Internasional

50 Tahun Kemerdekaan Singapura

Monday, 10 Agustus 2015 | View : 478

SINGAPURA-SBN.

Singapura punya pesta besar pada Minggu (9/8/2015). Negara kota itu merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-50. Nama pendiri Singapura, Lee Kuan Yew, yang meninggal Maret 2015 lalu dikenang dengan berbagai acara.

Majalah Time, edisi Senin (10/8/2015), melaporkan bagaimana jet tempur militer Singapura meraung-raung melintasi langit di tengah gemuruh lagu nasionalis yang terus dikumandangkan. Warga masyarakat gembira mengambil keuntungan dan kesempatan dari semua sarana transportasi termasuk kereta dan bus yang digratiskan sehari.

"Ini adalah tonggak sejarah. Saya datang dari generasi tua yang telah melihat Singapura melewati tahun-tahun awal kemerdekaan. Saya tahu pemimpin kita harus kerja keras untuk sampai ke sini," kata seorang warga, William Nathan, 70 tahun.

Puncak perayaan yang berakhir pada Minggu (9/8/2015) kemarin itu diisi dengan parade militer dan pertunjukan kembang api. Rasa persatuan dan kebanggaan dalam prestasi Singapura diperkuat dengan pemutaran video yang didedikasikan untuk pendiri dan pemimpin terlama negara itu, Lee Kuan Yew. Dia meninggal pada Maret 2015 lalu di usia 91 tahun.

Sementara negara itu dikagumi lantaran berhasil melompat dari kota pelabuhan kolonial miskin menjadi sebuah metropolis kaya. Singapura saat ini juga tengah bergulat dengan kebencian dan kemarahan atas pembatasan politik, masuknya tenaga kerja asing, dan meningkatnya biaya hidup.

Lee Kuan Yew, yang menjadi perdana menteri selama lebih dari tiga dekade, dianggap tidak memiliki toleransi untuk perbedaan pendapat politik. Tokoh oposisi yang kalah dalam pemilu atau dibawa ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik akan dipenjara sampai mereka bangkrut. Dan hukum negara melarang siapa saja yang bangkrut untuk menjadi peserta pemilihan.

Sekarang, putra Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Lee Hsien Loong, seperti dikutip dari laman Time, mengelola Singapura yang jauh berbeda dibanding era ayahnya. Pemilihan umum Singapura dijadwalkan akan dilaksanakan pada 12 September 2015. Partai penguasa, Partai Aksi Rakyat (People's Action Party/PAP), kini menguasai 80 dari 87 kursi parlemen. Pada pemilihan umum 2011, partai ini kehilangan banyak suara. (time)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.511.764 Since: 05.03.13 | 0.1529 sec