Internasional

Papua Nugini Bantah Turunkan Bendera Indonesia Di Merauke

Sunday, 16 Agustus 2015 | View : 500

PORT MORESBY-SBN.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata (PNG Defence Force/PNGDF) Kolonel Mark Goina mengatakan tidak benar personilnya telah menurunkan bendera Indonesia di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Ini merupakan bantahan atas informasi yang menyebutkan tentara Papua Nugini (PNG) melarang berkibarnya bendera Merah Putih di wilayah Merauke, Papua yang berbatasan dengan PNG.

“Kami tidak menerima sejumlah informasi dari tentara PNG yang masuk ke wilayah Merauke untuk melakukan sejumlah bentuk kegiatan atau operasi, jadi kami membantah sejumlah aktivitas pasukan kami. Informasi tersebut tidak benar,” katanya, Sabtu (15/8/2015).

Sebelumnya diberitakan, bendera Merah Putih dilarang berkibar di Dusun Yakyu, Kampung Rawa Biru, Merauke. Bendera merah putih tidak boleh dikibarkan di Dusun Yakyu, Kampung Rawa Biru, Merauke. Tindakan itu diduga telah diinisiasi oleh tentara pemerintah Papua Nugini (PNG). Padahal Dusun Yakyu masih berada dalam wilayah Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI). Tepatnya di perbatasan RI-PNG di Kabupaten Merauke, Papua. Hanya saja, seluruh penduduknya merupakan warna negara PNG, sehingga pengibaran itu dilarang.

“Saya pastikan bahwa tidak ada tentara PNG di atau sekitar Merauke, mereka berada di luar wilayah perbatasan dan melakukan aktivitas mereka dengan normal,” tegas Kolonel Mark Goina.

Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai, Kamis (13/8/2015), mengatakan informasi yang diperolehnya menyebutkan sebanyak 14 anggota tentara Papua Nugini meminta warga Indonesia di Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, menurunkan bendera Merah Putih yang sedang dikibarkan.

Menteri Luar Negeri Indonesia ke-17 yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Retno Lestari Priansari Marsudi, Jumat (14/8/2015) mengaku belum mendapat laporan resmi soal dilarangnya pengibaran bendera Merah Putih tersebut di Merauke, Provinsi Papua dan berjanji akan mengusutnya.

Namun, mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda pada tahun 2012 itu berjanji akan mengusut kasus ini. Apalagi, pelarangan ini dilakukan negara tetangga yang berbatasan laangsung dengan Merauke.

"Saya baru baca dari media massa. Kami akan cari tahu dulu, mengenai peristiwa itu sendiri," ujar Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi di Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia, Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan, pihaknya akan segera menelusuri aturan itu sebelum melakukan langkah-langkah konfirmasi dengan PNG.

Mantan Sekretaris satu bidang ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda tersebut, Retno Lestari Priansari Marsudi baru akan menyampaikan solusi setelah mendapat laporan resmi.

"Kami cari tahu yang pasti dulu tempatnya ada di mana, di wilayah siapa. Kami harus pastikan dulu sebelum kami informasikan keluar," pungkas Retno Lestari Priansari Marsudi yang pernah memperoleh penghargaan Order of Merit dari Raja Norwegia pada Desember 2011 dan menjadikannya orang Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan tersebut. (abc)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.511.729 Since: 05.03.13 | 0.1533 sec