Nasional

Jurnalis Peliput Konflik Perlu Pahami Hukum Humaniter Internasional

JAKARTA-SBN.

“Pemahaman Hukum Humaniter Internasional (HHI) akan melindungi wartawan dari akibat konflik,” tutur Media Officer Komite Internasional Palang Merah (The International Commitee of the Red Cross/ICRC), Sonny G. Blomen Nomer. Oleh karena itu, wartawan yang ditugaskan meliput ke daerah konflik memerlukan pemahaman mengenai HHI. “Pemahaman mengenai HHI akan membuat wartawan bisa mengetahui bagaimana rambu-rambu dalam meliput di daerah konflik,” terang Sonny G. Blomen Nomer. “Pemahaman ini pula yang menyelamatkan wartawan dari risiko akibat konflik,” jelas Sonny G. Blomen Nomer dalam Workshop Liputan Daerah Konflik, memperingati HUT ke-25 Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), di Jakarta, Kamis (18/7/2013).

“HHI mengatur wartawan sebagai warga sipil yang berhak untuk tak diserang dan tak mendapat serangan,” tambah Sonny. “Perlindungan apapun yang didapat warga sipil harus diterima wartawan. Sejatinya wartawan adalah masyarakat sipil,” imbuhnya.

“Selama konflik, ICRC juga memberi bantuan wartawan ketika mendapatkan musibah saat liputan,” lanjut Sonny G. Blomen Nomer. “ICRC akan melakukan pencarian bahkan membebaskan penyanderaan jika ada wartawan yang hilang. Dengan catatan, wartawan tersebut sebelumnya telah berkoordinasi dengan ICRC dan daerah konflik yang menjadi tempat liputan adalah daerah yang terdapat cabang ICRC,” sambungnya. “Kami juga bisa membantu korespondensi dengan keluarga wartawan jika terjadi apa-apa,” katanya.

“Setiap wartawan yang pernah meliput daerah konflik menyosialisasikan HHI dan ikut menyosialisasikan peran ICRC,” harap Sonny. “Kami juga sangat mengharapkan wartawan meliput dari angle para korban. Biasanya dengan gencar meliput korban akan membuat konflik cepat dihentikan,” papar dia.

“Serba sulit bagi wartawan saat meliput daerah konflik,” ujar mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja. “Wartawan perlu mendapatkan informasi mendalam, akurat, faktual, netral, komprehensif sekaligus edukatif,” terang Ketua Dewan Pers independen yang pertama, Atmakusumah Astraatmadja. “Informasi mendalam, terkadang membuat salah satu pihak yang berkonflik tersinggung,” sebut mantan penyiar Radio Australia (ABC) di Melbourne, Australia, dan penyiar Deutsche Welle (Radio Jerman) di Koeln, Jerman.

“Di sini letak kesulitan meliput di daerah konflik. Berita lengkap bukan berarti aman,” sambung anggota Dewan Pakar LPDS sejak Maret 2003. “Untuk itu, wartawan untuk memiliki sensitivitas terhadap wilayah yang diliput,” Atmakusumah Astraatmadja mengingatkan. “Harus memahami peta konflik yang terjadi di wilayah tersebut,” tukas mantan direktur eksekutif LPDS periode tahun 1994-2002. “Manajemen redaksi di kantor tempat wartawan bekerja benar-benar memantau,” tegas Ketua Dewan Pers yang menjabat sejak Mei 2000 sampai Agustus 2003. “Jika perlu, harus ada satu orang khusus yang terus-menerus memantau gerak wartawan, termasuk terus berhubungan dengan keluarga wartawan,” papar pengajar Lembaga Pers. Dr. Soetomo sejak tahun 1992 sampai sekarang. “Saya juga menganjurkan setiap wartawan yang akan meliput daerah konflik untuk melapor ke ICRC agar ketika terjadi sesuatu bisa bertindak cepat,” tutur mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja yang memperoleh Penghargaan Ramon Magsaysay Tahun 2000 untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif, yang disampaikan oleh The Ramon Magsaysay Award Foundation di Manila pada 31 Agustus 2000 silam.

“Kita harus benar-benar mengetahui psikologis para pelaku konflik,” aku wartawan Metro TV yang kerap ditugasi meliput daerah konflik, Desi Fitriani. “Tak hanya itu, kita juga harus punya sensitivitas terhadap korban akibat konflik tersebut,” jelasnya. “Saya tak memungkiri, wartawan perempuan yang meliput daerah konflik kerap mendapat banyak kemudahan,” ujar Desi Fitriani. “Punya banyak hoki,” kata perempuan yang kepalanya pernah ditodongkan senjata ini. (kj)

See Also

Bamsoet: Drone Official IMI E-Hang 216 & POLRI Bantu Petakan Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Tutup Program Magang Di DPR RI, Puan Bicara Demokrasi Tak Hanya Soal Bicara Tapi Juga Mendengarkan
Selamat Hari Guru Nasional
Indonesia International Book Fair
63 Titik Penyekatan Di Jakarta Saat PPKM Darurat
Titik Penyekatan Di Jalan Tol Jasa Marga Group Dalam Rangka Mendukung PPKM Darurat
Daftar Exit Tol Yang Tutup Saat PPKM Darurat
Puan Menyatakan Berduka Atas Tenggelamnya KMP Yunicee Dan Meminta Pencarian Korban Terus Dilakukan
Di Sesko AU, Puan Sampaikan Pentingnya Kekuatan Pertahanan Dan Ancaman Serangan Cyber
Presiden Joko Widodo Tinjau Langsung Pelaksanaan PPKM Mikro Di Kelurahan Rawasari
Presiden Joko Widodo Sebut PPKM Mikro Kebijakan Paling Tepat Untuk Saat Ini
Puan Sebut Perempuan Berperan Penting Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Ketua DPR RI Minta Pemda Jangan Sembunyikan Kondisi Kasus Virus Corona
Dorong Percepatan Vaksinasi, Ketua DPR RI Bawa Tambahan Vaksin Untuk Warga Jateng
Megawati Sebut Ayah Saya Dilengserkan Namun Roda Kehidupan Berputar
Megawati Soekarnoputri Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Di Universitas Pertahanan
Megawati Soekarnoputri Tegaskan Perlu Amandemen Sekali Lagi Untuk Hadirkan Kembali PPHN
Megawati Bingung Dicap Komunis
Megawati Cerita Soekarno Dilengserkan
Megawati Minta Presiden Tambah Personel TNI-Polri
Bamsoet: Ibu Megawati Tegaskan Dukung MPR RI Miliki Kewenangan Menyusun Dan Menetapkan Haluan Negara
Ketua MPR RI Sebut Hari Lahir Pancasila Momentum Bangun Kembali Kebersamaan
Ketua DPR RI Minta Negara Hadir Lebih Nyata, Kebijakan Harus Tepat Dan Bermanfaat Untuk Rakyat
Presiden Joko Widodo Dorong Kerja Sama Daerah Untuk Bersama Tangani Pandemi Virus Corona
Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Di Bintan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.511.667 Since: 05.03.13 | 0.1868 sec