Internasional

Anehnya 54 Menit Komunikasi Terakhir Pilot MH 370

Saturday, 22 Maret 2014 | View : 2034

KUALA LUMPUR-SBN.

Dugaan adanya transkrip komunikasi selama 54 menit antara pengendali lalu-lintas udara dan ruang kokpit pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370 dinilai sebagai pembicaraan rutin biasa.

Seperti dilansir Harian The Telegraph Inggris, transkrip tersebut berisi pertukaran percakapan antara co-pilot Fariq Abdul Hamid dan pengendali lalu-lintas udara di darat. Pembicaran itu berlangsung sebelum pesawat lepas landas hingga akhir komunikasi yang terputus.

Pembicaraan itu termasuk kata-kata terakhir yang diucapkan dengan rileks oleh co-pilot berusia 27 tahun: "All right, good night."

Menurut sejumlah laporan, dalam transkript itu tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda ganjil sebelum pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dinyatakan hilang karena terputusnya komunikasi hilang dari layar radar monitor.

Pada pukul 01.07 dinihari, pukul yang sama saat perangkat sinyal mengirimkan pesan terakhir sebelum dinonaktifkan selama 30 menit berikutnya, co-pilot Fariq Abdul Hamid sempat berkata bahwa pesawat itu terbang di ketinggian 35.000 kaki atau sekitar 10 kilometer.

Anehnya, pesan itu diulang kembali karena enam menit sebelumnya dia telah mengatakan hal yang sama.

Komunikasi terakhir terungkap antara  salah satu pilot pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370 dengan petugas Air Traffic Control (ATC) atau pemandu lalu lintas udara pada 54 menit terakhir sebelum jet Boeing 777-200ER itu dinyatakan putus kontak. Transkipnya kini tersebar di sejumlah media asing.

Pesawat berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China pada Sabtu (8/3/2014) pukul 00.41 waktu setempat. Kemudian dinyatakan putus kontak dengan otoritas penerbangan sipil Malaysia pada 01.30. Sementara komunikasi 54 menit terakhir itu terjadi mulai pukul 00.36 sampai 01.19.

Analis, seperti dimuat Telegraph, Sabtu (22/3/2014) mengatakan, komunikasi antara pilot dengan petugas ATC itu adalah komunikasi rutin, atau biasa. Tapi ada beberapa kejanggalan, misalnya ada kata-kata yang diulang dari kokpit pilot pada pukul 00.50 dan 01.07, bahwa pesawat tengah terbang pada ketinggian 35 ribu kaki.

Pada pukul 01.07, terlacak bahwa pesawat masih mengirimkan pesan ke bagian pengawas radar pada menara lalu lintas udara. Namun pada 01.21 Transponder MH370 dan sistem pelaporan dan komunikasi (ACARS) dimatikan. Sebelum itu, pada 01.19, terlacak bahwa pilot mengucapkan "All right, good night."

Percakapan 54 menit terakhir dari kokpit pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER dengan nomor penerbangan MH 370 yang hilang  terungkap.

Harian The Telegraph Inggris melansir transkrip percakapan antara co-pilot dan menara kontrol serta pengendali lalu lintas udara lainnya, sejak mulai pesawat mengudara.

Percakapan dilakukan hingga pertukaran dari titik di mana para penyelidik meyakini pesawat sudah disabotase, serta kata-kata terakhir dari co-pilot Fariq Abdul Hamid (27), "Baiklah, selamat malam."

Harian The Telegraph Inggris memuat percakapan 54 menit terakhir pesawat Malaysia Airlines yang hilang. Para analis mengatakan urutan pesan muncul "sangat rutin" dan ada dua percakapan yang terdengar aneh.

Para analis mengatakan urutan pesan muncul "sangat rutin". Namun ada dua, kata mereka percakapan yang terdengar aneh.

Yang pertama adalah pesan dari kokpit pada 01.07, mengatakan pesawat Malaysia Airlines itu terbang pada 35.000 kaki. Pesan ini mengulangi pesan yang disampaikan enam menit sebelumnya.

Tapi itu terjadi pada saat yang genting yakni pada 1.07 ACARs pesawat Malaysia Airlines MH 370 mengirimkan pesan terakhirnya sebelum dinonaktifkan, diduga karena disengaja. Sebuah transponder terpisah telah dinonaktifkan pada 01.21 namun peneliti percaya ACARs pesawat Malaysia Airlines MH 370 ditutup sebelum 1.19 saat Fariq Abdul Hamid menyatakan kata "Selamat malam.”

Hal lain  yang aneh, salah satu alasan yang menimbulkan untuk kecurigaan bahwa hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH 370 itu bukan kecelakaan, adalah terputusnya komunikasi dan membelok tajamnya pesawat Malaysia Airlines itu terjadi pada saat serah terima dari pengawas lalu lintas udara di Kuala Lumpur, Malaysia dengan pengawas di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Rincian percakapan ini menambah spekulasi atas nasib pesawat Malaysia Airlines MH 370, apakah karena kecelakaan atau pembajakan. Transkript ini juga menunjukkan bahwa jika pilot Malaysia Airlines itu terlibat, mereka sangat berhati-hati untuk menyembunyikan niat mereka yang sebenarnya.

Mantan pilot  British Airways yang berpengalaman menerbangkan Boeing 777, Stephen Buzdygan mengatakan, dengan adanya kejanggalan tersebut, hilangnya pesawat kemungkinan bukan karena kecelakaan. Tapi karena disabotase atau dibajak. Terlebih ada fakta bahwa pesawat berbelok ke barat. "Jika saya ingin mencuri pesawat, maka pada titik ini saya akan melakukannya. Itu (kejanggalan) adalah bukti bahwa saya akan melakukan itu," jelas Stephen Buzdygan.

Mungkin ada sedikit celah untuk mengelabui pengendali lalu lintas udara. Itu mungkin satu-satunya momen untuk membuat mereka tak terlacak dari darat." "Ada sedikit ruang dan itu itu satu-satunya waktu selama penerbangan yang tak diawasi dari darat (pengawas),” tambah mantan pilot British Airways, Stephen Buzdygan.

Mantan pilot British Airways, Steve Landells, mengatakan walaupun pesan seperti itu tidak diperlukan, dia tidak menganggap hal itu mencurigakan. "Ini bisa sesederhana seperti pilot lupa atau tidak yakin bahwa dia telah mengatakan kepada pengendali lalu-lintas udara bahwa dia mencapai ketinggian tersebut," terang Steve Landells. "Dia mungkin ingin mengulang konfirmasi bahwa dia berada di atas 35.000 kaki. Ini bukan hal yang tak biasa," tandas dia lagi.

Memasuki hari ke-14, pencarian difokuskan di Samudera Hindia, terutama di sekitar kota Perth, negara bagian Australia Barat demi mencari 2 objek yang diduga puing pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 370.

Puluhan kapal dan pesawat terus mencari area di lepas pantai Australia di mana puing-puing, berpotensi dari pesawat Malaysia Airlines MH 370, ditemukan oleh satelit mata-mata awal pekan ini.

Malaysia telah mulai menghubungi beberapa negara yang memiliki peralatan deteksi laut dalam untuk membantu dalam apa yang mungkin akan menjadi pencarian panjang untuk kotak hitam pesawat. Area ini mencakup luas 9.000 mil persegi di perairan hingga kedalaman 13.000 kaki dengan arus dalam yang kuat. Namun sejauh ini, target benda yang dicari belum ditemukan. (thetelegraph)

See Also

SURVIVAL MINDSET
Malaysia Akan Cabut Lockdown Kalau Kasus Virus Corona Dibawah 4.000
Naftali Bennett Perdana Menteri Israel Yang Baru
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia Jadi Insiden Pertama Sejak 23 Tahun
Perdana Menteri Malaysia Perintahkan Tabrakan 2 Kereta LRT Diusut
2 Kereta LRT Bertabrakan Di Malaysia
Tabrakan 2 Kereta LRT Di Malaysia
Penembakan Massal Terjadi Di Indianapolis
Thailand Dan Vietnam Segera Tarik Warganya Dari Myanmar
Banjir Di Vietnam Dan Kamboja Telan 40 Korban
PM Polandia Dikarantina Usai Kontak Dengan Pasien Covid-19
Kanselir Jerman Peringatkan Eropa Soal Situasi Serius Akibat Covid-19
Menteri Kerjasama Pembangunan Jerman Kritik Kurangnya Kesadaran Global Atasi Krisis Kelaparan
Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
jQuery Slider
Arsip :2022202120202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 9.512.477 Since: 05.03.13 | 0.2246 sec