Hukum

Minum Tengah Sidang, Perbedaan Perlakuan 3 Petinggi

JAKARTA-SBN.

Ada pemandangan berbeda yang menarik untuk dicermati saat tiga orang penting menjadi saksi persidangan kasus dugaan korupsi Bank Century dengan bersaksi untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya (BM) dalam sidang kasus Bank Century di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Ternyata ada perlakuan berbeda yang diberlakukan bagi ketiga orang saksi kunci yang penting tersebut.

Pertama, mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang kini menjadi Managing Director Bank Dunia hadir menjadi saksi dalam persidangan kasus Bank Century pada Jumat (2/5/2014) lalu.

Saat mikrofon Jaksa tidak berfungsi, Sri Mulyani Indrawati tanpa seizin Majelis Hakim langsung minum air dari mug yang dibawanya. Hakim Afiantara langsung menegurnya.

"Tentunya di pengadilan ini, khususnya di persidangan, itu kalau mau minum silakan, tapi harus ada izin untuk di luar," tegur Ketua Majelis Hakim Afiantara kepada Sri Mulyani Indrawati saat itu.

Teguran sang Hakim membuat Sri Mulyani Indrawati terperanjat. "Mohon maaf pak hakim saya belum pernah masuk pengadilan. Saya mohon izin untuk minum, boleh pak hakim," jawab Sri Mulyani Indrawati.

Namun, Hakim Afiantara menolak permintaan tersebut. Sebab, sidang harus di-skors dahulu jika saksi ingin melakukan aktivitas lain selain materi persidangan. "Berarti, semestinya tadi (air minum) tidak boleh masuk. Mohon maaf pak hakim," tukas Sri Mulyani Indrawati.

Beda halnya dengan mantan Wakil Presiden (Wapres) RI M. Jusuf Kalla saat hadir sebagai saksi pada Rabu (7/5/2014).

Saat Majelis Hakim hendak mengajukan pertanyaan, Ketua Majelis Hakim Afiantara menawarkan JK untuk minum. Namun, sang Hakim perlu skors persidangan. "Bapak mau minum terlebih dahulu," tanya Hakim Afiantara.

Terkesan JK telah belajar dari apa yang menimpa Sri Mulyani Indrawati sebelumnya. "Boleh minum? Takutnya dilarang bapak," kata JK disambut tawa kecil beberapa pengunjung sidang.

JK menolak karena ia merasa hanya perlu waktu sebentar untuk minum sehingga tidak perlu meninggalkan ruang sidang. Selanjutnya, seorang ajudan mengambilkan air minum untuk JK.

Beda lagi dengan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono, yang kini masih sebagai Wakil Presiden (Wapres) RI, saat hadir sebagai saksi pada Jumat (9/5/2014).

Majelis Hakim men-skors sidang saat terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya meminta izin untuk ke toilet saat sidang telah berjalan sekitar tiga jam. Ketua Majelis Hakim Afiantara pun mempersilakan Wapres Boediono untuk minum. “Saudara saksi kalau mau minum, silakan," katanya.

Seorang ajudan mengambilkan dan menyerahkan segelas air minum untuk Wapres Boediono.

Sidang yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB belum juga berakhir hingga petang.

Sebelum barisan Majelis Hakim mengajukan pertanyaan, seorang Hakim anggota, Rohmat, mempersilakan Wapres Boediono untuk minum. Namun, kali ini Ketua Majelis Hakim Afiantara tidak men-skors persidangan. "Apa saksi mau minum dulu," ujar Hakim Rohmat.

Setelah dipersilakan, seorang ajudan dari belakang tempat duduk Wapres RI Boediono memberikan air minum. (tri/jos)

See Also

Ketua MPR RI Dorong Menteri ATR/Kepala BTN Tegas Berantas Mafia Tanah
Anak TKI Yang Ditinggal Ibunya Resmi Mendapat Kewarganegaraan Malaysia
Kabareskrim Minta Polda NTB Hentikan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka
Kapolri Jamin Korban Begal Jadi Tersangka Dapat Keadilan
Kapolda NTB Menyatakan Penyidikan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka Dihentikan
Kronologi Ade Armando Dikeroyok Massa Demo Di Depan Gedung DPR RI
Terawan Diberhentikan Dari IDI, Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia Protes Keras
Ketua MPR RI Dukung Polri Terapkan Restorative Justice Dalam Berbagai Perkara Yang Relatif Ringan
Bamsoet Sebut KADIN Indonesia Dan Polri Siapkan MOU Pendampingan Dan Pencegahan Pelanggaran Hukum
Rapat Pimpinan TNI-Polri, Bamsoet Tekankan Pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara
Bamsoet Sebut KADIN Dan Kejakgung Akan Berikan Edukasi Hukum Kepada Para Pengusaha
Bamsoet Apresiasi Capaian Kinerja Mahkamah Agung Di Tahun 2021
Bamsoet Dukung Polri Perkuat Sosialisasi Dan Pemberian Efek Jera Investasi Bodong
Kejahatan Seksual Kian Marak, Puan Pastikan DPR RI Gas Selesaikan RUU TPKS
Dampak Pembongkaran Bangunan Pedagang Pinggir Sungai Duta Indah, Bekasi.
Pembongkaran Bangunan Pinggir Sungai Duta Indah, Jati Makmur, Bekasi
Festival Cegah Korupsi
Ketua MPR RI Minta Pemerintah Investigasi Kebocoran Data 297 Juta Penduduk
Bamsoet Apresiasi Capaian 100 Hari Kinerja Kapolri
Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
jQuery Slider

Comments

Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.247.034 Since: 05.03.13 | 0.2482 sec