Hukum

Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel

Friday, 18 Agustus 2017 | View : 696

JAKARTA-SBN.

Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri sudah menetapkan komisaris dan Direktur Keuangan PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah dan sekarang masih mendalami aliran dana puluhan ribu pengguna jasa perusahaan itu.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.) Herry Rudolf Nahak di MaPolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.55, RT05/RW03, Jakarta Selatan, Jumat (18/8/2017), menyatakan Kiki Hasibuan mengetahui cara kerja Direktur Utama First Travel Andika Surachman.

Ia mengatakan polisi sudah menyita aset berupa rumah, kantor dan buku rekening milik bos First Travel dan sekarang masih mendalami aliran dana para pengguna jasa perusahaan itu.

Polisi, ia melanjutkan, juga menerima laporan dari sejumlah pengelola hotel di Makkah dan Madinah bahwa First Travel belum membayar sewa penginapan senilai Rp 24 miliar sejak 2015 hingga 2017.

Kasus penipuan dan penggelapan itu terungkap setelah 13 agen First Travel melapor ke polisi. Menurut Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak, kasus itu terkuak berkat 13 orang agen First Travel yang melapor kepada polisi.

PT. First Anugerah Karya Wisata atau First Travel menawarkan sejumlah paket umrah berbiaya rendah melalui para agennya dengan harga yang murah kepada jamaah.

Harga paket umrah perusahaan itu berkisar antara Rp 14,3 juta sampai Rp 25 juta per orang untuk yang reguler, sedang paket VIP harganya Rp 54 juta per paket. Paket 1 atau yang disebut paket promo umrah dipasarkan seharga Rp 14,3 juta per orang. Paket reguler ditawarkan seharga Rp 25 juta. Sementara paket VIP dengan harga Rp 54 juta. "Animo masyarakat cukup besar. Bahkan pelaku sempat merekrut agen-agen yang bertugas merekrut jamaah," jelas Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak.

Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, pelaku telah merekrut 1.000 agen dan 500 di antaranya aktif mencari jemaah. Dari hasil investigasi, beber Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak, pelaku telah merekrut 1.000 orang agen yang 500 agen di antaranya adalah agen yang aktif mencari jamaah.

PT. First Anugerah Karya Wisata atau First Travel diperkirakan sudah tidak mampu mengembalikan dana jamaah yang sudah menyetorkan pembayaran biaya namun belum berangkat umrah.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengungkapkan PT. First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang berada di pusat kasus penipuan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah, sudah tidak mampu lagi mengembalikan dana umrah, bahkan dari delapan rekening milik pelaku ditemukan saldo hanya Rp 1,3 juta.

"Mereka itu sudah tidak mampu lagi," ungkap Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak di Jakarta, Selasa (15/8/2017). "Jadi mereka itu sudah tidak mampu lagi," imbuh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak di Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Pasalnya, hanya ditemukan dana sebesar Rp 1,3 juta dari delapan rekening pelaku. Kesimpulan ini didapatkan Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak dari temuan dana hanya Rp 1,3 juta dari delapan rekening pelaku. "Saldonya ada kurang lebih Rp 1,3 juta. Saya belum bisa jawab aliran dana di rekening itu ke mana saja," beber Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak.

Dari hasil investigasi polisi pula, papar Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak, pelaku telah merekrut 1.000 orang agen yang 500 agen di antaranya aktif mencari calon peserta umrah.

Selain itu terungkap bahwa sedikitnya ada 70.000 orang yang telah membayar biaya umroh. Namun hanya 35.000 orang yang bisa diberangkatkan.

Polisi juga mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 70 ribu orang yang telah membayar biaya umrah ke perusahaan, namun baru sekitar separuhnya yang berangkat. "Sisanya, tidak bisa berangkat karena berbagai alasan," terang Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak.

Penyidik memperkirakan kerugian pengguna jasa perusahaan itu mencapai Rp 550 miliar. Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak memperkirakan kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini adalah Rp 550 miliar.

Polri kini masih menyelidiki aliran dana jamaah yang telah disetorkan ke First Travel. Untuk menelusuri aliran dana tersebut, pihak Bareskrim akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Selain Kiki Hasibuan, dalam perkara ini polisi telah menetapkan Direktur Utama (Dirut) First Travel Andika Surachman dan isterinya Anniesa Desvitasari Hasibuan yang merupakan salah satu Direktur sebagai tersangka.

Pasangan suami istri yang menjadi tersangka dalam kasus ini adalah Andika Surachman sebagai Dirut PT. First Anugerah Karya Wisata dan Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai Direktur PT. First Anugerah Karya Wisata.

Keduanya telah ditahan di Rutan Bareskrim di Polda Metro Jaya. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 55 Juncto Pasal 378, 372 KUHP dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (ant)

See Also

Ketua MPR RI Dorong Menteri ATR/Kepala BTN Tegas Berantas Mafia Tanah
Anak TKI Yang Ditinggal Ibunya Resmi Mendapat Kewarganegaraan Malaysia
Kabareskrim Minta Polda NTB Hentikan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka
Kapolri Jamin Korban Begal Jadi Tersangka Dapat Keadilan
Kapolda NTB Menyatakan Penyidikan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka Dihentikan
Kronologi Ade Armando Dikeroyok Massa Demo Di Depan Gedung DPR RI
Terawan Diberhentikan Dari IDI, Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia Protes Keras
Ketua MPR RI Dukung Polri Terapkan Restorative Justice Dalam Berbagai Perkara Yang Relatif Ringan
Bamsoet Sebut KADIN Indonesia Dan Polri Siapkan MOU Pendampingan Dan Pencegahan Pelanggaran Hukum
Rapat Pimpinan TNI-Polri, Bamsoet Tekankan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Sebut KADIN Dan Kejakgung Akan Berikan Edukasi Hukum Kepada Para Pengusaha
Bamsoet Apresiasi Capaian Kinerja Mahkamah Agung Di Tahun 2021
Bamsoet Dukung Polri Perkuat Sosialisasi Dan Pemberian Efek Jera Investasi Bodong
Kejahatan Seksual Kian Marak, Puan Pastikan DPR RI Gas Selesaikan RUU TPKS
Dampak Pembongkaran Bangunan Pedagang Pinggir Sungai Duta Indah, Bekasi.
Pembongkaran Bangunan Pinggir Sungai Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Festival Cegah Korupsi
Ketua MPR RI Minta Pemerintah Investigasi Kebocoran Data 297 Juta Penduduk
Bamsoet Apresiasi Capaian 100 Hari Kinerja Kapolri
Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
jQuery Slider

Comments

Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.474.050 Since: 05.03.13 | 0.2152 sec