Internasional

Pemilu Kamboja, Hun Sen Bertahan Kekuasaan

Monday, 29 Juli 2013 | View : 934

PHNOM PENH-SBN.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen masih bertahan dan memperpanjang kekuasaannya yang sudah 28 tahun berjalan. Pada hari Minggu (28/7/2013), dalam Pemilihan Umum (Pemilu), Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen menyatakan dirinya telah menang kembali. Mantan pejuang Khmer Merah tersebut yang beralih menjadi Perdana Menteri secara meyakinkan menang dalam Pemilu, bahkan Hun Sen tidak perlu repot-repot untuk kampanye secara perorangan.

Pemilu tersebut disinyalir telah diwarnai dengan tindak penuh kecurangan dan banyak penyimpangan. Dalam hal ini, pihak oposisi mengecam apa yang dilukiskan sebagai penyimpangan suara terburuk dalam sejarah hitam Pemilu Kamboja. “Situasi ini lebih serius dari pada pemilu sebelumnya,” tutur Juru Bicara Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), Yim Sovann kepada AFP. “Hal itu dapat dilihat dari banyaknya nama-nama yang hilang dari daftar pemilih, sementara ribuan orang tidak dapat menggunakan hak suara mereka,” papar Yim Sovann. “Tinta yang dipakai untuk pemungutan suara juga dapat dengan mudah dicuci,” tambah dia.

Ratusan orang melakukan protes di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di bagian timur provinsi Prey Veng. “Masyarakat curiga ada dugaan penyimpangan,” ungkap seorang saksi mata kepada AFP melalui telepon.

Komite Pemilihan Nasional telah membantah tuduhan tersebut. “Tidak ada masalah nama yang hilang dari daftar,” tukas Sekretaris Jenderal NEC, Nytha Tep kepada AFP

Sebelum pemungutan suara dibuka, pihak oposisi telah memperingatkan bahwa kemenangan Hun Sen akan jadi ‘tidak berguna’ tanpa partisipasi dari pemimpin oposisi, Sam Rainsy. Sam Rainsy merupakan seorang mantan bankir berpendidikan Prancis, kembali dari pengasingan ke Kamboja pada 19 Juli setelah menerima pengampunan dari Kerajaan Kamboja untuk tuduhan kejahatan yang menurutnya bermotif politik. Namun, Sam Rainsy dilarang mencalonkan diri sebagai seorang kandidat karena pihak berwenang mengatakan terlalu terlambat untuk menambahkan namanya ke daftar pemilihan. Sam Rainsy melakukan perjalanan tur keliling ke TPS-TPS di ibukota Phnom Penh pada Minggu (28/7/2013) untuk ‘mengumpulkan lebih banyak bukti’ penyimpangan suara. “Apabila indikasi menunjuk pada sebuah ‘komplotan yang melakukan kecurangan pemilu, pastinya kami akan protes’,”cetus dia.

“Pihaknya telah menemukan penyimpangan seperti adanya puluhan ribu nama pemilih yang digandakan yang memungkinkan beberapa orang memberikan suara dua kali,” kata CNRP.

Pantauan Jajak Pendapat oleh Komite Pemilihan Bebas dan Adil di Kamboja menyatakan hingga 1,25 juta orang yang memenuhi syarat untuk surat suara tidak berada pada daftar pemilih. Pemungutan suara dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat dan ditutup pada pukul 15.00 waktu setempat dengan sekitar 9,6 juta orang terdaftar untuk memilih lebih dari sepertiga di antaranya berusia di bawah 30 tahun.

Seorang Juru Bicara bagi Partai Rakyat Kamboja mengatakan pada AFP bahwa partai tersebut yakin akan kemenangan mutlak. “Kami berharap mendapat mayoritas mutlak,” ujar Khieu Kanharith.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen dengan tersenyum mencium kotak suara dan menjatuhkan kertas suara ke dalam kotak di sebuah TPS di sekolah pelatihan guru di kota Ta Khmao dekat ibukota Phnom Penh. 

“Keamanan diperketat di ibukota Kamboja, Phnom Penh pada Minggu (28/7/2013) setelah pemungutan suara berakhir. Polisi militer memblokade jalan menuju rumah Hun Sen dan satu lagi yang menuju ke kantor Partai Rakyat Kamboja (CPP) serta Komite Pemilihan Nasional,” kata wartawan Reuters. (afp/rtr)

See Also

Partai Buruh Ungguli Partai Liberal Di Pemilu Australia
Penembakan Di Gereja Los Angeles
Geger Penembakan Tragis Di Buffalo
Komitmen Amerika Serikat Meningkatkan Peluang Beasiswa Bagi Warga ASEAN
Polisi Buffalo Ungkap Motif Kekerasan Penembakan
Motif Di Balik Penembakan Di Buffalo New York
Penembakan Di Buffalo New York Tewaskan 10 Korban
Penembakan Di Supermarket New York
KTT Khusus ASEAN-AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pemulihan Virus Corona
Presiden Amerika Serikat Umumkan Era Baru Hubungan Amerika Serikat-ASEAN
Presiden Joko Widodo Sebut Penguatan Kemitraan ASEAN-AS Untuk Antisipasi Pandemi Di Masa Depan
Presiden Joko Widodo Dorong Kemitraan ASEAN-AS Dalam Penanganan Perubahan Iklim
Presiden Joko Widodo Menyerukan Hentikan Perang Sekarang Juga
Presiden Joko Widodo Akan Hadiri KTT Khusus ASEAN-AS Hingga Bertemu Wapres AS
Presiden Joko Widodo Hadiri Jamuan Santap Malam Presiden Amerika Serikat
Presiden Joko Widodo Akan Hadiri Pertemuan Dengan Kongres AS Hingga Presiden AS
Presiden Joko Widodo Dan Ibu Iriana Tiba Di Washington DC
Karine Jean-Pierre Resmi Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Jumlah Kasus Harian Virus Corona Di Korea Selatan Tercatat Di Kisaran 20.000 Kasus
Putaran Kedua Pemilihan Presiden Di Timor Leste
Kasus Virus Corona Di Korea Selatan Turun Ke Level Terendah
764.900 Dosis Vaksin Moderna Ditarik Dari Eropa
Kasus Virus Corona Muncul Di Kediaman Presiden Taiwan
Jumlah Kasus Harian Virus Corona Di Korea Selatan Tercatat 265.995 Kasus
Saat Ibu Iriana Ajak Istri PM PNG Keliling Kebun Raya Bogor
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.247.142 Since: 05.03.13 | 0.2468 sec