki Hermawan.

See Also

Ketua MPR RI Dorong Menteri ATR/Kepala BTN Tegas Berantas Mafia Tanah
Anak TKI Yang Ditinggal Ibunya Resmi Mendapat Kewarganegaraan Malaysia
Kabareskrim Minta Polda NTB Hentikan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka
Kapolri Jamin Korban Begal Jadi Tersangka Dapat Keadilan
Kapolda NTB Menyatakan Penyidikan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka Dihentikan
Kronologi Ade Armando Dikeroyok Massa Demo Di Depan Gedung DPR RI
Terawan Diberhentikan Dari IDI, Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia Protes Keras
Ketua MPR RI Dukung Polri Terapkan Restorative Justice Dalam Berbagai Perkara Yang Relatif Ringan
Bamsoet Sebut KADIN Indonesia Dan Polri Siapkan MOU Pendampingan Dan Pencegahan Pelanggaran Hukum
Rapat Pimpinan TNI-Polri, Bamsoet Tekankan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Sebut KADIN Dan Kejakgung Akan Berikan Edukasi Hukum Kepada Para Pengusaha
Bamsoet Apresiasi Capaian Kinerja Mahkamah Agung Di Tahun 2021
Bamsoet Dukung Polri Perkuat Sosialisasi Dan Pemberian Efek Jera Investasi Bodong
Kejahatan Seksual Kian Marak, Puan Pastikan DPR RI Gas Selesaikan RUU TPKS
Dampak Pembongkaran Bangunan Pedagang Pinggir Sungai Duta Indah, Bekasi.
Pembongkaran Bangunan Pinggir Sungai Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Festival Cegah Korupsi
Ketua MPR RI Minta Pemerintah Investigasi Kebocoran Data 297 Juta Penduduk
Bamsoet Apresiasi Capaian 100 Hari Kinerja Kapolri
Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
jQuery Slider

Comments

Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.247.299 Since: 05.03.13 | 0.1677 sec