Hukum

Kasus Korupsi Mantan Kadishub Pemprov DKI, Gubernur DKI Contohkan Perumpamaan

JAKARTA-SBN.

Gubernur DKI Jakarta yang adalah Presiden terpilih periode 2014-2019, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ memberi perumpamaan mengapa mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta, Ir. Udar Pristono, M.T. sampai ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan korupsi pengadaan Bus TransJakarta. "Ini umpama, saya perintahkan kamu beli sabun wangi, terus kamu beli sabun colek, bagaimana?" terang Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Pria yang kini ditetapkan KPU sebagai presiden terpilih ini menjelaskan dari pengadaan Bus TransJakarta yang totalnya ribuan dengan nilai anggaran sekitar Rp 3 triliun itu, hanya beberapa unit saja yang nyatanya diterima oleh Pemprov DKI Jakarta. "Yang paling penting, bus yang ada kan enggak kami terima. Jangan ada yang ngomong sekian triliun. Itu yang dibayar hanya kira-kira mungkin dari 3 triliun, hanya 500 sampai 600 miliar. Tanya Dishub," urai mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi.

Persoalan lain yaitu mantan Wali Kota Solo ini, Jokowi mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait pengadaan Bus TransJakarta dari China tersebut.

Pasalnya, pengadaan dengan nilai anggaran triliunan itu tidak bisa dengan mekanisme penunjukkan langsung, namun harus melalui proses lelang.

Jokowi pun mengatakan pengadaan tersebut sudah menjadi tanggung jawab pengguna anggaran, yaitu dinas terkait.

"Kalau menunjuk, saya akan beli yang baik. Enggak bisa beli bus Mercy, Volvo, enggak bisa. Ada mekanisme lelang yang harus diikuti. Semuanya ada di Dinas. Yang namanya pengguna anggaran. Ada kebijakan, ada pengguna anggaran," jelas mantan Wali Kota Surakarta ini.

Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ ini mengatakan dirinya telah mengingatkan anak buahnya di jajaran Pemprov DKI Jakarta agar berhati-hati saat mengerjakan suatu program atau pengadaan agar tidak bermasalah di kemudian hari. "Oleh karena itu bolak-balik di setiap rapat saya mengingatkan, hati-hati," beber Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi di Balai Kota DKI , Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Pria yang kini berstatus presiden terpilih ini masih mentolerir kesalahan pada prosedur. Namun, jangan sampai kesalahan prosedur tersebut justru meluas sampai menyelewengkan anggaran. "Sebetulnya kalau hanya melanggar prosedur saja enggak ada masalah. Asal enggak ngambil uang. Tapi kalau sudah prosedur dilanggar, kemudian mengambil sesuatu dari situ itu yang keliru," tutur Jokowi.

Hal itu diungkapkan Jokowi setelah rentetan peristiwa terjadi, yaitu ditahannya mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Ir. Udar Pristono, M.T. terkait dugaan kasus korupsi pengadaan Bus TransJakarta.

Kemudian, peristiwa penggeledahan yang dilakukan oleh Kejagung terhadap kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta terkait dugaan korupsi perbaikan dan Pemeliharaan Jaringan atau Saringan Sampah di Dinas PU DKI Jakarta Tahun Anggaran (TA) 2012 dan 2013.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M alias Ahok pun akhirnya bersuara terkait pernyataan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov DKI Jakarta Ir. Udar Pristono, M.T. yang meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertanggung jawab atas pengadaan unit Bus TransJakarta berkarat. “Bisa saja. Buktikan di pengadilan saja, itu kan proses hukum. Tunggu di pengadilan saja," kata Basuki Tjahaja Purnama singkat, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Mantan Kadishub DKI Jakarta tersebut, Udar Pristono resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (17/9/2014) malam. Dia meminta Jokowi ikut bertanggung jawab. Sebab, selama menjadi kepala dinas, dia mengaku bekerja dengan baik untuk perbaikan transportasi di Jakarta. "Saya bekerja untuk Pak Jokowi. Tapi, ketika saya tersandung bus karatan, kenapa saya dimasukkan tahanan?" cetus Udar Pristono.

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) itu meminta perlindungan hukum dari Pemprov DKI Jakarta.

Udar Pristono menjadi tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan Bus TransJakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) berkarat pada anggaran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI tahun 2013 senilai Rp 1,5 triliun.

Selain Udar Pristono, Kejagung juga menahan tersangka lainnya, Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto.

Agar penyalahgunaan anggaran pengadaan bus tidak terjadi lagi, DKI mengalihkan pengadaan dari Dinas Perhubungan (Dishub) ke PT. TransJakarta.

Rencananya, Pemprov DKI melalui PT. TransJakarta akan membeli sebanyak 300 unit Bus TransJakarta, tahun 2015 mendatang.

Mantan anggota Komisi II DPR RI yang juga mantan Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama pun menginstruksikan, pengadaan Bus dengan standar dan spesifikasi tertentu. (tri/jos)

See Also

Dampak Pembongkaran Bangunan Pedagang Pinggir Sungai Duta Indah, Bekasi.
Pembongkaran Bangunan Pinggir Sungai Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Ketua KPK Melantik 1.271 Pegawai KPK Sebagai ASN
Ketua MPR RI Minta Pemerintah Investigasi Kebocoran Data 297 Juta Penduduk
Bamsoet Minta Pemerintah Investigasi Dugaan Kebocoran Data 279 Juta Penduduk Indonesia
Bamsoet Apresiasi Capaian 100 Hari Kinerja Kapolri
KPK Sita 13 Sepeda Lapierre Terkait Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster
Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.371.107 Since: 05.03.13 | 0.188 sec