Internasional

Penembak Jitu Tewaskan Lima Polisi Di Dallas

Friday, 08 Juli 2016 | View : 620

DALLAS-SBN.

Kepolisian Dallas, Negara Bagian Texas sebelah Utara, Amerika Serikat (AS), pada Jumat (8/7/2016) tengah memburu salah satu dari beberapa penembak jitu yang menewaskan lima polisi dan melukai enam lainnya.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (7/7/2016) malam saat para korban bertugas menjaga kerumunan demonstran yang memprotes pembunuhan terhadap dua pria kulit hitam oleh anggota kepolisian pada pekan ini.

Petugas keamanan telah menangkap tiga orang usai serangan yang disebut polisi sangat terencana tersebut. Namun demikian, perburuan terhadap tersangka lain masih terus dilakukan sampai Jumat (8/7/2016) pagi waktu setempat.

Polisi sempat terlibat saling tembak dengan seorang terduga pelaku di tengah kota, demikian keterangan pihak keamanan.

Sejumlah pejabat Gedung Putih sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Dallas, Mike Rawlings, mengenai peristiwa penembakan yang mengubah salah satu kota paling besar di Amerika Serikat tersebut menjadi medan perburuan yang sangat luas.

Sampai saat ini motif penembakan yang terjadi di tengah demonstrasi massal tersebut yang juga digelar di beberapa kota Amerika Serikat lain belum diketahui.

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Dallas David Brown, beberapa di antara penembak jitu tersebut sengaja mencari tempat yang tinggi. Mereka menggunakan senapan laras panjang untuk menyasar petugas keamanan dengan cara yang terkoordinasi.

"Mereka bekerja sama dengan menggunakan senapan laras panjang, kemudian mengepung lokasi demonstrasi dari tempat yang tinggi," kata David Brown dalam konferensi pers sambil menambahkan bahwa satu orang warga sipil juga terluka.

"Ini adalah malam yang sangat menyedihkan. Kami dengan prihatin melaporkan bahwa lima anggota polisi telah meninggal," kata kepolisian Dallas dalam akun Twitter resminya.

Wali Kota Dallas, Mike Rawlings menyerukan agar para warga tetap berada di dalam rumah pada Jumat (8/7/2016) pagi saat polisi menyisir kota. Saat ini sejumlah wilayah sudah ditutup sementara transportasi massal dihentikan sementara.

"Kami baru saja mengalami malam terburuk. Ini adalah peristiwa yang menyayat hati bagi warga Dallas," kata Mike Rawlings.

Area metropolitan Dallas-Forth Worth adalah salah satu wilayah di Amerika Serikat dengan penduduk terbanyak dengan populasi sekitar tujuh juta orang.

Dalam dua tahun terakhir, sebagian warga Amerika Serikat membentuk gerakan Black Lives Matter, sebagai respon atas perlakuan diskriminatif terhadap warga kulit hitam di beberapa kota seperti Ferguson, New York, dan Baltimore.

Diskriminasi itu kemudian memicu demonstrasi yang beberapa kali berakhir dengan kericuhan.

Arus kemarahan warga semakin besar tatkala pelaku diskriminasi dari pihak kepolisian dibebaskan atau bahkan tidak diadili sama sekali.

Demonstrasi di Dallas, Texas pada Kamis (7/7/2016) adalah salah satu bentuk dari protes akan perlakuan buruk polisi terhadap warga kulit hitam, khususnya penembakan terhadap Philando Castille oleh kepolisian Minnesota pada Rabu (6/7/2016) malam lalu.

Demonstrasi masih berjalan damai saat penembakan terjadi.

Salah satu di antara pelaku sempat mengatakan kepada polisi bahwa akan lebih banyak lagi petugas keamanan yang terluka dan bahkan tewas. Mereka juga mengancam bahwa "banyak bom yang telah ditanam di pusat kota." Demikian laporan Reuters. (reuters)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.388.828 Since: 05.03.13 | 0.1773 sec