Internasional

Pemilu Kamboja, Hun Sen Bertahan Kekuasaan

Monday, 29 Juli 2013 | View : 891

PHNOM PENH-SBN.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen masih bertahan dan memperpanjang kekuasaannya yang sudah 28 tahun berjalan. Pada hari Minggu (28/7/2013), dalam Pemilihan Umum (Pemilu), Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen menyatakan dirinya telah menang kembali. Mantan pejuang Khmer Merah tersebut yang beralih menjadi Perdana Menteri secara meyakinkan menang dalam Pemilu, bahkan Hun Sen tidak perlu repot-repot untuk kampanye secara perorangan.

Pemilu tersebut disinyalir telah diwarnai dengan tindak penuh kecurangan dan banyak penyimpangan. Dalam hal ini, pihak oposisi mengecam apa yang dilukiskan sebagai penyimpangan suara terburuk dalam sejarah hitam Pemilu Kamboja. “Situasi ini lebih serius dari pada pemilu sebelumnya,” tutur Juru Bicara Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), Yim Sovann kepada AFP. “Hal itu dapat dilihat dari banyaknya nama-nama yang hilang dari daftar pemilih, sementara ribuan orang tidak dapat menggunakan hak suara mereka,” papar Yim Sovann. “Tinta yang dipakai untuk pemungutan suara juga dapat dengan mudah dicuci,” tambah dia.

Ratusan orang melakukan protes di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di bagian timur provinsi Prey Veng. “Masyarakat curiga ada dugaan penyimpangan,” ungkap seorang saksi mata kepada AFP melalui telepon.

Komite Pemilihan Nasional telah membantah tuduhan tersebut. “Tidak ada masalah nama yang hilang dari daftar,” tukas Sekretaris Jenderal NEC, Nytha Tep kepada AFP

Sebelum pemungutan suara dibuka, pihak oposisi telah memperingatkan bahwa kemenangan Hun Sen akan jadi ‘tidak berguna’ tanpa partisipasi dari pemimpin oposisi, Sam Rainsy. Sam Rainsy merupakan seorang mantan bankir berpendidikan Prancis, kembali dari pengasingan ke Kamboja pada 19 Juli setelah menerima pengampunan dari Kerajaan Kamboja untuk tuduhan kejahatan yang menurutnya bermotif politik. Namun, Sam Rainsy dilarang mencalonkan diri sebagai seorang kandidat karena pihak berwenang mengatakan terlalu terlambat untuk menambahkan namanya ke daftar pemilihan. Sam Rainsy melakukan perjalanan tur keliling ke TPS-TPS di ibukota Phnom Penh pada Minggu (28/7/2013) untuk ‘mengumpulkan lebih banyak bukti’ penyimpangan suara. “Apabila indikasi menunjuk pada sebuah ‘komplotan yang melakukan kecurangan pemilu, pastinya kami akan protes’,”cetus dia.

“Pihaknya telah menemukan penyimpangan seperti adanya puluhan ribu nama pemilih yang digandakan yang memungkinkan beberapa orang memberikan suara dua kali,” kata CNRP.

Pantauan Jajak Pendapat oleh Komite Pemilihan Bebas dan Adil di Kamboja menyatakan hingga 1,25 juta orang yang memenuhi syarat untuk surat suara tidak berada pada daftar pemilih. Pemungutan suara dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat dan ditutup pada pukul 15.00 waktu setempat dengan sekitar 9,6 juta orang terdaftar untuk memilih lebih dari sepertiga di antaranya berusia di bawah 30 tahun.

Seorang Juru Bicara bagi Partai Rakyat Kamboja mengatakan pada AFP bahwa partai tersebut yakin akan kemenangan mutlak. “Kami berharap mendapat mayoritas mutlak,” ujar Khieu Kanharith.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen dengan tersenyum mencium kotak suara dan menjatuhkan kertas suara ke dalam kotak di sebuah TPS di sekolah pelatihan guru di kota Ta Khmao dekat ibukota Phnom Penh. 

“Keamanan diperketat di ibukota Kamboja, Phnom Penh pada Minggu (28/7/2013) setelah pemungutan suara berakhir. Polisi militer memblokade jalan menuju rumah Hun Sen dan satu lagi yang menuju ke kantor Partai Rakyat Kamboja (CPP) serta Komite Pemilihan Nasional,” kata wartawan Reuters. (afp/rtr)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.517.581 Since: 05.03.13 | 0.2439 sec