Nasional

Rusuh Di Kawasan Patung Kuda

Thursday, 21 Agustus 2014 | View : 1030

JAKARTA-SBN.

Setelah lama memanas, bentrok antar polisi dan massa pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pecah tak terelakkan di depan Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014) sekitar pukul 14.30 WIB.

Polisi membubarkan massa dengan tembakan gas air mata. Sontak saja, massa yang dari awal berorasi dan memenuhi kawasan itu lari pontang panting.

Polisi tak memberi ampun terhadap aksi massa yang mencoba masuk melintasi Jalan Medan Merdeka Barat.

Untuk menetralisir situasi, petugas keamanan terpaksa mengeluarkan gas air mata. Suara tembakan gas air mata tiba-tiba saja terdengar di sekitar lokasi demo massa pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Asap putih kemudian terlihat di antara petugas dan juga demonstran yang sedang menyemut di lokasi itu.

Massa pendukung pasangan Prabowo-Hatta dan polisi langsung menyingkir dari lokasi itu akibat munculnya asap putih yang membuat mata perih tersebut.

Petugas kepolisian mencoba menenangkan massa agar tidak melakukan perbuatan yang anarkis. "Kami dari kepolisian, untuk pendemo agar tidak anarkis," kata petugas kepolisian dari mobil pengeras suara.

Dua orang petugas Polri terluka akibat bentrok antara polisi dan massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014) siang ini.

"Ada korban dua petugas. Yang satu (anggota) provost punggungnya luka dan sudah kita bawa ke rumah sakit," terang Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno di lokasi, Kamis (21/8/2014).

Selain itu, terpantau pula sejumlah pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dibawa menggunakan ambulance. Namun, belum diketahui jumlah pastinya.

Akibat unjuk rasa yang berujung kericuhan di depan kantor Indosat atau tepat di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat banyak korban berjatuhan.

Pantauan di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, sejumlah ambulans milik Partai Gerindra hilir mudik mengangkut pendemo yang menjadi korban.

"Minggir-minggir, ada korban. Pendemo luka-luka, awas-awas," teriak seseorang dari dalam ambulans

Terlihat di dalam ambulans ada beberapa pendemo yang terkapar lantaran luka-luka. Hingga saat ini, beberapa ambulans masih tampak hilir mudik.

Massa pendemo pun mulai berlarian hingga ke perempatan Sarinah. Dan untuk mengantisipasi kericuhan sejumlah pusat perbelanjaan serta perkantoran menutup akses masuk ke kantor dan mal.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno menegaskan bahwa akibat bentrok itu empat orang yang diamankan. "Kita sudah amankan empat orang," ungkap dia.

Polisi berpakaian preman menciduk seorang demonstran setelah pecahnya kerusuhan antara demonstran dengan petugas kepolisian.

Pria yang diperkirakan berusia 45 tahun itu mengenakan setelan jas warna cokelat dengan lambang Garuda di dadanya. Saat diamankan, di bagian kening dan pipinya terlihat berlumuran darah.

Belum diketahui identitas pria yang diamankan tersebut. Termasuk apakah dia diamankan karena memprovokasi massa atau tidak.

"Jangan ada yang memukul," teriak polisi yang mengamankannya. Oleh polisi, pria tersebut langsung diamankan di dalam mobil Dalmas.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno, sebelum mengambil tindakan tegas, polisi sudah beberapa kali memberikan peringatan. Namun, peringatan itu tak digubris.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno pun berharap tidak ada pihak yang memprovokasi. Ia berjanji bila ada bertindak anarkis maka polisi akan bertindak sesuai prosedur yang berlaku.

"Sesuai prosedur membubarkan boleh, kewenangan level 4. Kita belum menggunakan senjata peluru karet," paparnya. (jpnn/jos)

See Also

Selamat Hari Guru Nasional
Indonesia International Book Fair
Pengurus Baru Sinode Gereja Presbyterian Indonesia: Berubahlah Oleh Pembaharuan Budimu
Festival Cegah Korupsi
63 Titik Penyekatan Di Jakarta Saat PPKM Darurat
Titik Penyekatan Di Jalan Tol Jasa Marga Group Dalam Rangka Mendukung PPKM Darurat
Daftar Exit Tol Yang Tutup Saat PPKM Darurat
Puan Menyatakan Berduka Atas Tenggelamnya KMP Yunicee Dan Meminta Pencarian Korban Terus Dilakukan
Di Sesko AU, Puan Sampaikan Pentingnya Kekuatan Pertahanan Dan Ancaman Serangan Cyber
Presiden Joko Widodo Tinjau Langsung Pelaksanaan PPKM Mikro Di Kelurahan Rawasari
Presiden Joko Widodo Sebut PPKM Mikro Kebijakan Paling Tepat Untuk Saat Ini
Puan Sebut Perempuan Berperan Penting Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Ketua DPR RI Minta Pemda Jangan Sembunyikan Kondisi Kasus Virus Corona
Dorong Percepatan Vaksinasi, Ketua DPR RI Bawa Tambahan Vaksin Untuk Warga Jateng
Megawati Sebut Ayah Saya Dilengserkan Namun Roda Kehidupan Berputar
Megawati Soekarnoputri Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Di Universitas Pertahanan
Megawati Soekarnoputri Tegaskan Perlu Amandemen Sekali Lagi Untuk Hadirkan Kembali PPHN
Megawati Bingung Dicap Komunis
Megawati Cerita Soekarno Dilengserkan
Megawati Minta Presiden Tambah Personel TNI-Polri
Bamsoet: Ibu Megawati Tegaskan Dukung MPR RI Miliki Kewenangan Menyusun Dan Menetapkan Haluan Negara
Ketua MPR RI Sebut Hari Lahir Pancasila Momentum Bangun Kembali Kebersamaan
Ketua DPR RI Minta Negara Hadir Lebih Nyata, Kebijakan Harus Tepat Dan Bermanfaat Untuk Rakyat
Presiden Joko Widodo Dorong Kerja Sama Daerah Untuk Bersama Tangani Pandemi Virus Corona
Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Di Bintan
jQuery Slider
Arsip :202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.388.693 Since: 05.03.13 | 0.1852 sec