Nasional

Ridwan Kamil Bilang Saya Berbeda Dengan Ahok

JAKARTA-SBN.

Kedua partai politik pengusung Wali Kota Bandung ke-24 periode 2013-2018, Muhammad Ridwan Kamil, S.T. MUD. atau panggilannya Emil dan wakilnya Oded Muhammad Danial (MD), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) termasuk partai tergabung dalam Koalisi Merah Putih yang mengusulkan pengesahan RUU Pilkada tentang kepala daerah dipilih DPRD.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku tak khawatir ditegur partai politik pengusungnya dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat tahun 2013, yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Buat apa saya takut ditegur? Ini demi kepentingan rakyat dan sanksi itu urusan nomor sekian,” tukasnya ketika ditemui usai Rakornas Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Alumnus S2 dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat (AS) ini, Ridwan Kamil, mengaku kepergiannya ke Jakarta untuk menghadiri rapat koordinasi luar biasa para Bupati dan Wali Kota terkait RUU Pilkada tidak diketahui Partai Gerindra. "Enggak. Berdiskusi iya," beber Ridwan Kamil ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Menanggapinya, mantan dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut mengaku santai dan yakin tidak akan ada sanksi khusus baginya, termasuk pemecatan. “Tidak mungkin saya dipecat atau mengundurkan diri dari partai. Masuk sebagai kader struktural saja, saya tidak," katanya sekaligus mengomentari apakah mengikuti jejak Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok yang mundur dari Partai Gerindra.

Wali Kota Bandung periode 2013-2018, Muhammad Ridwan Kamil, S.T. MUD. atau panggilannya Emil, menegaskan dirinya berbeda dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. yang akrab disapa ‘Ahok’.

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok sebelumnya adalah kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), sementara dia tidak bisa dikatakan kader Partai Gerindra. “Beda dengan Pak Ahok ya. Kalau Pak Ahok kan kader ya. Jadi ada konflik internal yang mungkin mengemuka. Kalau saya kan enggak ada. PKS enggak, Gerindra enggak. Jadi riak-riaknya tidak sebesar Pak Ahok,” ungkap Ridwan Kamil ditemui usai rapat kordinasi nasional luar biasa Bupati dan Wali Kota se-Indonesia terkait RUU Pilkada di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Arsitek, Dosen, dan aktivis sosial, Ridwan Kamil mengaku saat pencalonan sebagai Wali Kota Bandung, dirinya diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena itu, Ridwan Kamil mengaku menghormati kedua partai tersebut.

Terkait perbedaan sikap antara dirinya dan kedua partai tersebut dalam RUU Pilkada, Mantan Dosen ITB ini, Ridwan Kamil mengatakan itu adalah perbedaan pendapat. Ridwan Kamil juga mengaku telah berdiskusi dengan partai pengusungnya terkait RUU Pilkada itu.

Menurut putra dari pasangan Dr. Atje Misbach, S.H. (alm.) dan Dra. Tjutju Sukaesih, perbedaan pendapat harus saling menghargai. Dia pun mengaku tidak marah dengan sikap Partai Gerindra yang mendukung pemilihan umum kepala daerah melalui DPRD.

"Kami juga punya pendapat tolong dihargai. Kami juga punya kekuatan. Makanya hari ini penting ngumpul menunjukkan hampir semua sebagai objeknya Wali Kota, Bupati kompak menyatakan kita fokus dan yakin pemilihan langsung yang terbaik," tegas Ridwan Kamil yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

Menurut pria yang lahir pada 4 Oktober 1971 ini, RUU Pilkada yang mekanismenya diubah dipilih DPRD membuat seorang Wali Kota atau Bupati menjadi objek penderitaan bersama masyarakat sehingga ia merasa wajib bersuara.

Menurut pria kelahiran Bandung ini, dia memutuskan bergabung dengan ratusan Bupati dan Wali Kota se-Indonesia karena mereka lah objek penderita apabila RUU tersebut disahkan. “Ini kebijakan yang masa depan seperti saya dipertaruhkan nasibnya. Maka saya nomor satu adalah logika. Kembali lagi saya ini kan bukan kader ya. Saya diusung. Jadi saya sangat hormat kepada Partai Gerindra dan PKS yang mengusung saya. Tapi urusan-urusan fundamental saya punya suara sendiri yang saya yakini," papar dia.

Ridwan Kamil menyebutkan, jika RUU tersebut disahkan, maka mereka para Bupati dan Wali Kota lah yang paling dirugikan. Oleh karena itu, kata dia, tidak ada salahnya menyuarakan apa yang mereka rasakan. "Masak sebagai objek penderita saya tidak boleh bersuara dengan apa yang saya rasakan,” pungkas Ridwan Kamil.

Hal senada disampaikan Bupati Kutai Timur Isran Noor yang mengaku tidak takut dipecat oleh partai politik pengusungnya, Partai Demokrat (PD). "Saya siap dengan segala risiko, termasuk dipecat. Pilkada ke depan harus tetap dipilih rakyat karena demi kepentingan bersama," kata ketua umum Apkasi itu. (jos)

See Also

Bamsoet: Drone Official IMI E-Hang 216 & POLRI Bantu Petakan Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Tutup Program Magang Di DPR RI, Puan Bicara Demokrasi Tak Hanya Soal Bicara Tapi Juga Mendengarkan
Selamat Hari Guru Nasional
Indonesia International Book Fair
63 Titik Penyekatan Di Jakarta Saat PPKM Darurat
Titik Penyekatan Di Jalan Tol Jasa Marga Group Dalam Rangka Mendukung PPKM Darurat
Daftar Exit Tol Yang Tutup Saat PPKM Darurat
Puan Menyatakan Berduka Atas Tenggelamnya KMP Yunicee Dan Meminta Pencarian Korban Terus Dilakukan
Di Sesko AU, Puan Sampaikan Pentingnya Kekuatan Pertahanan Dan Ancaman Serangan Cyber
Presiden Joko Widodo Tinjau Langsung Pelaksanaan PPKM Mikro Di Kelurahan Rawasari
Presiden Joko Widodo Sebut PPKM Mikro Kebijakan Paling Tepat Untuk Saat Ini
Puan Sebut Perempuan Berperan Penting Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Ketua DPR RI Minta Pemda Jangan Sembunyikan Kondisi Kasus Virus Corona
Dorong Percepatan Vaksinasi, Ketua DPR RI Bawa Tambahan Vaksin Untuk Warga Jateng
Megawati Sebut Ayah Saya Dilengserkan Namun Roda Kehidupan Berputar
Megawati Soekarnoputri Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Di Universitas Pertahanan
Megawati Soekarnoputri Tegaskan Perlu Amandemen Sekali Lagi Untuk Hadirkan Kembali PPHN
Megawati Bingung Dicap Komunis
Megawati Cerita Soekarno Dilengserkan
Megawati Minta Presiden Tambah Personel TNI-Polri
Bamsoet: Ibu Megawati Tegaskan Dukung MPR RI Miliki Kewenangan Menyusun Dan Menetapkan Haluan Negara
Ketua MPR RI Sebut Hari Lahir Pancasila Momentum Bangun Kembali Kebersamaan
Ketua DPR RI Minta Negara Hadir Lebih Nyata, Kebijakan Harus Tepat Dan Bermanfaat Untuk Rakyat
Presiden Joko Widodo Dorong Kerja Sama Daerah Untuk Bersama Tangani Pandemi Virus Corona
Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Di Bintan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.511.705 Since: 05.03.13 | 0.1906 sec