Olah Raga

Atasi Roger Federer, Stanislas Wawrinka Kampiun Monte Carlo Rolex Masters

Monday, 21 April 2014 | View : 1028

MONTE CARLO-SBN.

Hasil manis dipetik Stanislas Wawrinka usai sukses melanjutkan catatan apiknya pada 2014 ini setelah di awal musim menjuarai Grand Slam Australian Open dengan tampil sebagai juara di turnamen Monte Carlo Rolex Masters 2014. Stanislas Wawrinka sukses menyegel gelar perdana Monte Carlo Rolex Masters. Dalam laga yang digelar di Monte Carlo Country Club, Minggu (20/4/2014), gelar itu didapat unggulan ketiga, petenis asal Swis tersebut, Stanislas Wawrinka usai membungkam unggulan keempat, sesama petenis Swiss, Roger Federer pada pertandingan final untuk memenangi Monte Carlo Rolex Masters.

Juara Australia Terbuka itu menggarisbawahi bahwa ia merupakan sosok yang layak diwaspadai di Prancis Terbuka.

Stanislas Wawrinka yang lebih dulu lolos ke babak final dengan menyisihkan unggulan enam, pemain Spanyol peringkat keenam dunia, David Ferrer straight set langsung dua set dengan skor akhir 6-1 dan 7-6 (7-3) pada laga duel babak semifinal, Sabtu (19/4/2014). David Ferrer dan Stanislas Wawrinka telah bertemu 13 kali. Setelah kekalahannya, David Ferrer tetap unggul secara head to head 7-6 atas Stanislas Wawrinka. Namun, dalam tiga pertemuan terakhir, David Ferrer tumbang dari Stanislas Wawrinka.

Dikabarkan sebelumnya, petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal harus mengubur dalam-dalam mimpinya untuk menjuarai turnamen Monte Carlo Rolex Masters tahun 2014 ini. Langkah petenis asal Spanyol itu terhenti di babak perempat final setelah ditekuk oleh rekan senegaranya, David Ferrer. Pada laga di Monte Carlo Country Club, Jumat (18/4/2014) malam WIB, David Ferrer memaksa Rafael Nadal menyerah dengan dua set langsung 6-7, 4-6 dalam waktu 2 jam dan 13 menit. Hasil pertandingan tersebut menghentikan rentetan 30 kemenangan beruntun yang diraih Rafael Nadal di lapangan tanah liat. Hasil ini sekaligus merupakan kemenangan pertama David Ferrer atas Rafael Nadal di lapangan tanah liat sejak 2004.

Sebelumnya, Stanislas Wawrinka mengkandaskan harapan unggulan kedelapan, petenis Milos Raonic dengan skor akhir 7-6 (7-5) dan 6-2 pada laga babak quarterfinals atau perempat final, Jumat (18/4/2014). Pada pertandingan babak ketiga Kamis (17/4/2014), lawan Stanislas Wawrinka, unggulan ke-15, N. Almagro mengundurkan diri.

Lawan Stanislas Wawrinka di pertandingan duel babak final, Roger Federer menantang rekan senegaranya Stanislas Wawrinka pada babak final turnamen tanah liat Monte Carlo Rolex Masters 2014 di Monaco, Minggu (20/4/2014). Mantan pemain nomor satu dunia ini lolos ke babak final dengan menjegal mantan pemain nomor satu dunia lainnya, petenis asal Serbia, Novak Djokovic dengan straight set langsung skor 7-5, 6-2 di semifinal, Sabtu (19/4/2014). Roger Federer yang kini menempati peringkat keempat di dunia, diunggulkan di posisi keempat turnamen ini. Sementara itu, Novak Djokovic, pemain nomor dua dunia, merupakan unggulan kedua.

Menghadapi Roger Federer di Monte Carlo Country Club, Minggu (20/4/2014), Stanislas Wawrinka melanjutkan sensasinya tahun ini. Setelah meraih gelar Grand Slam pertama di Australian Open, Januari lalu, petenis Swiss tersebut merebut gelar Masters 1000 pertamanya dengan melibas Roger Federer pada duel laga final Monte Carlo Rolex Masters di Monte Carlo Country Club, Monaco, setelah bertarung sepanjang tiga set dengan skor 4-6, 7-6 (7-5), 6-2, Minggu (20/4/2014).

Dalam Final sesama petenis asal Swiss ini menjadi yang pertama dalam 14 tahun terakhir di ajang ATP World Tour, Monte Carlo Rolex Masters 2014 setelah Stanislas Wawrinka mengamankan gelar selama dua jam 13 menit.

Ini merupakan pertama kalinya final sesama petenis Swiss di ATP sejak 2000, ketika Roger Federer remaja kalah dari Marc Rosset di Marseille.

Stanislas Wawrinka juga mengamankan peringkat ketiga dunianya sebagai hasil dari kesuksesan dalam waktu dua jam 13 menit ini. Roger Federer akan kembali menduduki peringkat ketiga dunia dengan gelar juara dari salah satu ajang Masters yang belum pernah ia menangi sebelumnya.

Dalam pertandingan yang berlangsung Monte Carlo Country Club, Stanislas Wawrinka sebelumnya tampil sempurna terlihat gugup. Servis yang 100 persen sempurna sepanjang pekan ini tidak terlihat, ia sering membuat kesalahan dan membuat Roger Federer mengamankan set pertama. Setelah sempat bermain buruk pada game pertama, selanjutnya Stanislas Wawrinka tak ingin membuang waktu.

Juara Grand Slam Australia Terbuka itu, Stanislas Wawrinka langsung memimpin 4-1 di set pertama. Kedua petenis bermain imbang pada set pertama. Setelah posisi 4-4, Roger Federer memenangi dua gim berikutnya yang memastikannya memenangi set pertama. Pada set pertama, Roger Federer mampu mematahkan Stanislas Wawrinka pada game kelima. Mantan petenis nomor satu dunia itupun menutup set pertama dengan skor 6-4.

Stanislas Wawrinka kalah di set pembuka namun bangkit pada set kedua dengan mematahkan serve lawannya, meski Roger Federer segera memperbaiki permainannya.

Set itu dilanjutkan melalui tiebreak, di mana Stanislas Wawrinka mengendalikan permainan untuk menyamakan kedudukan.

Set kedua berjalan lebih menegangkan, dengan kedua pemain masih bermain imbang. Stanislas Wawrinka kemudian mampu bangkit untuk mengamankan set kedua meski Roger Federer memberi perlawanan sengit. Namun pada set kedua Stanislas Wawrinka langsung bangkit dan unggul 2-0. Pertandingan berjalan ketat dan Roger Federer mampu menyamakan kedudukan 2-2. Sempat tertunda sesaat karena hujan, pertarungan terus berjalan ketat hingga set kedua harus ditentukan melalui tie-break. Lewat pertarungan sengit, Stanislas Wawrinka yang sempat unggul 4-1 akhirnya mengambil tie-break. Kali ini set harus diselesaikan dengan tiebreak, 7-5. Stanislas Wawrinka memenanginya dengan 7-5, yang memaksa pertandingan berlanjut ke set ketiga.

Stanislas Wawrinka memulai set ketiga dengan keunggulan 4-0 dari dua break dan meraih kemenangan pada match point pertama. Memasuki set penentuan, Stanislas Wawrinka mampu menjaga momentum dan langsung memimpin 4-0. Stanislas Wawrinka bermain luar biasa pada set ketiga dengan langsung unggul jauh, 4-0.

Roger Federer sempat menipiskan skor menjadi 4-1. Roger Federer berhasil memenangi dua gim, tetapi tak bisa menahan laju Stanislas Wawrinka untuk memenangi pertandingan ini. Selanjutnya di set ketiga ini, Stanislas Wawrinka akhirnya menutup laga dengan kemenangan 6-2. Namun, Stanislas Wawrinka melaju tanpa perlawanan berarti di set penentuan untuk mengamankan gelar perdananya di Monte Carlo Rolex Masters.

Akhirnya Stanislas Wawrinka meraih gelar Masters 1000 pertamanya sepanjang karier di Monte Carlo clay dan hanya enam minggu sebelumnya dimulainya Turnamen Grand Slam Prancis Terbuka pada 25 Mei 2014 mendatang. Stanislas Wawrinka, yang melepaskan 33 pukulan kemenangan pada Minggu (20/4/2014), sukses meraih gelar ATP Masters 1000 untuk pertama kalinya setelah pada dua percobaan sebelumnya, gagal dua kali kalah ke final yakni dua final ajang Masters sebelumnya di Roma pada 2008 dari Novak Djokovic dan Madrid pada tahun 2013 lalu dari Rafael Nadal.

Turnamen di Monaco ini merupakan turnamen pemanasan menjelang Grand Slam tanah liat Prancis Terbuka 2014. Seri kedua turnamen Grand Slam 2014 ini akan berlangsung di kompleks tenis Rolland Garos, Paris, Prancis, 25 Mei hingga 8 Juni 2014 mendatang.

Selain itu, Stanislas Wawrinka juga mendapatkan kemenangan pertamanya di ajang Monte Carlo Masters, tepatnya sejak dia mengikuti turnamen ini di babak ketiga pada tahun 2009.

Keberhasilan di Monte Carlo Rolex Masters juga menjadikan Stanislas Wawrinka petenis pertama yang memenangi tiga gelar di level tour tahun ini. Ini merupakan titel ketiga yang didapat Stanislas Wawrinka sepanjang tahun ini setelah sebelumnya, dia menjadi kampiun dengan raihan trofi di Chennai Open dan kesuksesan Grand Slamnya, Australia Terbuka di Melbourne pada Januari 2014 lalu. “Aku sangat gembira, setelah memenangi titel Grand Slam pertama, lalu memenangi Masters. Ini luar biasa,” cetus Stanislas Wawrinka di Reuters. “Roger, kamu adalah pemain terbaik sepanjang masa. Selalu spesial bagiku bisa menghadapimu dan aku harap kita akan punya tahun yang bagus," seru Stanilas Wawrinka di Reuters.

Hasil ini juga mengubah rekor pertemuan kedua pemain menjadi 13-2 masih untuk keunggulan Roger Federer. Bagi Stanislas Wawrinka, ini merupakan kemenangan keduanya atas rekan dekatnya itu, melawan Roger Federer dalam 15 kali pertemuan sepanjang karirnya dan gelar pertamanya di level Masters. Dua kemenangan Stanislas Wawrinka didapat di Monte Carlo. Sebelumnya dia menundukkan Roger Federer di babak ketiga Monte Carlo Masters 2009. Kemenangan lain, terakhirnya atas Roger Federer juga terjadi di arena yang sama, Monte Carlo Country Club, lima tahun silam pada 2009, lapor AFP. Pertemuan terakhir kedua pemain Swiss ini terjadi pada babak perdelapan final turnamen ATP World Tour Masters 1000 di Indian Wells, California, AS, Maret lalu. Roger Federer waktu itu menang  6-3, 6-7 (4-6), 7-5.

Stanislas Wawrinka sekarang memiliki rekor 23-0 pada musim ini, meski Roger Federer memimpin ATP dengan 27 kemenangan.

“Seminggu ini seperti hari biasa bagi saya, namun akhirnya menang Masters Series menjadikannya sangat luar biasa. Federer telah melakukan banyak hal luar biasa dalam karirnya, dan ia masih pemain terbaik bagi saya. Suatu kehormatan untuk bermain dengannya di partai final dan meraih kemenangan," tandasnya.

“Saya melakukan pekerjaan mengagumkan, saya benar-benar gembira setelah memenangi Grand Slam pertama saya untuk sekarang memenangi Masters 1000 pertama saya. Saya tidak berharap ini dapat digapai begitu cepat," kata sang pemenang.

“Saya datang kemari pada pekan ini sebagai ujian, saya tidak berharap menang karena lapangannya begitu kuat. Namun saya berada di sini secara mental dan bertarung dan bermain baik, saya mampu mengalahkan siapapun. Penting untuk selalu siap untuk bertarung,” ucap Stanislas Wawrinka.

Stanislas Wawrinka menambahi bahwa ia berharap dirinya dan Roger Federer dapat berbagi kejayaan pada akhir tahun ini, di mana tim Swiss telah melaju ke semifinal Piala Davis. “Saya berharap ini akan menjadi tahun yang bagus bagi Swiss,” imbuhnya.

Kapten Swiss di Piala Davis, Severin Luthi duduk di box Roger Federer, dan hal itu tidak dikeluhkan Stanislas Wawrinka.

“Saya pikir ini adalah pertandingan besar, terlepas dari siapapun lawannya, karena ini adalah final. Bermain melawan Stan hanya menambah kegembiraan dalam berbagai cara,” ungkap Roger Federer, yang sekarang memiliki rekor 0-4 di final Monte Carlo setelah kalah dari Rafael Nadal pada tiga final sebelumnya pada 2006 sampai 2008. Bagi Roger Federer, ini adalah kekalahan keempatnya di final Monte Carlo. Sebelumnya, pemegang 17 gelar Grand Slam ini lolos ke final pada 2006, 2007, dan 2008 di mana Roger Federer selalu kalah dari Rafael Nadal.

Bagi Roger Federer, kekalahan membuatnya harus menunggu satu tahun lagi untuk merasakan gelar juara Monte Carlo Masters. Roger Federer belum pernah sekalipun menjadi juara di turnamen ini meski laga lawan Stanislas Wawrinka merupakan final keempatnya.

Roger Federer yang harus puas menjadi runner-up memberi selamat atas kemenangan Stanislas Wawrinka. Dia mengakui dan menyebut rekan senegaranya itu, memang lebih pantas menang. "Tentu saja, aku sangat senang untuk Stan. Ini adalah kemenangan yang sangat besar untuknya setelah dia memenangi titel Grand Slam pertama tahun ini, juga memenangi turnamen Masters 1000 pertamanya," kata Roger Federer.

“Saya tidak begitu kecewa karena saya kalah dari Stan. Saya sangat gembira untuk dia. Ini merupakan kemenangan besar bagi dia setelah memenangi Grand Slam pertamanya tahun ini, juga untuk memenangi Masters 1000 pertamanya,” kata Roger Federer. “Untuk mengambil peluang-peluang ketika kita berada di sini, itulah kunci bagi karir petenis,” sambung Roger Federer.

Pasangan Swiss ini, yang memenangi medali emas kategori ganda di Olimpiade Beijing 2008, berpelukan setelah kemenangan Stanislas Wawrinka yang merupakan gelar ketujuh sepanjang karirnya. (afp/reuters/jos)

See Also

Ground Breaking Pembangunan Bintan International Green Circuit Akan Dilakukan Presiden Joko Widodo
Ketua Umum IMI Bamsoet Apresiasi Jakarta E-Prix 2022 Sukses Digelar
Ketua Umum IMI Bamsoet Pastikan Jakarta E-Prix 2022 (Formula E) Siap Digelar Di Jakarta
Ketua MPR RI Ajak Komunitas Otomotif Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Ketua MPR RI Apresiasi Tarung Derajat Jadi Kurikulum Wajib STIN
IMI Bersama KNPI Akan Gelar Kejuaraan Balap Motocross Piala Ketua MPR RI
Lantik Pengurus IMI NTB, Ketua MPR RI Dorong Peningkatan Prestasi Atlit Balap
Ketua MPR RI Dorong Peningkatan Prestasi Olahraga Menembak Indonesia
IMI Bersama NMAA Gelar Perang Bintang IMX Black Stone LiveMods Challenge 2022
Ketua Umum IMI Bersama Gubernur NTB Resmi Kick Off Penyelenggaraan MXGP 2022 Di Samota
Ketua MPR RI Sebut Vespa World Days 2022 Siap Digelar Juni Di Bali
IMI Bersama Gallant Venture Pte Ltd Tetapkan Lagoi Sebagai Lokasi Bintan International Circuit
Ketua MPR RI Berikan Bonus Motor Vespa Kepada Timnas Futsal Putra Indonesia
Ketua MPR RI Lakukan Pre-Launching Super Apps, GASPOL! IMI
Ketua MPR RI Apresiasi Pengadaan EHang 216 Sebagai Official Aircraft IMI Dan Cargo
NMAA Siap Gelar Lomba Mobil Modifikasi IMX Black Stone LiveMods 2022 Perebutkan Piala Ketua MPR RI
Ketua MPR RI Bertekad Membawa IMI Mewarnai Percaturan Olahraga Otomotif Dunia
Miguel Oliveira Jadi Juara Perdana MotoGP Mandalika 2022
Ketua MPR RI Apresiasi Pengurus Dan Anggota IMI Sukseskan Gelaran MotoGP Mandalika 2022
Presiden Joko Widodo Apresiasi Masyarakat Hingga Penyelenggara MotoGP Mandalika 2022
Ketua MPR RI Apresiasi Trofi MotoGP Mandalika 2022 Karya Tuksedo Studio Bali
Pelaksanaan MotoGP Mandalika 2022 Berlangsung Sukses Meskipun Hujan
Ketua MPR RI Bersama Presiden Joko Widodo Melepas Parade Energy To Speed Up Parade Pembalap MotoGP
Bamsoet Bangga 5 Pembalap Jawa Timur Go Intermasional
Bamsoet Saksikan Kehebatan Bela Diri Para Prajurit Di Markas Besar Komando Armada II TNI AL Surabaya
jQuery Slider

Comments

Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 10.473.946 Since: 05.03.13 | 0.2172 sec