Internasional

Pencarian MAS MH370 Di Samudera Hindia Mengandalkan Visual

Saturday, 22 Maret 2014 | View : 1066

SYDNEY-SBN.

Perdana Menteri Australia Tony Abbot menyatakan Australia telah menemukan dua objek terkait dengan pencarian pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370. Kepada parlemen Australia, dia menyatakan dua objek itu ditemukan berdasarkan citra satelit di Samudera Hindia bagian selatan, pada Kamis (20/3/2014).

Tony Abbott mengelak telah bertindak terlalu jauh dengan merilis informasi citra satelit tersebut.

Citra satelit tentang dua objek itu diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott pada Kamis (20/3/2014). Foto-foto satelit itu pertama kali diumumkan di parlemen oleh Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang membela diri terhadap saran bahwa dia mungkin telah bertindak lebih jauh.

“Kami berutang kepada keluarga, teman-teman dan orang-orang tercinta untuk memberi informasi secepatnya kepada mereka,” tandas dia.

Tony Abbott mengaku telah berbicara dengan Presiden RRT Xi Jinping yang digambarkan sangat terpukul akibat hilangnya MH 370 dan 153 warga China di pesawat itu.

Tony Abbot mengatakan Angkatan Udara Australia mengerahkan tiga armada menuju lokasi. Informasi ini sudah dikabarkan kepada Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Pesawat-pesawat Australia dan Amerika Serikat (AS) yang menyusuri daerah selatan Samudera Hindia belum menemukan apa pun. Informasi tersebut didapat setelah Otoritas Maritim Australia memfokuskan pencarian di wilayah yang makin menyempit. Pihak berwenang akan segera mengecek ke lokasi.

Pihak berwenang secara bertahap mengurangi areal pencarian menjadi di lepas pantai Australia. “Meski areal pencarian jauh lebih kecil dari awal, tapi tetap sangat luas jika dilihat dari jendela (pesawat). Terlebih kami berupaya mencari sesuatu dengan mata telanjang,” elaborasi Ketua Lembaga Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA), John Young.

Jadi, lanjut John Young, tim pencari akan melakukannya beberapa kali sampai yakin dengan cakupan areal pencarian.

“Citra satelit itu adalah petunjuk yang bagus dan juga berkorelasi dengan upaya dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS. Kami tetap fokus menemukan para penumpang itu selamat, jika bisa ditemukan,” imbuh John Young.

Daerah pencarian ini didasarkan pada analisis kemungkinan seberapa jauh pesawat bisa terbang dengan persediaan bahan bakar yang ada. Jarak yang sangat jauh dari pantai barat Australia membuat pesawat hanya bisa terbang sekitar dua jam dari waktu pencarian. Setelah itu harus kembali ke Perth.

Pencarian puing yang diduga dari pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370, di lautan 2.500 km barat daya Kota Perth, negara bagian Australia Barat, kini mengandalkan visual atau mata manusia. Mencari obyek di tengah Samudera Hindia dengan gelombang besar bukanlah tugas yang mudah. Misi pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370 kini bergantung pada teropong binokular dan kemampuan mata manusia untuk mencari lokasi pesawat atau benda yang berkaitan dengan pesawat tersebut.

Otoritas Australia yang memimpin pencarian di koridor selatan yang membentang di Samudera Hindia kini terus melakukan pencarian di area terpencil yang berjarak 2.500 kilometer barat daya Kota Perth, negara bagian Australia Barat. Pencarian pada Rabu (19/3/2014) fokus ke areal sepanjang 2.500 km di barat daya Kota Perth, negara bagian Australia Barat. Hal ini berdasarkan data satelit dan radar militer terakhir yang diterima dari pesawat itu. "Area pencarian sangat luas dan jauh. Ini operasi pencarian yang sangat berat dan AMSA terus mencemaskan nasib penumpang maupun kru pesawat hilang itu," tambah AMSA.

Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) memimpin pencarian pesawat yang mengangkut 227 penumpang dan 12 kru itu di wilayah terpencil antara benua Australia dan Antartika.

Meski menumpang pesawat canggih, kini tim SAR setempat lebih memprioritaskan petunjuk visual daripada radar, terutama semenjak adanya cuaca buruk yang kerap menghambat pencarian.

Pihak Australia menyatakan, Jumat (21/3/2014), keputusan itu diambil karena radar gagal mendeteksi keberadaan dua objek, yang ditangkap satelit di wilayah selatan Samudera Hindia pada Minggu (16/3/2014).

Sistem radar canggih dan berteknologi tinggi yang digunakan dalam pencarian sejauh ini belum berhasil menemukan jejak pesawat MAS MH 370 yang hilang sejak dua minggu lalu. Hal ini memaksa tim SAR untuk mengubah strategi pencarian. “Karena radar tak mendeteksi apa pun kemarin, kami mengubah rencana pencarian jadi visual. Jadi, pesawat pencari terbang relatif rendah dan pengamat-pengamat yang sangat terlatih dan terampil melongok dari jendela untuk mencari objek-objek,” tutur John Young,  ketua lembaga tersebut.

Artinya, tambah John Young, pesawat-pesawat pencari harus terbang lebih berdekatan. Untuk pencarian seperti itu juga dibutuhkan lebih banyak pesawat. Lima pesawat diterbangkan pada Jumat (21/3/2014). Tiga pesawat RAAF P3 Orion dari Australia, satu pesawat korporat jarak jauh, dan satu pesawat angkatan laut (AL) Amerika Serikat (AS) P8 Poseidon.

Royal Australian Air Force Loadmasters, Sersan Adam Roberts dan Sersan penerbang John Mancey melemparkan Self Locating Data Marker Buoy dari pesawat C-130J Hercules di Samudera Hindia dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370. Pihak Australia menyatakan pencarian dilanjutkan dengan mengandalkan visual para pakar lantaran data radar tidak juga menunjukkan lokasi dua objek yang ditangkap satelit pada hari Minggu (16/3/2014) lalu.

John Young menyebutkan, satu pesawat dalam perjalanan pulang, dua di areal pencarian, dan dua lagi dalam perjalanan ke sana. Ia mengatakan, cuaca pada Jumat cocok untuk pencarian, tapi dua objek cukup besar yang ditangkap citra satelit itu belum juga ditemukan.   “Kami belum mendapati apa pun,” tandas John Young.

Seperti dilansir AFP dan ABC News, Sabtu (22/3/2014), sebanyak enam pesawat dikerahkan dalam pencarian hari ini. Sejumlah personel pemantau udara yang berpengalaman ikut dalam pesawat tersebut. Mereka melakukan pemantauan secara manual dengan menggunakan teropong binokular di atas hamparan laut yang luas.

Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss menuturkan, pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak unit.

Warren Truss yang ditunjuk menjadi penjabat Perdana Menteri selama Tony Abbot melakukan kunjungan ke Papua Nugini ini berbicara di Pangkalan Udara Pearce di Western Australia. "Sudah ada 15 unit yang dikerahkan dari pangkalan ini, terutama pesawat Orion milik Australia dan pesawat Orion milik Selandia Baru, tapi ada juga pesawat P8 Poseidon milik AS dan sejumlah pesawat sipil yang terlibat pencarian," terangnya. "Sementara pesawat-pesawat ini dilengkapi teknologi canggih, sebagian besar pencarian sebenarnya mengandalkan visual, dengan mata manusia, pria dan wanita yang mampu melihat hamparan laut dan berusaha mencari dan mengambil setiap serpihan atau puing yang mungkin berkaitan dengan hilangnya pesawat," imbuh Warren Truss.

Selain menggunakan pesawat, sejumlah kapal juga ikut serta membantu dalam pencarian ini. Salah satunya kapal kargo atau kapal dagang berbendera Norwegia, Hoegh St. Petersburg yang telah berada di area pencarian sejak Kamis (20/3/2014). Namun belum ada satupun benda yang ditemukan terkait pesawat MAS MH 370. "Pencarian sejauh ini dilakukan dari dek kapal. Dan ini sangat wajar karena kapal ini memiliki ketinggian 25 meter, jadi dari atas dek kapal, Anda bisa memiliki pemandangan yang bagus dan cukup jauh," papar Olav Sollie dari perusahaan pemilik kapal kargo berbendera Norwegia ini.

Olav Sollie menambahkan, gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 3 meter di area pencarian, sehingga tidak memungkinkan untuk mengerahkan perahu kecil ke laut untuk melakukan pencarian.

Dua kapal Australia serta dua kapal dari Selandia Baru dan Amerika Serikat pun turut mencari. "Tiga kapal dikerahkan ke area pencarian, ditambah satu atau dua lagi akan menyusul. Tapi, satu pun kapal dan pesawat belum menemukan apa pun terkait pesawat hilang itu," bunyi pernyataan Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA).

Sedangkan, kedatangan kapal lainnya yang membantu pencarian yakni kapal suplai milik Australia, HMAS Success ke areal pencarian masih beberapa hari lagi. HMAS Success yang memiliki crane untuk mengambil puing di lautan. Kapal yang diperkirakan akan tiba di lokasi pencarian pada Sabtu (22/3/2014) sore ini akan melakukan pencarian secara manual via visual. "Kami akan menempatkan pengawas di dek atas dan kami akan mengurangi kecepatan dan melintasi area tersebut sambil melakukan pencarian terhadap obyek atau apapun yang menyerupai puing pesawat," terang Kapten Allison Norris yang memimpin HMAS Success, kepada Sydney Morning Herald. (afp/sydneymorningherald)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.512.762 Since: 05.03.13 | 0.166 sec