Agama & Masyarakat

Ketua Umum Partai Gerindra Wafat

Thursday, 28 Agustus 2014 | View : 1300

JAKARTA-SBN.

Kabar duka datang dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ketua Umum Partai Gerindra Prof. DR. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc. wafat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta. Pada hari Kamis tanggal 28 Agustus 2014 pukul 21.40 WIB, telah berpulang seorang intelektual, akademisi, politikus, dan praktisi kehutanan Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prof. DR. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc. setelah menjalani perawatan di RS Pertamina Pusat (RSPP), Jakarta Selatan.

Jenazah Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prof. DR. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc., rencananya malam ini akan dibawa ke kediamannya di Jalan Jatipadang Baru No.7, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2014).

Prof. DR. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc. menghembuskan nafas terakhir Kamis (28/8/2014) pukul 21.40 WIB malam, di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan. “Innalillahi wa inna Ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Ketua Umum Partai Gerindra Prof Dr Ir Suhardi M.Sc pada hari Kamis 28 Agustus 2014 pukul 21.40 WIB," kata Koordinator Prabowo Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo lewat pesan berantainya.

Tim Media Center Prabowo Subianto, Budi Purnomo Karjodihardjo meminta semua pihak mendoakan almarhum semoga diterima di sisi Tuhan-nya. "Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT," begitu doa Budi Purnomo Karjodihardjo.

“Barusan wafat di RSPP, 15 menit yang lalu," kata Sekjen PPP Romahurmiziy saat dihubungi awak media, sekitar pukul 22.08 WIB.

Romahurmuziy saat ini sudah berada di RSPP. Menurut, Romy, selain dirinya ada Prabowo Subianto dan seluruh DPP Partai Gerindra. “Saya di rumah sakit dengan Pak Prabowo, DPP Gerindra ada Pak Fadli Zon, Pak Muzani, dan lainnya," tambahnya. "Rencana besok akan dibawa ke Yogyakarta dan disemayamkan di UGM," imbuh Romy.

Jenazah akan diberangkatkan ke Yogyakarta menggunakan pesawat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (29/8/2014).

Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan di rumahnya di Jalan Kaliurang KM 7,5 Gang Dahlia No.90 Condong Catur, Sleman.

Diketahui, Prof. Suhardi didiagnosa menderita penyakit kanker paru-paru, dan sempat mengalami kritis di RSPP. Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prof. Suhardi dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta karena sakit kanker paru-paru yang dideritanya. Begitu masuk rumah sakit, Prof. Suhardi langsung dikenakan alat bantu dan susah berkomunikasi. Sejak Selasa (26/8/2014), Prof. Suhardi mendapatkan perawatan intensif di RSPP. Saat memasuki rumah sakit, Prof. Suhardi yang besar di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini sudah memakai alat bantu pernapasan dan sulit melakukan komunikasi.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prof. Suhardi sebelumnya berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya. Prof. Suhardi dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

Pihak Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta membenarkan kabar dirawatnya Ketua Umum Partai Gerindra Prof. Suhardi di ruang ICU. Prof. Suhardi telah dirawat di RSPP sejak Jumat (22/8/2014). Prof. Suhardi baru masuk ke ruang ICU sekitar Senin (25/8/2014) malam.

Penasehat Hukum Tim pasangan Prabowo-Hatta, Habiburokhman mengungkapkan, sebelumnya Prof. Suhardi sudah sempat dirawat di RSPP beberapa pekan lalu. Namun Selasa (26/8/2014) siang sekitar pukul 13.00 WIB, Prof. Suhardi kembali dilarikan ke RSPP karena kondisi kesehatannya menurun. "Sebelumnya beliau sudah sembuh, sudah pulang ke rumah. Lumayan sudah pulih. Terus drop lagi. Terus pk 13.00 WIB dilarikan ke sini. Sampai di sini langsung menggunakan alat bantu, nggak bisa komunikasi. Sulit untuk berbicara," urai Habiburokhman di RSPP, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2014).

Habiburokhman menuturkan, sakit kanker paru-paru yang diderita Prof. Suhardi sudah masuk ke tahap stadium empat. Pengacara ini mengaku heran, karena diketahui Prof. Suhardi menjalani pola hidup yang sehat. "Beliau sakit kanker paru-paru. Saya bingung, beliau tidak merokok. Makan dan minumnya sehat. Tapi benar mungkin orang bilang, kanker genetik lebih cepat timbulnya dari merokok. Bulan Maret kemarin beliau sudah batuk-batuk, sampai ngecek ke rumah sakit. Belakangan ketemu ternyata sudah stadium empat kankernya," jelas Habiburokhman.

Sebelumnya, Selasa (26/8/2014) sore, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra telah menjenguk Prof. Suhardi di RSPP. Prabowo Subianto berharap ada mukjizat untuk kesembuhan Prof. Suhardi. "Habis magrib tadi kader Gerindra dan Pak Prabowo datang ke sini. Keadaan Pak Suhardi cukup kritis. Medis bilang sangat sulit untuk bisa bertahan, tapi 08 (Prabowo) berharap ada mukjizat dan ada proses pemulihan," papar Habiburokhman.

Dikabarkan sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik saat dikonfirmasi awak media membenarkan Prof. Suhardi tengah dalam kondisi kritis. Pria berusia 62 tahun itu sakit kanker paru-paru stadium IV. "Iya (kritis). Beliau sedang sakit," beber M. Taufik.

Dia menjelaskan, para fungsionaris Gerindra saat ini berkumpul di RSPP, termasuk dirinya dan petinggi partai lainnya. Tak dijelaskan siapa saja yang berada di lokasi. "Sekarang saya di lokasi, sedang ramai," ungkap M. Taufik.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku tak menyangka penyakit yang diderita oleh Prof. Suhardi. Karena menurutnya, Prof. Suhardi dalam keseharian tidak merokok. “Kami juga heran pak Suhardi sakit kanker paru-paru. Padahal dia nggak merokok,” papar Ahmad Muzani kepada awak media di RSPP, Selasa (26/8/2014).

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar) Akbar Tandjung mengatakan, kondisi Ketua Umum Partai Gerindra Prof. Suhardi sudah dalam kondisi kritis. Menurut dia, saat ini keputusan ada di tangan keluarga. “Secara medis, memang sudah serius. Keluarga sudah kumpul semua. Saya kira putusan terakhir pada keluarga," beber Akbar Tandjung seusai menjenguk Prof. Suhardi di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung memaparkan Prof. Suhardi saat ini sudah tidak bisa melakukan komunikasi dengan siapa pun. Suhardi, sambung dia, didampingi oleh istri bersama dua putra dan satu orang putrinya. Menurut penuturan Akbar Tandjung, Prof. Suhardi sudah tampak mengalami sakit sejak bulan Juli 2014. Namun, gejala batuk sudah terlihat dari Maret 2014. "Juli-Agustus sudah drop. Secara medis sudah maksimal," ucap Akbar Tandjung.

Akbar Tandjung mengaku mendapatkan kabar sakitnya Prof. Suhardi dari Prabowo Subianto. Prabowo Subianto sendiri yang memberi tahu bahwa Prof. Suhardi sedang kritis. "Tadi saya ketemu Prabowo. Justru tadi dia yang memberitahukan ke saya, 'Ketua Umum kami, Pak Suhardi, kritis'," ujar Akbar Tandjung.

Selasa (26/8/2014), RSPP masih dipenuhi oleh pengurus struktural DPP Partai Gerindra. Terlihat ada Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Ketua DPP Habiburokhman, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik.

Selasa (26/8/2014), turut hadir petinggi koalisi merah putih yang turut menjenguk Prof. Suhardi di RSPP, antara lain Amien Rais, Akbar Tandjung, Anis Matta. Turut hadir pula Ketua DPD Irman Gusman serta politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang adalah putra Presiden Republik Indonesia Soekarno, Guruh Soekarnoputra tiba di RSPP sekitar 22.45 WIB.

Prof. DR. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc. lahir di Klaten, Jawa Tengah pada tanggal 13 Agustus 1952. Prof. Suhardi menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra sejak 2008. Selain politikus, Prof. Suhardi juga dikenal sebagai akademisi, birokrat, dan praktisi kehutanan di Indonesia. Sebelum berkecimpung ke dunia politik, Prof. Suhardi adalah Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dan pernah menjadi Dekan di Universitas yang sama. Prof. DR. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc. dikenal sebagai sosok yang sederhana, pantang menyerah, bersemangat, dan selalu memegang teguh janjinya. Ia selalu mencita-citakan Indonesia menjadi bangsa yang berdikari dan berswasembada pangan. (jos)

See Also

Merawat Hubungan Antaragama
Mewujudkan Panggilan Gereja Di Tengah Covid 19
Sidang Istimewa Gereja Presbyterian Indonesia
Sewindu Wafatnya Taufiq Kiemas, Said Aqil Siradj Sebut Beliau Tokoh Nasionalis Dan Religius
Ketua DPR RI Sebut Masjid At-Taufiq Dibangun Untuk Kenang Jasa Almarhum Taufiq Kiemas
Haul Sewindu Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Sebut Sudah Sewindu Bapak Wafat Tapi Masih Terasa Jasanya
Sewindu Wafatnya Taufiq Kiemas, Ketua DPR RI Katakan Saya Bersyukur Pernah Digembleng Pak Taufiq
Indonesia Resmi Tak Berangkatkan Ibadah Haji 2021
Menteri Agama Akan Umumkan Kepastian Ibadah Haji 2021 Kamis Besok Siang
Bamsoet Sebut Pesan Gus Dur Soal Agama & Suku
Bamsoet Tekankan Menjaga Kebhinekaan Dalam Pluralitas Adalah Fitrah Bangsa Indonesia
Teliti Bisnis Sufistik Al-Ghazali Kiai Pesantren Raih Gelar Doktor
Gereja Katolik Tolak Memberkati Pernikahan Pasangan Sejenis
Agenda Pemimpin Tertinggi Katolik Di Irak
Wakil Ketua MPR RI Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Rasisme Tumbuh Di Indonesia
Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
jQuery Slider

Comments

Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.371.137 Since: 05.03.13 | 0.1627 sec