Politik

Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis

JAKARTA-SBN.

Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. sempat berkicau soal petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa "Ahok" di akun Twitter-nya, @YusronIhza_Mhd.

Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. memberikan penilaiannya terhadap gaya kepemimpinan petahana Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa "Ahok" di akun Twitter-nya, @YusronIhza_Mhd.

Dalam kicauannya, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. menyoroti kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ia anggap arogan.

Dia berkicau, gaya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok arogan dan dapat menimbulkan kerusuhan atau kesenjangan sosial di kalangan masyarakat kecil dan etnis China.

Menurut Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M., kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang arogan berpotensi membahayakan masyarakat kecil yang beretnis sama dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pernyataannya itu menambahkan pernyataan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal/Letjen TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang juga sempat melontarkan hal yang sama.

Terkait pernyataan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M., Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku marah dan menyebutnya kurang ajar.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kesal dengan cuitan (tweet) yang ditulis adik Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., yakni Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut apa yang diutarakan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. melalui akun Twitter-nya berbau rasial. Basuki Tjahaja Purnama menganggap Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. sebagai orang yang kurang ajar dan rasialis. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. tengah menakut-nakuti warga keturunan China.

"Ada yang nge-twit nakutin. Kalau dia nge-tweet nakut-nakutin, hati-hati lho, 'turunan Cina miskin, kasihan loh, nanti dibantai gara-gara Ahok'. Itu kurang ajar, namanya rasis. Itu Dubes Jepang. Apalagi dia Dubes di Jepang lagi, adiknya Yusril ngomong pakai nasihat. Ini negara bahaya," beber Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/3/2016).

Basuki Tjahaja Purnama menganggap tindakan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. sebagai tindakan pengecut yang hanya bertujuan meningkatkan suara untuk kakaknya, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. orang yang pengecut karena menggunakan nama agama dan ras sebagai senjata menjatuhkan kredibilitasnya.

"Kalau masyarakat percaya kan dapat suara, kalau jjual agama itu kan tindakan pengecut dan sebenarnya menghina Tuhan. Tuhan saja enggak rasis. Kamu Islam, saya Kristen, tetapi menghirup udara yang sama oleh Tuhan," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut akan mengadukan sikap yang menurutnya SARA itu ke Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku sudah menyampaikan keluhan itu kepada Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi. Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. merupakan Duta Besar Indonesia untuk Jepang.

Basuki Tjahaja Purnama menganggap Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. tidak pantas sebagai perwakilan Indonesia di luar negeri. Basuki Tjahaja Purnama juga mengkritik Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi atas pernyataan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. selaku representasi Indonesia di luar negeri.

Basuki Tjahaja Purnama menyebut pernyataan Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M. sama sekali tidak mencerminkan ciri orang Indonesia.

"Bu Retno Menlu kalau punya Dubes kaya gini ini bukan Indonesia. Jangan taruh orang yang mau ubah Pancasila Sila pertama," ucap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., kakak Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M., disebut-sebut sebagai kandidat terkuat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Serangan politik menggunakan sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dalam Pilgub DKI 2017 sudah diramalkan jauh-jauh hari.

Oktober 2015, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei.

Dalam survei tersebut Gubernur DKI Jakarta Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok) unggul atas calon pesaingnya di Pilkada DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research ‎and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan menuturkan penantang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sulit bila melawan menggunakan isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

"Kalau penantang tidak cukup untuk etnis dan agama," ujar Djayadi Hanan di Hotel Sari Pan Pacific, Jl. M.H. Thamrin No.6, Menteng, Jakarta Pusat, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta), Rabu (14/10/2015).

Dari segi Agama, dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama tersebar dan mengungguli para calon penantangnya.

Basuki Tjahaja Purnama memperoleh dukungan sebanyak 19 persen dari kalangan Islam, lebih unggul dibanding Ridwan Kamil (3%), Fauzi Bowo) (2%) maupun Tri Rismaharini (2%).

"Di kalangan Islam, dukungan kepada Ahok masih lebih besar dibanding lawan-lawannya. Di kalangan non-Muslim, dukungan kepada Ahok jauh mengungguli para pesaingnya," tuturnya.

See Also

Di Rakernas PDIP, Ganjar Pranowo Dan Bambang Pacul Salam Komando Hingga Pekik Merdeka
Lantik PAW Anggota MPR RI, Ketua MPR RI Ajak Rawat Nilai-Nilai Pancasila
Ketua MPR RI Tegaskan Pemindahan Ibu Kota Negara Butuh Komitmen Bersama
Ketua MPR RI Tinjau Pembangunan Ibu Kota Administratif Sejong Di Korea Selatan
Ketua MPR RI Dorong Korea Selatan Dukung Pembangunan IKN Dan Program Presidensi Indonesia Dalam G20
Ketua MPR RI Jabarkan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Dalam Diskusi CSIS Dan SOKSI, Bamsoet Tegaskan MPR RI Tidak Dapat Menginisiasi Amandemen Konstitusi
Presiden Joko Widodo Sebut Pilihan Kombinasi Kepala Dan Wakil Kepala IKN Yang Baik
Presiden Joko Widodo Melantik Kepala Dan Wakil Kepala Otorita IKN
Bamsoet Minta Masukan Gubernur Lemhanas Terkait PPHN, Peta Politik Nasional Hingga Geopolitik Global
Pimpinan MPR RI Dan Pemerintah Sepakat Terus Wujudkan Kondisi Papua Aman, Damai, Dan Kondusif
Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.473.762 Since: 05.03.13 | 0.2137 sec