Internasional

Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran

Friday, 10 Januari 2020 | View : 224

WASHINGTON D.C.-SBN.

Pesawat Ukraina yang jatuh di Iran hingga menewaskan seluruh atau 176 orang di dalamnya, kemungkinan besar tertembak pertahanan udara Iran, kata sejumlah pejabat Amerika Serikat, Kamis (9/1/2020).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan tidak percaya bahwa kecelakaan itu disebabkan masalah mekanis.

Dengan mengutip kajian mendalam dari data satelit, satu pejabat AS mengatakan pemerintah telah menyimpulkan bahwa rudal-rudal antipesawat telah menyebabkan pesawat itu jatuh.

Pesawat jatuh pada hari yang sama ketika Iran melancarkan serangan peluru kendali balistik ke arah pasukan AS di Irak.

Pejabat itu mengatakan pesawat milik Ukraine International Airlines itu sebelumnya terdeteksi pada radar Iran.

"Data menunjukkan bahwa jet Boeing 737-800 itu sedang terbang di udara selama dua menit setelah lepas landas dari Teheran ketika penunjuk suhu panas dari rudal darat-ke-udara terdeteksi," kata salah satu pejabat.

Tanda-tanda itu tak lama kemudian diikuti ledakan di sekitar pesawat, kata pejabat tersebut. Data suhu panas kemudian menunjukkan bahwa pesawat itu terbakar ketika jatuh.

Pesawat tersebut sedang terbang menuju Kiev dan membawa para penumpang, yang sebagian besar di antaranya adalah warga negara Iran dan Kanada.

Kecelakaan terjadi pada Rabu (8/1/2020) dini hari, yaitu beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap pasukan pimpinan AS di Irak sehingga berbagai kalangan menduga bahwa pesawat itu kemungkinan terkena rudal.

Kepala badan penerbangan sipil Iran membantah laporan tersebut dengan mengatakannya sebagai "gunjingan yang tidak logis."

"Secara ilmiah, tidak mungkin rudal menghantam pesawat Ukraina itu, rumor seperti itu tidak logis," demikian dilaporkan Kantor Berita ISNA, yang mengutip Kepala Badan Penerbangan Sipil Ali Abedzadeh.

Dua pejabat AS di Washington yakin bahwa penembakan-jatuh pesawat itu merupakan aksi yang tidak disengaja.

Ketika berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan ia punya perasaan tak enak soal pesawat Ukraina yang jatuh, namun ia tidak berbicara lebih lanjut soal itu.

Presiden AS Donald John Trump mengatakan dia tidak percaya bahwa insiden itu disebabkan masalah mekanis. "Kejadian yang tragis. Tapi seseorang di pihak lain kemungkinan berbuat kesalahan," kata Trump.

Ukraina telah menyebutkan empat kemungkinan penyebab kecelakaan tersebut, termasuk tembakan rudal dan terorisme. Kiev mengatakan para penyelidik ingin melakukan pencarian di lokasi kejatuhan pesawat untuk kemungkinan mendapatkan serpihan rudal buatan Rusia yang digunakan oleh militer Iran.

Menurut laporan awal yang dikeluarkan oleh organisasi penerbangan sipil Iran pada Kamis, para saksi mata yang berada di darat serta di dalam pesawat yang sedang terbang pada ketinggian tertentu mengatakan pesawat Ukraina itu dalam keadaan terbakar ketika berada di udara.

Laporan menyebutkan bahwa pesawat nahas berusia tiga tahun itu, yang telah menjalani proses pemeliharaan terjadwal pada Senin (6/1/2020), mengalami masalah teknis tak lama setelah lepas landas dan mulai mengarah ke bandara terdekat sebelum jatuh. Laporan itu menyebutkan tidak ada komunikasi radio dari pilot dan pesawat kemudian hilang dari radar pada ketinggian 2,44 kilometer.

Jasad-jasad dan potongan jenazah yang ditemukan di lokasi kecelakaan dibawa ke kantor koroner untuk diidentifikasi, menurut laporan tersebut.

Boeing dan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada Kamis menolak mengomentari laporan soal rudal itu, demikian juga dengan Pentagon. (reuters)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.388.602 Since: 05.03.13 | 0.1789 sec