Internasional

Pengabdian Perjuangan Malala Bagi Pendidikan Anak Perempuan

Wednesday, 17 Juli 2013 | View : 1346

NEW YORK-SBN. 

“Saya tidak ingin dikenal sebagai seorang remaja perempuan yang hendak dibunuh Taliban, tetapi sebagai remaja perempuan yang berjuang untuk hak-haknya,” tutur remaja Pakistan Malala Yousafzai, Sabtu (13/7/2013).

“Saya akan mengabdikan hidup saya untuk pendidikan anak perempuan,” ujar remaja berusia 16 tahun itu sehari setelah melakukan pidato yang memperoleh pujian luas di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kemunculannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut merupakan pidato publik pertama Malala Yousafzai sejak sejumlah pria Taliban bersenjata menembak kepalanya pada Oktober lalu dalam upaya untuk mengakhiri kampanyenya guna mendorong anak perempuan bersekolah.

“Serangan pada tanggal 9 Oktober 2012 ini hanya bagian dari hidup saya,” tukas Malala Yousafzai dalam sebuah resepsi di misi Perserikatan Bangsa-Bangsa Pakistan di New York.

“Saya ingin bekerja keras, saya ingin mengorbankan hidup saya untuk pendidikan anak perempuan,” lanjut Malala. “Dan jujur saja, saya tidak ingin menjadi remaja perempuan yang ditembak oleh Taliban, saya ingin menjadi remaja perempuan yang berjuang untuk hak-haknya,” tambah Malala Yousafzai.

“Saya bertekad untuk melanjutkan perjuangan saya untuk hak hidup dalam damai, untuk hak pergi ke sekolah,” imbuh remaja berusia 16 tahun tersebut yang dianggap sebagai calon kuat penerima Hadiah Nobel Perdamaian. Namun, Malala menegaskan kembali pesannya bahwa kelompok seperti Taliban dan yang lainnya “tidak mengerti pentingnya pendidikan.”

“Taliban berada di antara orang-orang yang berpikir bahwa ketika seorang wanita pergi ke sekolah maka mereka akan pandai, dan mereka takut itu,” Malala menekankan.

“Mereka masih menjadikan sekolah target, mereka masih membunuh anak-anak tak bersalah,” ucap Malala mengacu pada serangan terakhir baik di negaranya Pakistan dan Nigeria. “Jika kita bekerja sama, kita akan segera menyaksikan kemunculan banyak sekolah-sekolah di Pakistan dan Afghanistan dan negara-negara miskin,” jelas Malala. “Dan kita akan melihat bahwa setiap perempuan dan anak perempuan akan memiliki hak yang sama dengan yang dimiliki oleh laki-laki,” terang Malala. “Kami menginginkan kesetaraan, kami tidak seperti laki-laki,” canda Malala.

Malala Yousafzai diharapkan untuk kembali ke New York untuk mengikuti pertemuan puncak pendidikan di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diikuti oleh para pemimpin dunia pada akhir September 2013.

“Pidato Malala hanya awal dorongan penting untuk perubahan menjelang tahun 2015, untuk menangani darurat pendidikan,” tutur mantan Perdana Menteri Inggris yang sekarang menjabat sebagai utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pendidikan global, Gordon Brown. Memastikan bahwa semua anak usia sekolah mengenyam pendidikan dasar pada tahun 2015 adalah salah satu dari target Tujuan Pembangunan Milenium yang disetujui pada pertemuan Puncak dunia pada tahun 2000. Malala Yousafzai memperoleh sejumlah apresiasi untuk pidatonya Jumat (12/7/2013) ketika Malala mengatakan dia tidak akan dibungkam oleh Taliban. “Marilah kita mengambil buku dan pena. Mereka adalah senjata kita yang paling ampuh. Satu anak, satu guru, satu pena, dan satu buku dapat mengubah dunia,” tandas Malal Yousafzai. (id/sp) 

See Also

Partai Buruh Ungguli Partai Liberal Di Pemilu Australia
Penembakan Di Gereja Los Angeles
Geger Penembakan Tragis Di Buffalo
Komitmen Amerika Serikat Meningkatkan Peluang Beasiswa Bagi Warga ASEAN
Polisi Buffalo Ungkap Motif Kekerasan Penembakan
Motif Di Balik Penembakan Di Buffalo New York
Penembakan Di Buffalo New York Tewaskan 10 Korban
Penembakan Di Supermarket New York
KTT Khusus ASEAN-AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pemulihan Virus Corona
Presiden Amerika Serikat Umumkan Era Baru Hubungan Amerika Serikat-ASEAN
Presiden Joko Widodo Sebut Penguatan Kemitraan ASEAN-AS Untuk Antisipasi Pandemi Di Masa Depan
Presiden Joko Widodo Dorong Kemitraan ASEAN-AS Dalam Penanganan Perubahan Iklim
Presiden Joko Widodo Menyerukan Hentikan Perang Sekarang Juga
Presiden Joko Widodo Akan Hadiri KTT Khusus ASEAN-AS Hingga Bertemu Wapres AS
Presiden Joko Widodo Hadiri Jamuan Santap Malam Presiden Amerika Serikat
Presiden Joko Widodo Akan Hadiri Pertemuan Dengan Kongres AS Hingga Presiden AS
Presiden Joko Widodo Dan Ibu Iriana Tiba Di Washington DC
Karine Jean-Pierre Resmi Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Jumlah Kasus Harian Virus Corona Di Korea Selatan Tercatat Di Kisaran 20.000 Kasus
Putaran Kedua Pemilihan Presiden Di Timor Leste
Kasus Virus Corona Di Korea Selatan Turun Ke Level Terendah
764.900 Dosis Vaksin Moderna Ditarik Dari Eropa
Kasus Virus Corona Muncul Di Kediaman Presiden Taiwan
Jumlah Kasus Harian Virus Corona Di Korea Selatan Tercatat 265.995 Kasus
Saat Ibu Iriana Ajak Istri PM PNG Keliling Kebun Raya Bogor
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.247.327 Since: 05.03.13 | 0.2333 sec