Internasional

AS Desak Mesir Segera Bentuk Pemerintahan Sipil

KAIRO-SBN.

Sejumlah pihak menuntut pembebasan Mohamed Moursi termasuk Amerika Serikat (AS) setuju dengan pernyataan Jerman agar militer Mesir membebaskan presiden yang baru digulingkan pada 3 Juli silam.

“Washington ingin mengakhiri pembatasan terhadap Moursi,” tutur Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Jen Psaki.  “Kami setuju dengan usul Jerman,” ujar Jen Psaki dalam konferensi pers seperti dikutip Xinhua. Meski demikian, AS menolak untuk mengakui Moursi sebagai Presiden Mesir setelah pembebasan. “Kami tentu saja mengakui Presiden Mohamed Moursi terpilih secara demokratis. Ini tentang apa yang terjadi di kotak suara. Kebanyakan transisi demokrasi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk stabil, khususnya setelah dekade pemerintahan otokratis. Kita sekarang fokus untuk mendorong proses bergerak maju dengan semua pihak,” jelas Jen Psaki.

Jerman berpendapat kebebasan Moursi dapat dilakukan atas dasar kerja sama dengan lembaga terpercaya, misalnya Komite Palang Merah Internasional. Jerman berpendapat bahwa gerak Moursi tidak boleh dibatasi oleh siapa pun, termasuk militer. Seperti diberitakan, hingga kini, Moursi masih ditahan pihak militer dengan alasan keamanan.

Upaya AS untuk menstabilkan kondisi Mesir terus dilakukan dengan menjalin hubungan secara intensif dengan Arab. Jumat (12/7/2013), Barack Obama, Presiden AS, berdiskusi mengenai krisis Mesir melalui telepon dengan Abdullah, Raja Arab Saudi.

“Mereka sepakat bahwa Amerika Serikat dan Arab Saudi memiliki kepentingan bersama dalam mendukung stabilitas Mesir,” terang pernyataan Gedung Putih. Barack Obama menunjukkan perhatian serius mengenai kekerasan di Mesir setelah penggulingan Mohamed Moursi oleh angkatan bersenjata. Barack Obama menggarisbawahi pentingnya pemerintahan sipil yang dipilih secara demokratis. Raja Abdullah merupakan kepala negara pertama yang mengucapkan selamat pada Adly Mansour, Presiden Mesir interim yang ditunjuk oleh militer untuk menggantikan Moursi.

Diberitakan, seorang pejabat AS telah tiba di Kairo, Mesir di tengah gejolak politik yang belum juga reda. Pejabat itu diprediksi akan mendesak pemerintahan sementara Kairo untuk segera membentuk pemerintahan sipil pasca tergulingnya Mohamed Moursi dua pekan lalu (3/7/2013).

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Bill Burns yang juga pejabat tinggi AS pertama yang berkunjung ke Kairo pasca kudeta Mohamed Moursi telah tiba pada Senin (15/7/2013) dan akan bertemu dengan pemerintahan Presiden Mesir interim, Adly Mansour. “Bill Burns dijadwalkan berunding dengan pejabat sipil dan militer. Bill Burns juga akan mendesak diakhirinya segala kekerasan dan menciptakan transisi menuju pemerintahan sipil demokratis,” jelas Departemen Luar Negeri AS pada Senin (15/7/2013) seperti dilansir AFP.

Kendati, AS menyayangkan terjadinya kudeta Moursi, belum memutuskan secara resmi apakah Moursi benar-benar korban dari kudeta militer. Keputusan soal benar tidaknya kudeta dapat memaksa AS untuk membekukan bantuan senilai US$ 1,5 miliar bagi Kairo.

Pada Minggu (14/7/2013), senator Partai Republik, Lindsey Graham dan John McCain telah mendesak pemerintahan Barack Obama untuk memangkas bantuan sebagai respons kudeta. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menyerukan kembalinya pemerintahan sipil dan dilepaskan tahanan politik.

AS dan internasional akan terus memantau situasi dan perkembangan politik Mesir pasca tergulingnya Moursi pada 3 Juli silam. Washington dan sejumlah negara menyayangkan kudeta tersebut. Namun, dalam argumentasi kelompok anti-Moursi, tokoh Islam tersebut dicurigai ingin melanggengkan kekuasaan dengan telah salah dalam menjalankan pemerintahan dan cenderung mengutamakan kelompoknya sendiri. Moursi kini berada di tempat yang aman untuk keamanannya usai dikudeta. Mohamed Moursi akan menghadapi sejumlah tuntutan hukum mulai dari perihal pelariannya dari penjara ketika pemberontakan sipil tahun 2011 sampai masalah salah urus negara.

Diberitakan, pemerintah Kairo telah membekukan aset milik 14 petinggi Persaudaraan Muslim, kelompok pendukung Moursi.

Di kota Kairo, sejumlah pendemo masih berpawai dengan damai, Jumat (12/7/2013) malam, meskipun ada kekhawatiran terjadi kekerasan. Bulan Ramadan tidak menghalangi pendemo untuk tetap melaksanakan ibadah puasa. Puluhan ribu pendemo berdoa dan berbuka puasa bersama.

Di alun-alun Tahrir dan di luar istana Ittihadiya, ribuan pendemo anti Moursi duduk bersama untuk berbuka puasa bersama. Sementara itu, pendukung Moursi menghabiskan waktunya di luar Masjid Rabaa Al Adawiya yang merupakan tetangga Kota Nasr. Mereka memegang bendera Mesir dan Al-Quran serta meneriakkan slogan menentang penggulingan Mohamed Moursi oleh militer.

Ikhwanul Muslimin, kelompok pendukung sang presiden terguling Mohamed Moursi, mempublikasikan secara online gambar selebaran yang disebarkan helikopter militer kepada pendemo. Selebaran itu untuk menyakinkan demonstrasi aman asalkan tidak mendekati instalasi militer. (afp)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.511.678 Since: 05.03.13 | 0.2385 sec