Nasional

Hari Ini H.M. Prasetyo Resmi Jadi Jaksa Agung

JAKARTA-SBN.

Hari ini, Kamis (20/11/2014), Presiden Indonesia ke-7 yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014 terpilih bersama Wakil Presiden Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering ditulis Jusuf Kalla saja atau JK dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2014, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ telah melantik H.M. Prasetyo, S.H. sebagai Jaksa Agung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat sumpah jabatan Jaksa Agung terpilih H.M. Prasetyo, S.H. di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/11/2014). H.M. Prasetyo diangkat sumpah jabatannya di Istana Negara hari ini sekitar pukul 15.35 WIB oleh Presiden Joko Widodo. Mendampingi H.M. Prasetyo, Andhi Nirwanto tetap menjadi Wakil Jaksa Agung.

Acara yang sempat mundur hingga 1,5 jam ini diangkat dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 131 Tahun 2014 yang dibacakan oleh Deputi bidang Sumber Daya Manusia, Kementerian Sekretariat Negara. Keppres tersebut ditetapkan tanggal 20 November 2014.

Pelantikan Jaksa Agung hanya dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), beberapa Menteri di Kabinet Kerja, Wakil Jaksa Agung Andi Niwanto, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf dan beberapa pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung).

H. M. Prasetyo, S.H. merupakan politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang pernah menjabat Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum). Dia juga menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II asal Fraksi NasDem periode 2014-2019. Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu memiliki catatan karier di Kejaksaan Agung. Jabatan terakhir di kejaksaan adalah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI (2005-2006) dan Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung RI (2005-2006).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia ke-15 yang menjabat sejak 27 Oktober 2014, Laksamana (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan Presiden Joko Widodo memang menerima masukan baik dari partai politik (parpol) maupun kalangan profesional untuk menentukan calon Jaksa Agung.

“Orang yang punya loyalitas, bisa bekerja, punya kapabilitas, punya kredibiltas, itu saja,” terang mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2008-2009, Laksamana (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno mengenai kriteria calon Jaksa Agung.

Mantan Kepala Staf Umum TNI ini, Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno menambahkan pemilihan H.M. Prasetyo tidak perlu dikait-kaitkan dengan kepentingan politik. Keterpilihannya sudah langsung dijamin Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

“Enggak (cuma satu), ada banyak (calonnya). Tapi kan beliau ternyata memilih yang itu, bisa dipercaya, lebih sreg, kan yang makai beliau (Presiden Jokowi),” jelas Laksamana (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno yang juga Menteri jebolan Partai NasDem tersebut.

Jaksa Agung H.M. Prasetyo seperti tak punya prioritas. Pasalnya ketika ditanya kasus dan masalah hukum yang menjadi prioritas atau didahulukan, H.M. Prasetyo menyebut semua kasus. Padahal, prioritas merupakan masalah urutan untuk bisa mengerjakan tugas yang kerap bisa tak bisa dilakukan serentak dengan berbagai keterbatasan.

Ketika disinggung soal kasus pelanggaran HAM dan korupsi, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Kejaksaan Agung RI (2003-2005) menjawab, hal itu juga menjadi prioritas baginya. Bahkan, Jaksa Agung baru itu menambahkan soal kasus narkotika, penebangan hutan ilegal hingga terorisme.

"Semua harus bersamaan, itu bedanya dengan instansi lain,” kata mantan Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung RI (2005-2006), H.M. Prasetyo ketika ditanya soal prioritasnya usai diangkat sumpah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Mantan Inspektur Kepegawaian dan Tugas Umum Pengawasan Kejaksaan Agung RI (2000-2003) H.M. Prasetyo menegaskan, dirinya siap, dan akan berkomitmen pada tugas yang dipercayakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepadanya.

"Untuk apapun, amanah yang sekarang akan dijalankan sebaik-baiknya. Ketika negara memanggil kita semua kepentingan lain kita tinggalkan. Kecuali untuk kepentingan bangsa dan negara kita,” urai mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung itu.

Kasus pelanggaran HAM diakui mantan Kasub Direktorat Pengamanan Sumber Daya Manusia Kejaksaan Agung RI (1995-1998), H.M. Prasetyo relatif banyak. Oleh karena itu, Jaksa Agung menyatakan kasus-kasus tersebut akan menjadi perhatiannya.

Sementara itu, reformasi di tubuh instansi yang baru dipimpinnya itu juga tak akan diabaikan.

"Kita akan buat potretnya seperti apa, kita akan buat langkah-langkahnya kita akan mengembalikan kejaksaan menjadi kepercayaan masyarakat," kata mantan Direktur Politik pada JAM Intelijen Kejaksaan Agung RI (1998-1999).

Dikabarkan proses penunjukan hingga pelantikan Jaksa Agung H.M. Prasetyo terbilang kilat. H.M. Prasetyo mengaku baru dihubungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini dan langsung dilantik jadi Jaksa Agung pukul 15.35 WIB.

"(Ditelepon) Secara resmi tadi pagi," beber mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Kejaksaan Agung RI (1998) H.M. Prasetyo ditemui usai pelantikannya di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Dirinya diberhentikan dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB, dan partai akan memproses Pengganti Antar Waktu (PAW) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Proses pemilihan Jaksa Agung juga diketahui sudah melalui penelusuran di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Amanah itu, entah dari Tuhan atau dari manapun kita harus memegang amanat sebaik-baiknya,” tegas mantan Kepala Kejaksaan Negeri Kediri Kejaksaan Agung RI (1994-1995). (jos)

See Also

Selamat Hari Guru Nasional
Indonesia International Book Fair
Pengurus Baru Sinode Gereja Presbyterian Indonesia: Berubahlah Oleh Pembaharuan Budimu
Festival Cegah Korupsi
63 Titik Penyekatan Di Jakarta Saat PPKM Darurat
Titik Penyekatan Di Jalan Tol Jasa Marga Group Dalam Rangka Mendukung PPKM Darurat
Daftar Exit Tol Yang Tutup Saat PPKM Darurat
Puan Menyatakan Berduka Atas Tenggelamnya KMP Yunicee Dan Meminta Pencarian Korban Terus Dilakukan
Di Sesko AU, Puan Sampaikan Pentingnya Kekuatan Pertahanan Dan Ancaman Serangan Cyber
Presiden Joko Widodo Tinjau Langsung Pelaksanaan PPKM Mikro Di Kelurahan Rawasari
Presiden Joko Widodo Sebut PPKM Mikro Kebijakan Paling Tepat Untuk Saat Ini
Puan Sebut Perempuan Berperan Penting Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Ketua DPR RI Minta Pemda Jangan Sembunyikan Kondisi Kasus Virus Corona
Dorong Percepatan Vaksinasi, Ketua DPR RI Bawa Tambahan Vaksin Untuk Warga Jateng
Megawati Sebut Ayah Saya Dilengserkan Namun Roda Kehidupan Berputar
Megawati Soekarnoputri Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Di Universitas Pertahanan
Megawati Soekarnoputri Tegaskan Perlu Amandemen Sekali Lagi Untuk Hadirkan Kembali PPHN
Megawati Bingung Dicap Komunis
Megawati Cerita Soekarno Dilengserkan
Megawati Minta Presiden Tambah Personel TNI-Polri
Bamsoet: Ibu Megawati Tegaskan Dukung MPR RI Miliki Kewenangan Menyusun Dan Menetapkan Haluan Negara
Ketua MPR RI Sebut Hari Lahir Pancasila Momentum Bangun Kembali Kebersamaan
Ketua DPR RI Minta Negara Hadir Lebih Nyata, Kebijakan Harus Tepat Dan Bermanfaat Untuk Rakyat
Presiden Joko Widodo Dorong Kerja Sama Daerah Untuk Bersama Tangani Pandemi Virus Corona
Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Di Bintan
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.388.586 Since: 05.03.13 | 0.1932 sec