Nasional

Wali Kota Surabaya Nilai Gubernur Jawa Tengah Kurang Galak

Thursday, 01 Mei 2014 | View : 993

JAKARTA-SBN.

Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau terkadang ditulis Tri Risma Harini yang menjabat sejak 28 September 2010 lalu dan Gubernur provinsi Jawa Tengah (Jateng) H. Ganjar Pranowo, S.H. hadir dalam acara musyawarah rencana pembangunan nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/4/2014). Saat bertemu, keduanya tampak akrab dan saling melontarkan lelucon dalam bahasa Jawa.

Wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya, Risma kemudian menyinggung soal aksi Ganjar Pranowo saat marah-marah di jembatan timbang, Batang, Jawa Tengah. "Pak Ganjar ini lucu, kelihatan aslinya. Tapi misuh-misuh (memaki-maki) kok halus," kata mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010, Risma sambil tertawa lepas.

Ganjar Pranowo yang berada di sampingnya kemudian membalas Risma. "Ini terinspirasi ibu (Risma)," ujar Ganjar Pranowo sambil tertawa.

Insinyur lulusan Arsitektur dan pasca sarjana Manajemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Risma yakin Ganjar Pranowo sudah memendam kekesalan lama karena melihat birokrasi korup dan tidak efisien. "Marah seperti itu tidak bisa karena terinspirasi. Sudah ngempet (menahan), kapan iso ngamuk (marah), nah dapat tempat, akhirnya keluar semua," kata wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa pasca Reformasi 98, Risma.

Dapat candaan seperti itu, Ganjar Pranowo akhirnya mengakui. Walaupun orang Karanganyar, yang relatif halus, kalau memang ada persoalan dia bisa galak. "Nek ketemon (kalau ketemu masalah), yo ngene iki. Metu sungune, ketok bantenge (keluar tanduknya, terlihat bantengnya)," canda Ganjar Pranowo.

Ditemui setelah pertemuan dengan Risma, Ganjar Pranowo mengakui marah-marahnya tidak bisa langsung menyelesaikan masalah. Dia menilai, persoalan pungli dan arus truk kelebihan muatan tidak bisa diselesaikan Jawa Tengah sendirian. "Ini juga harus kerja sama dengan Jatim. Tapi saya sudah ketemu Gubernur Jatim, dia juga belum bisa mengatasi, bagaimana dong,” jelas Ganjar Pranowo.

Sebanyak 281 petugas Dishubkominfo yang bertugas di jembatan di seluruh Jawa Tengah (Jateng) dipanggil untuk mengikuti evaluasi paska dipergokinya praktek pungli oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa hari lalu.

Kepala Dishubkominfo Jateng, Urip Sihabudin mengatakan 281 petugas itu berasal dari 16 jembatan timbang yang berada di wilayah Jateng.

"Mereka akan dievaluasi dan dinyatakan layak atau tidak untuk kembali bertugas di jembatan timbang. Yang tidak layak akan kita tempatkan di kantor," kata Urip Sihabudin Selasa (29/4/2014).

Urip Sihabudin merencanakan proses evaluasi terkait maraknya praktek pungli di jembatan timbang itu akan selesai dalam waktu dua hari.

"Jika dari 281 petugas ternyata hanya 200 yang mendapat nilai evaluasi yang layak, maka hanya 200 petugas saja yang dikembalikan ke jembatan timbang. Nanti dari hasil evaluasi akan ditentukan mana petugas yang siap dikembalikan ke posisinya," ungkapnya.

Selain itu, Urip Sihabudin menambahkan paska Ganjar Pranowo mengamuk karena memergoki praktek pungli yang dilakukan oleh kernet dan sopir truk yang kelebihan muatan kepada petugas Dishubkominfo di jembatan timbang, Jembatan timbang Subah, Batang, Jawa Tengah ditutup sementara hanya beberapa jam.

"Penutupan mulai pagi tadi dan hanya beberapa jam karena petugas masih dipanggil di kantor Dishubkominfo setempat. Petugas dipanggil di kantor, evaluasi dan dibriefing,” bebernya.

Seperti yang diberitakan Ganjar Pranowo mengamuk ketika memergoki seorang kernet truk yang kelebihan muatan meletakkan uang di meja petugas jembatan timbang Subah tanpa meminta kuitansi. Politisi PDIP itu pun semakin marah ketika menemukan amplop berisi uang di dalam laci meja petugas.

Keesokan harinya, Senin (28/4/2014) Ganjar Pranowo mendatangi kantor Dishubkominfo Jateng dan menemui Urip Sihabudin. Ganjar Pranowo meminta agar dilakukan evaluasi dan segera hilangkan praktik pungli karena menjadi faktor penyebab jalur pantura rusak parah. (mer/jos)

See Also

Bamsoet: Drone Official IMI E-Hang 216 & POLRI Bantu Petakan Wilayah Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Tutup Program Magang Di DPR RI, Puan Bicara Demokrasi Tak Hanya Soal Bicara Tapi Juga Mendengarkan
Selamat Hari Guru Nasional
Indonesia International Book Fair
63 Titik Penyekatan Di Jakarta Saat PPKM Darurat
Titik Penyekatan Di Jalan Tol Jasa Marga Group Dalam Rangka Mendukung PPKM Darurat
Daftar Exit Tol Yang Tutup Saat PPKM Darurat
Puan Menyatakan Berduka Atas Tenggelamnya KMP Yunicee Dan Meminta Pencarian Korban Terus Dilakukan
Di Sesko AU, Puan Sampaikan Pentingnya Kekuatan Pertahanan Dan Ancaman Serangan Cyber
Presiden Joko Widodo Tinjau Langsung Pelaksanaan PPKM Mikro Di Kelurahan Rawasari
Presiden Joko Widodo Sebut PPKM Mikro Kebijakan Paling Tepat Untuk Saat Ini
Puan Sebut Perempuan Berperan Penting Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Ketua DPR RI Minta Pemda Jangan Sembunyikan Kondisi Kasus Virus Corona
Dorong Percepatan Vaksinasi, Ketua DPR RI Bawa Tambahan Vaksin Untuk Warga Jateng
Megawati Sebut Ayah Saya Dilengserkan Namun Roda Kehidupan Berputar
Megawati Soekarnoputri Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Di Universitas Pertahanan
Megawati Soekarnoputri Tegaskan Perlu Amandemen Sekali Lagi Untuk Hadirkan Kembali PPHN
Megawati Bingung Dicap Komunis
Megawati Cerita Soekarno Dilengserkan
Megawati Minta Presiden Tambah Personel TNI-Polri
Bamsoet: Ibu Megawati Tegaskan Dukung MPR RI Miliki Kewenangan Menyusun Dan Menetapkan Haluan Negara
Ketua MPR RI Sebut Hari Lahir Pancasila Momentum Bangun Kembali Kebersamaan
Ketua DPR RI Minta Negara Hadir Lebih Nyata, Kebijakan Harus Tepat Dan Bermanfaat Untuk Rakyat
Presiden Joko Widodo Dorong Kerja Sama Daerah Untuk Bersama Tangani Pandemi Virus Corona
Presiden Joko Widodo Tinjau Vaksinasi Di Bintan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.512.776 Since: 05.03.13 | 0.1738 sec