Internasional

Ilmuwan Australia Terima Hibah 10 Juta Dollar Untuk Meneliti Obat Malaria

Sunday, 08 Nopember 2015 | View : 942

DARWIN-SBN.

Tim penelitian Australia menyambut dana hibah senilai 10 juta dolar atau setara dengan Rp 100 miliar untuk mengembangkan obat anti-malaria, ketika Pemerintah mereka mengumumkan bahwa memerangi penyakit tropis ini adalah bagian utama rencana untuk membangun wilayah Australia Utara (Northern Territory).

Malaria sempat menjadi endemic di wilayah Utara Australia pada dekade 1960’an. Oleh karena itu, ilmuwan Australia menerima bantuan Rp 100 miliar untuk meneliti obat malaria. Ilmuwan Australia sedang mengembangkan teknologi untuk mendiagnosa stadium permulaan (early stage) malaria.

Profesor James McCarthy dari Institut Penelitian Medis QIMR Berghofer yang berbasis di Brisbane, Negara Bagian Queensland, Australia menyambut gembira dana hibah Rp 100 miliar dari lembaga ‘Medicines for Malaria Venture’ (MMV), yang bersumber dari Yayasan Bill dan Melinda Gates.

"Saya pikir ini adalah pengakuan dari janji yang kami lakukan dalam hal mengembangkan alat untuk menghilangkan malaria," kata Profesor James McCarthy di Pertemuan Investasi Australia Utara, di Darwin, Negara Bagian Northern Territory, Australia.

Malaria adalah endemik di Australia sampai tahun 1960-an, dengan kasus terakhir yang dilaporkan berada di sepanjang Sungai Roper di Wilayah Utara Australia.

Profesor James McCarthy bergabung dengan Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Andrew Robb, untuk mengumumkan pendanaan baru tersebut.

Dana hibah akan digunakan untuk menguji obat anti-malaria yang menjanjikan itu dengan menyuntikkan sejumlah kecil parasit malaria ke sejumlah relawan dengan kondisi sehat.

Menteri Andrew Robb mengatakan, mengalahkan penyakit tropis adalah bagian penting dari pengembangan utara Australia, dan turut megungkapkan rencana senilai 8,5 juta dolar atau setara dengan Rp 85 miliar untuk membantu mengkomersilkan penelitian Australia.

"Tentu saja ada sumber daya dan energi, dan ada pertanian, dan ada begitu banyak yang bisa kami lakukan di daerah, ada pariwisata dan pendidikan," tutur sang Menteri.

Ia menambahkan, "Tapi kekuatan besar lainnya dari Australia dan wilayah Utara, adalah kapasitas berusia 70 tahun dalam banyak kasus sistem dan kemampuan penelitian di bidang kesehatan tropis.”

"Kami sudah mendapat kapasitas yang luar biasa untuk membuat lebih banyak lagi dari hal ini, karena kami berada di daerah tropis. Wilayah tropis tumbuh 20% lebih cepat ketimbang daerah lain di dunia," sambungnya.

Menteri Utama Queensland, Annastacia Palaszczuk, juga menyambut baik dana MMV itu dan mengatakan, bantuan itu akan memungkinkan para ilmuwan untuk cepat-melacak pengembangan dan pengujian obat malaria dengan biaya yang lebih rendah.

"Pekerjaan mereka akan memiliki manfaat sosial ekonomi, tak hanya bagi Australia dan kawasan Asia-Pasifik, tetapi bagi seluruh dunia," kemukanya.

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.511.802 Since: 05.03.13 | 0.1579 sec