Ekonomi

Harga Emas Turun Akibat Penguatan Dolar AS Jelang Pertemuan The Fed

Tuesday, 15 Desember 2015 | View : 1045
Tags : Emas

CHICAGO-SBN.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (14/12/2015) atau Selasa (15/12/2015) pagi WIB, karena investor menunggu keputusan Federal Reserve AS tentang kenaikan suku bunganya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari jatuh 12,3 dolar AS, atau 1,14 persen, menjadi menetap di 1.063,40 dolar AS per ounce.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan bertemu pada Rabu untuk menentukan apakah menaikkan suku bunga acuannya atau tidak.

Para analis percaya bahwa pasar sekarang telah sepenuhnya memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, dan bahwa pasar sekarang belum yakin kapan kenaikan suku bunga berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen akan terjadi.

Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat dari kenaikan suku bunga pada Rabu (10/12/2015) adalah 83 persen.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan AS.

Dolar AS yang kuat juga menambahkan beberapa tekanan terhadap emas pada Senin.

Adapun logam lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 18,9 sen, atau 1,36 persen, menjadi ditutup pada 13,695 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 6,5 dolar AS, atau 0,77 persen, menjadi ditutup pada 850,20 dolar AS per ounce. Demikian laporan Xinhua.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis (10/12/2015) atau Jumat (11/12/2015) pagi WIB, karena dolar AS menguat menjelang pertemuan Federal Reserve AS pekan depan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 4,5 dolar AS atau 0,42 persen, menjadi menetap di 1.072 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Emas berada di bawah tekanan karena Indeks Dolar AS naik 0,52 menjadi 97,91 pada pukul 17.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lainnya.

Logam mulia terhindar dari kejatuhan lebih lanjut ketika laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis (10/12/2015), menunjukkan klaim awal meningkat 13.000 menjadi 282.000.

Para analis mencatat bahwa angka ini lebih buruk dari yang diperkirakan dan merupakan angka tertinggi dari ukuran tersebut sejak Juli.

Namun, para analis yang sama percaya bahwa laporan ini tidak mungkin mempengaruhi keputusan Federal Reserve AS untuk meningkatkan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember.

Probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga Desember berada di 85 persen menurut alat Fedwatch CMEGroup. Analis yakin bahwa pasar sekarang telah sepenuhnya memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, dan bahwa pasar sekarang belum yakin kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan terjadi.

Harapan itu awalnya untuk penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016, tetapi pertemuan FOMC pada akhir Oktober menegaskan bahwa The Fed ingin menaikkan suku sebelum akhir 2015.

Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika Serikat (AS).

Analis percaya prospek jangka panjang untuk logam mulia masih "bearish" dan bahwa beberapa kenaikan suku bunga kemungkinan akan memberikan tekanan yang luas pada logam mulia.

Juga, ada indikasi lebih lanjut bahwa permintaan China untuk emas kemungkinan akan turun, karena investor China telah menjadi lebih cerdas dan membeli aktiva-aktiva berbunga yang lebih menguntungkan.

Perak untuk pengiriman Maret turun 7,9 sen, atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 14,11 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 9,9 dolar AS, atau 1,14 persen, menjadi ditutup pada 855,90 dolar AS per ounce. (xinhua)

See Also

Bursa Eropa Datar
Bursa Asia Ditutup Positif
Memilih Domain And Hosting
Mau Belanja Gadget Komputer Murah?
Meraup Uang Via Media Sosial
Start Making Money With Click Wealth System
Piano For All-Click Bank
Pembongkaran Bangunan Dan Pedagang Kaki Lima Di Perumahan Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Presiden Joko Widodo Sebut Gunakan Uang Rakyat Sebaik-baiknya
Bursa Asia Pasifik Melonjak
Bursa Eropa Turun
Penambang Bitcoin Lari Ke Kazakhstan Hingga Amerika Serikat
Saat Ketua DPR RI Keliling Solo Ditemani Gibran
Minister Suharso Monoarfa Elaborate Bappenas Work Plan In 2022
Menteri PPN Paparkan Rencana Kerja Bappenas Tahun 2022
Bertemu Ketua DPR RI, Warga Pulau Talise Sulut Berharap Aliran Listrik 24 Jam
Berkunjung Ke Pulau Talise, Ketua DPR RI Minta Pemda Genjot Pembangunan
Menteri PPN Pimpin Multilateral Meeting, Bahas Reformasi Sistem Kesehatan Nasional
Ketua DPR RI Minta APBN 2022 Antisipasi Ketidakpastian Akibat Virus Corona
Luncurkan Buku Cegah Negara Tanpa Arah, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Ajak UMJ Mencegah Negara Tanpa Arah Dengan Menghadirkan Kembali PPHN Pasca 2024
Perdana Menteri Polandia Tolak Tutup Pertambangan Batu Bara
Bursa Eropa Dibuka Menguat
Elon Musk Menghentikan Penggunaan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Mobil Listrik Tesla
Nilai Tukar Cryptocurrency Anjlok
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.517.583 Since: 05.03.13 | 0.1571 sec