Internasional

Najib Razak Umumkan MH 370 Berakhir Di Samudera Hindia

Tuesday, 25 Maret 2014 | View : 892

KUALA LUMPUR-SBN.

Setelah selama berpekan-pekan mencari keberadaan pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER bernomor penerbangan, MH 370, yang mengangkut 239 penumpang dan kru itu hilang secara miterius, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, Senin (24/3/2014) akhirnya menyatakan bahwa pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 370 yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014) jatuh di wilayah selatan Samudera Hindia. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah menyampaikan dan mengumumkan nasib pesawat Malaysia Airlines (MAS) dengan nomor penerbangan MH 370 yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014) lalu kepada keluarga penumpang bahwa pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 370 dinyatakan mengakhiri perjalanannya di Samudera Hindia alias terjun ke laut.

Dikutip dari ABC News, PM Najib Razak yang menggelar konferensi pers, Senin (24/3/2014) malam mengatakan, bahwa tidak ada kemungkinan pesawat itu berhasil melakukan pendaratan di wilayah terpencil kawasan Samudera Hindia tersebut. “Ini merupakan wilayah terpencil, dan jauh dari lokasi pendaratan. Oleh karena itu, dengan rasa kesedihan yang mendalam, dan dengan penyesalan, kami harus menginformasikan bahwa berdasarkan data baru ini (informasi satelit) penerbangan pesawat MH 370 berakhir di sebelah selatan Samudera Hindia," tutur Najib Razak pada konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (24/3/2014).

Menurutnya, kesimpulan itu diambil berdasarkan data baru yang diterimanya. Najib Razak menjelaskan hasil analisis data satelit menunjukkan, pesawat Boeing 777-200ER itu terbang melintasi koridor selatan dan posisi terakhirnya berada di tengah-tengah Samudera Hindia, sebelah barat lepas pantai Kota Perth, negara bagian Australia Barat. “Lokasinya sangat terpencil, jauh dari tempat-tempat pendaratan mana pun yang memungkinkan,” terang Najib Razak.

Menurut data-data terbaru, Najib Razak mengatakan, penerbangan MH370 yang hilang dari radar sejak dua pekan atau 8 Maret 2014 lalu berakhir di wilayah selatan Samudera Hindia. Data tersebut, sambungnya, adalah informasi yang diperoleh dari satelit Inmarsat milik Inggris. Satelit itu memiliki kemampuan analisis yang dapat menentukan lokasi terakhir pesawat MH 370. Menurut Najib Razak, analisis data satelit terbaru menunjukkan pesawat yang hilang itu jatuh di wilayah selatan Samudera Hindia. “Inmarsat telah melakukan perhitungan analisis yang belum pernah digunakan dalam investigasi semacam ini dan mereka telah mampu menjelaskan lebih lanjut tentang MH 370. Berdasarkan analisis baru, Inmarsat dan (Inggris) telah menyimpulkan bahwa MH 370 terbang sepanjang koridor selatan dan bahwa posisi terakhirnya berada di tengah Samudera Hindia, sebelah barat Perth," papar Najib Razak.

Pernyataan itu dilontarkan setelah pesawat pengintai China dan Australia melihat benda-benda yang diduga puing-puing MH 370 di wilayah terpencil Samudra Hindia, 2.500 kilometer sebelah barat daya Kota Perth, negara bagian Australia Barat.

Pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan (flight number) MH 370 lenyap dan hilang dari layar radar sipil kurang dari satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur dengan 239 orang di dalamnya saat melintasi wilayah Vietnam pada hari Sabtu (8/3/2014) lalu saat menempuh perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Sejak itu, pesawat berpenumpang 239 orang itu tak diketahui rimbanya.

Operasi pencarian yang melibatkan puluhan negara dan meliputi area pencarian yang sangat luas nyaris tak menemukan apa pun selama dua pekan terakhir. Oleh karena itu, temuan terbaru di Samudera Hindia diharapkan bisa memberi kejelasan terkait nasib pesawat tersebut.

Jika pernyataan PM Malaysia ini bisa dikonfirmasi dengan temuan di lapangan, maka kabar ini merupakan sebuah kabar paling konkret selama dua pekan pencarian MH 370 yang melelahkan.

Pernyataan Najib Razak itu menyudahi harapan yang sempat mencuat lagi. Setelah 17 hari upaya pencarian, citra-citra satelit maupun pengamatan langsung tim penyelidik di pesawat melihat objek-objek mengapung di lautan, sekitar 2.500 barat daya Kota Perth, negara bagian Australia Barat.

Pihak Malaysia percaya pesawat itu sengaja dibelokkan arahnya oleh seseorang di dalam kokpit. Ketiadaan bukti kuat membuat spekulasi dan teori konspirasi bermunculan. Hal ini melukai dan membuat frustrasi keluarga maupun kerabat para penumpang serta kru.

Najib Razak mengatakan tidak ada petunjuk baru mengapa pesawat itu berbelok dari rute perjalanannya, Kuala Lumpur menuju Beijing dan mengakhiri perjalanannya di arah yang sangat berlawanan. (abcnews/reuters/bbc)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.512.603 Since: 05.03.13 | 0.2158 sec