Internasional

Misteri Pesawat MH 370, Objek Mengapung

Tuesday, 25 Maret 2014 | View : 1061

KUALA-LUMPUR-SBN.

Pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan (flight number) MH 370 lenyap dan hilang dari layar radar sipil kurang dari satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur dengan 239 orang di dalamnya saat melintasi wilayah Vietnam pada hari Sabtu (8/3/2014) lalu saat menempuh perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Sejak itu, pesawat berpenumpang 239 orang itu tak diketahui rimbanya.

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak menjelaskan hasil analisis data satelit menunjukkan, pesawat Boeing 777-200ER itu terbang melintasi koridor selatan dan posisi terakhirnya berada di tengah-tengah Samudera Hindia, sebelah barat lepas pantai Kota Perth, negara bagian Australia Barat. “Lokasinya sangat terpencil, jauh dari tempat-tempat pendaratan mana pun yang memungkinkan,” terang Najib Razak.

Pernyataan itu dilontarkan setelah pesawat pengintai China dan Australia melihat benda-benda yang diduga puing-puing MH 370 di wilayah terpencil Samudra Hindia, 2.500 kilometer sebelah barat daya Kota Perth, negara bagian Australia Barat.

Operasi pencarian yang melibatkan puluhan negara dan meliputi area pencarian yang sangat luas nyaris tak menemukan apa pun selama dua pekan terakhir. Oleh karena itu, temuan terbaru di Samudera Hindia diharapkan bisa memberi kejelasan terkait nasib pesawat tersebut.

Pernyataan Najib Razak itu menyudahi harapan yang sempat mencuat lagi. Setelah 17 hari upaya pencarian, citra-citra satelit maupun pengamatan langsung tim penyelidik di pesawat melihat objek-objek mengapung di lautan, sekitar 2.500 barat daya Kota Perth.

Sebelum keluarnya pernyataan Najib Razak dan Malaysia Airlines, pencarian MH 370 pada Senin (24/3/2014) diintensifkan setelah tim pencari di pesawat Australia melihat dua objek dan kemungkinan bisa diambil oleh kapal dalam tempo beberapa jam. Belum ada konfirmasi apakah objek-objek itu terkait MH 370.

Meski begitu, hasil pengamatan itu makin menambah laporan pengamatan objek-objek yang diduga terkait pesawat yang mengangkut 227 penumpang dan 12 kru tersebut. Alhasil, tim pencari multinasional makin bersemangat untuk menemukannya. “Anggota kru di pesawat Orion melaporkan pengamatan dua objek. Yang pertama bundar berwarna abu-abu atau hijau, sedangkan yang kedua persegi panjang warna oranye,” papar PM Australia Tony Abbott kepada parlemen negaranya.

Sejauh ini, pesawat-pesawat pengintai milik Prancis, China, dan Australia menangkap objek yang diduga sejumlah kepingan yang  kemungkinan berasal dari pesawat Malaysia Airlines yang hilang itu. Tidak ada konfirmasi pesawat ditemukan, tapi banyak puing-puing telah ditemukan di perairan terpencil Australia yang mungkin menjadi bagian dari pesawat yang hilang. Tim pencari masih berusaha mengangkat benda-benda itu sembari mengingatkan bahwa temuan itu harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipastikan berasal dari pesawat yang hilang itu.

Kantor berita China, Xinhua sebelumnya melaporkan kru udara negaranya melihat dua objek mengapung yang relatif besar dan dalam radius beberapa km di sekitarnya berceceran benda-benda yang lebih kecil. Tapi, pesawat pencari Amerika Serikat (AS) tidak bisa menemukan lokasinya.

Jika benda-benda itu benar-benar merupakan puing MH 370, maka ini merupakan temuan paling konkret dalam operasi pencarian internasional yang melelahkan selama dua pekan terakhir ini. Meski demikian, tim pencari menyatakan, sebelum benda-benda itu diangkat dari laut dan diperiksa belum dapat benar-benar dipastikan bahwa benda-benda itu merupakan pecahan Malaysia Airlines.

Harapan terkuaknya misteri MH 370 menguat setelah pada akhir pekan pesawat Australia melihat sebuah palet kayu, sabuk, dan puing lainnya.

Selain itu, satelit Prancis dan China memberi informasi tentang benda-benda mengapung di lepas pantai barat Australia.

Pihak Australia menekankan dua objek itu berbeda dengan objek-objek yang dilihat pesawat China beberapa jam sebelumnya.

Kapal Angkatan Laut (AL) Australia HMAS Success, yang dilengkapi derek angkat, berada di lokasi terlihatnya objek itu dan akan mencoba untuk mengangkatnya.

Fokus pencarian dilakukan di Samudera Hindia sejak pekan lalu setelah citra-citra satelit pertama menunjukkan benda-benda mengapung dalam ukuran cukup besar.

Areal pencarian saat ini terfokus pada sekitar 2.500 km barat daya lepas pantai Kota Perth, negara bagian Australia Barat.

Cuaca buruk juga menghambat misi pencarian.

Badan Meteorologi Australia mengatakan angin kencang, awan rendah, dan jarak pandang yang pendek bisa mengganggu pencarian.

Kendati demikian, Siklon Tropis Gillian, yang berjarak ratusan kilometer ke utara, tidak akan mempengaruhi areal pencarian.

Juru Bicara HMAS Success, Andrea Hayward-Maher kemudian mengatakan, pihaknya tidak berhasil menemukan objek apa pun. Sedangkan, areal pencarian sudah gelap.

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memperkuat harapan itu dengan mengirimkan perangkat khusus untuk membantu pencarian kotak hitam pesawat. Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan sebuah alat pencari kotak hitam ke wilayah pencarian di Samudera Hindia sebagai langkah antisipasi jika lokasi hilangnya MH 370 benar-benar ditemukan. Perangkat canggih itu disebutkan bisa mendapati lokasi kotak hitam hingga kedalaman laut 6.600 meter. Sedangkan kedalaman laut di areal pencarian sekitar 3.000-4.000 meter.

Armada ke-7 Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) menyatakan kotak hitam harus segera ditemukan karena pancaran sinyalnya hanya bertahan 30 hari atau kurang dari dua pekan lagi.

Juru Bicara Armada ke-7 Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS), Letnan David Levy mengatakan waktu tidak berpihak kepada tim pencari. Kendati begitu, pihaknya akan terus melanjutkan misi pencarian. “Benda-benda itu kemungkinan bisa diterima dalam beberapa jam ke depan atau paling lambat besok, Selasa (25/3/2014) pagi,” terang Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan belum bisa dipastikan apakah dua objek itu berasal dari MH 370. Ia menekankan hal itu karena sejumlah petunjuk selama pencarian dua pekan terakhir ternyata salah atau keliru. (xinhua/afp/bloomberg)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.512.741 Since: 05.03.13 | 0.1664 sec