Internasional

China Usul Perlindungan Wartawan

Friday, 19 Juli 2013 | View : 1108

NEW YORK-SBN.

Pada hari Rabu (17/7/2013), China mendadak mengusulkan sesuatu yang tidak lazim dan langka dilakukan di China ketika digelar debat terbuka di Gedung PBB, New York. China menyerukan semua pihak yang terlibat dalam konflik agar menghentikan serangan terhadap wartawan dan mendukung tindakan masyarakat internasional untuk melindungi wartawan. Selama ini, China dikenal sebagai negara yang selalu terlibat dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang tergolong berat.

“Wartawan adalah orang yang berada di garis depan konflik untuk memberitahukan informasi kepada kita yang terbaru dan up to date dari tangan pertama di lapangan,” tutur Wakil Tetap China untuk PBB, Li Baodong dalam debat terbuka tersebut.

“Perlindungan buat wartawan adalah bagian penting dari perlindungan sipil dalam konflik bersenjata,” tukas Wakil Tetap China untuk PBB sejak tahun 2010 tersebut.

“Semua negara terkait itu mesti memikul tanggung jawab utama bagi perlindungan untuk wartawan dalam konflik,” Li Baodong menekankan perihal itu dalam debat terbuka tersebut.

“Semua lembaga dan organ PBB mesti meningkatkan koordinasi dan kerja sama mereka untuk secara bersama mendorong perlindungan bagi wartawan dalam konflik,” usul Li Baodong demikian laporan Xinhua.

“Wartawan juga mesti mematuhi kode etik profesi jurnalistik dan prinsip tidak memihak serta objektivitas dalam liputan mereka," cetus diplomat asal China tersebut.

“Dari prospek resolusi konflik damai, Dewan Keamanan PBB mesti mensahkan strategi terpadu dalam pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian yang meningkatkan perlindungan buat warga sipil termasuk wartawan,” tegas diplomat China alumnus Johns Hopkins University tersebut.

“Dari pengalaman saya sendiri selama tiga tahun di dewan PBB, saya sangat merasa dewan mesti mematuhi tujuan dan prinsip Piagam PBB, bersikap tegas dalam mendorong kerja sama, mencapai keamanan bersama dan perdamaian yang langgeng serta memberi warga sipil perlindungan yang paling efektif dan baik,” jelas diplomat kelahiran Beijing, China yang berusia 58 tahun tersebut.

“Kekerasan terhadap wartawan telah bertambah parah di seluruh dunia dalam beberapa tahun belakangan ini,” kata Federasi Wartawan Internasional. “Pada tahun 2012 saja udah sebanyak 121 jurnalis tewas di seluruh dunia dalam menjalankan baktinya terhadap profesi,” lanjut laporan Federasi Wartawan Internasional. (xinhua)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.511.753 Since: 05.03.13 | 0.1799 sec