Ekonomi

Nilai Yuan China Melemah Terhadap Dolar AS

Wednesday, 09 Maret 2016 | View : 805

BEIJING-SBN.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan melemah 65 basis poin menjadi 6,5106 terhadap dolar AS pada Rabu (9/3/2016) menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Sebelumnya, tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, jatuh 108 basis poin menjadi 6,5273 terhadap dolar AS pada Selasa (23/2/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Menurut Xinhua, di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atau Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System, Janet Louise Yellen mengatakan pada Rabu (10/2/2016) bahwa kebijakan tidak jelas China atas mata uangnya, yuan, memicu turbulensi di pasar global dan memperburuk kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global.

Penurunan yuan baru-baru ini "telah meningkatkan ketidakpastian tentang kebijakan nilai tukar China dan prospek ekonominya," terang ekonom Amerika Serikat (AS) tersebut dalam kesaksiannya di Kongres, lapor AFP.

"Ketidakpastian ini menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar keuangan global dan, dengan latar belakang pelemahan terus-menerus di luar negeri, memperburuk kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global," papar mantan Vice Chair of the Board of Governors of the Federal Reserve System (2010-2014), Janet Louise Yellen.

Meskipun, alumnus Yale University pada tahun 1971 tersebut menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian China tidak sedang menghadapi penurunan mendadak, Gubernur Bank Sentral AS itu mengatakan ketidakpastian secara keseluruhan berasal dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu, di balik beberapa penurunan tajam dalam harga-harga komoditas global, yang pada gilirannya menekankan ekonomi para eksportir.

"Indikator-indikator ekonomi baru-baru ini tidak menunjukkan pelambatan tajam dalam pertumbuhan China," jelas alumnus Brown University dalam teks kesaksian yang disiapkan.

Tetapi dampak negatif ketidakpastian kebijakan yuan pada ekonomi global "berkontribusi terhadap penurunan baru-baru ini dalam harga minyak dan komoditas lainnya".

Pada gilirannya, alumnus Pembroke College ini berujar, "harga komoditas rendah bisa memicu tekanan keuangan di negara-negara pengekspor komoditas" serta di perusahaan-perusahaan penghasil komoditas di seluruh dunia.

Jika masalah-masalah tersebut terwujud, ekonom kelahiran Brooklyn, New York itu menambahkan, "kegiatan dan permintaan luar negeri untuk ekspor AS bisa melemah dan kondisi pasar keuangan bisa mengetat lebih lanjut."

Sebelumnya, tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat lima basis poin menjadi 6,5528 terhadap dolar AS pada Kamis (28/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja.

Tingkat paritas tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan, menguat 15 basis poin menjadi 6,5557 dolar AS pada Senin (25/1/2016), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Tingkat paritas tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja. (afp/xinhua)

See Also

Memilih Domain And Hosting
Mau Belanja Gadget Komputer Murah?
Meraup Uang Via Media Sosial
Start Making Money With Click Wealth System
Piano For All-Click Bank
Pembongkaran Bangunan Dan Pedagang Kaki Lima Di Perumahan Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Presiden Joko Widodo Sebut Gunakan Uang Rakyat Sebaik-baiknya
Bursa Asia Pasifik Melonjak
Bursa Eropa Turun
Penambang Bitcoin Lari Ke Kazakhstan Hingga Amerika Serikat
Saat Ketua DPR RI Keliling Solo Ditemani Gibran
Minister Suharso Monoarfa Elaborate Bappenas Work Plan In 2022
Menteri PPN Paparkan Rencana Kerja Bappenas Tahun 2022
Bertemu Ketua DPR RI, Warga Pulau Talise Sulut Berharap Aliran Listrik 24 Jam
Berkunjung Ke Pulau Talise, Ketua DPR RI Minta Pemda Genjot Pembangunan
Menteri PPN Pimpin Multilateral Meeting, Bahas Reformasi Sistem Kesehatan Nasional
Ketua DPR RI Minta APBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian Akibat Virus Corona
Luncurkan Buku Cegah Negara Tanpa Arah, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Ajak UMJ Mencegah Negara Tanpa Arah Dengan Menghadirkan Kembali PPHN Pasca 2024
Perdana Menteri Polandia Tolak Tutup Pertambangan Batu Bara
Bursa Eropa Dibuka Menguat
Elon Musk Menghentikan Penggunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Mobil Listrik Tesla
Nilai Tukar Cryptocurrency Anjlok
Microsoft Corporation Bangun Pusat Data Di Malaysia
Perum Bulog Akan Serap 50.000 Ton Beras Petani Sumatera Selatan
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.388.838 Since: 05.03.13 | 0.1678 sec